Jumat, 30 Desember 2011

Gairah Bercinta Wanita Paling Memuncak saat Usia ini...


Meski wajah tak lagi bebas dari kerutan, dan perut tak sekencang dulu, tapi setidaknya di usia ini libido wanita makin menggebu-gebu. Di usia berapakah itu?

Berdasarkan hasil suatu penelitian, memasuki gerbang usia kepala empat, umumnya wanita menjadi lebih lincah, lebih agresif dan memiliki lebih banyak fantasi bercinta.  

Wanita di usia tiga puluhan dan awal empat puluhan memiliki dorongan seks lebih tinggi dibandingkan wanita yang usianya lebih muda, seperti dikutip dari laman Daily Mail. Para peneliti mengatakan, wanita pada usia tersebut lebih mungkin untuk menyadari bahwa jam biologis mereka berdetak dan berusaha menebus waktu hilang. 

Fakta ini bisa menjelaskan bahwa tidak sedikit wanita berusia matang menikahi pria lebih muda. Aktris Desperate Housewives, Eva Longoria, misalnya. Longoria yang berusia kepala empat akhirnya menikah dengan pemain basket Tony Parker, yang baru berusia 28 tahun.

Para psikolog yang meneliti studi ini melakukan survei kepada 900 wanita, tentang sikap mereka terhadap seks. Termasuk, seberapa sering mereka berfantasi soal seks, dan kemungkinan berselingkuh dengan pria lebih muda. 

Para wanita dibagi menjadi tiga kelompok, yang berusia 19 sampai 26, dianggap berada di puncak kesuburan. Sedangkan wanita berusia 27-45 tahun, dianggap kemampuan untuk memiliki bayi itu makin berkurang, dan usia 45 tahun ke atas merupakan masa wanita mendekati usia menopause.

Kelompok usia 27-45 tahun jelas memiliki kehidupan seks terbaik. Fakta ini pun telah dimuat dalam jurnal dan laporan 'Perbedaan Kepribadian Individu'. Rata-rata wanita usia 27-45 tahun berpikir tentang seks dan bercinta lebih sering daripada wanita lebih muda dan lebih tua. 

Para peneliti di University of Texas di Austin, Texas, AS, mengatakan temuan ini menunjukkan, penurunan kesuburan wanita bisa menimbulkan motivasi seksual lebih besar dan meningkatkan perilaku seksual daripada wanita dengan tingkat fertilitas tinggi. 

"Kesimpulan dari temuan ini adalah agar wanita bisa memanfaatkan masa-masa ini sebelum memasuki masa menaopause,” kata Dr Pam Spurr, seorang pakar seks

Kamis, 29 Desember 2011

Nutrisi Peningkat Kualitas Sperma


Sperma pasangan yang tidak mudah 'menyerah' merupakan salah satu kunci untuk yang ingin segera mendapatkan momongan. Bagaimana caranya mendapatkan sperma super? Konsumsi tujuh makanan sehat berikut ini.

Menurut ahli nutrisi yang juga penasihat di American Council for Fitness and Nutrition, Dr. Keith-Thomas Ayoob, makanan tepat tersebut adalah makanan yang baik untuk jantung dan membuat aliran darah tetap lancar. Aliran darah yang lancar adalah kunci untuk mencegah ejakulasi dini. Berikut ini tujuh makanan sehat yang menurut Ayoob bisa membuat sperma super, seperti dikutip dari Revolution Health.:

Salmon
Salmon kaya akan omega 3, yang bisa menurunkan tingginya kadar kolesterol (buruk) dalam tubuh. Ikan ini juga banyak mengandung protein yang bukan hanya membuat sperma kuat, tapi juga bisa berenang dengan cepat.

Semangka
Semangka sangat baik untuk membuat sperma tangguh saat berenang. Menurut Ayoob, buah tersebut kaya akan potasium, yang bisa mencegah tekanan darah tinggi. Untuk kesehatan secara umum, semangka adalah salah satu buah yang mengandung likopen (lycopane) yang cukup sebagai anti-oksidan untuk melawan kanker.

Tomat
Mirip dengan semangka dan buah berwarna merah lainnya, tomat juga banyak mengandung likopen, yang artinya kaya antioksidan. Likopen terbukti bisa meningkatkan kesehatan prostat. Penelitian menunjukkan likopen bisa mengurangi risiko kanker prostat. "Dengan prostat yang sehat bisa menghasilkan sperma yang kuat," jelas Ayoob.

Susu Rendah Lemak atau Yogurt
Susu dan yogurt banyak mengandung kalsium dan potassium. Dua kandungan tersebut bisa menjaga tekanan darah tetap normal dan membuat aliran darah di arteri lebih lancar. Ayoob merekomendasikan untuk mengonsumsi susu rendah lemak. "Jika tekanan darah terlalu rendah, sperma yang dihasilkan pun tidak kuat," katanya. "Kalaupun sperma itu perenang yang baik, tapi dia tidak akan bisa sampai ke mana-mana," tambahnya.

Buah Beri
Semua jenis buah beri sangat kaya antioksidan. Ayoob pun menyarankan untuk mengombinasikan semua jenis beri untuk dikonsumsi, mulai dari blueberry, strawberry, dan raspberry. Buah beri ini bermanfaat untuk mencegah kerusakan pada arteri. Dengan memiliki arteri yang sehat, aliran darah pun bisa tetap normal, sehingga produksi sperma sehat tidak terganggu.

Kacang-kacangan
"Kacang-kacangan kaya akan mineral," jelas Ayoob. Kandungan yang ada di dalam kacang-kacangan mencegah naiknya gula darah. Makanan ini juga sangat ampuh menurunkan kadar kolesterol. Mengonsumsi 1/2 cangkir kacang pinto bisa menurunkan tekanan darah 8-10%.

Oatmeal
Sama seperti kacang-kacangan, makanan yang mengandung gandum juga baik untuk tubuh karena bisa menurunkan kadar kolesterol. Kandungan serat di dalam oatmeal lah yang membuat makanan itu mampu menurunkan jumlah kolesterol jahat.

Rabu, 28 Desember 2011

Cara Kerja Kegemukan Mempengaruhi Kesuburan


kadang ada lho yang berpendapat perut buncit dianggap tanda kemakmuran. Anggapan tersebut tidak lagi signifikan karena perut buncit dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, seperti diabetes tipe 2, jantung, kanker, osteoartritis, hingga kemandulan.

Akumulasi kelebihan lemak dalam tubuh disebut sebagai obesitas. Kebanyakan orang sadar bahwa obesitas mengubah penampilan, tetapi tidak menyadari bahwa obesitas juga mengganggu keseimbangan hormon di dalam tubuh.

Satu kondisi kesehatan tersebut adalah kemandulan. Simak bagaimana obesitas secara langsung dikaitkan dengan kemandulan pada pria dan wanita, seperti dilansir Shine.

Obesitas sebabkan disfungsi ovulasi (gangguan Pelepasan Sel Telur) pada wanita

Disfungsi ovulasi merupakan gangguan keseimbangan hormon tubuh yang menyebabkan obesitas pada pria dan wanita obesitas. Ketidakteraturan tingkat hormon seperti androgen, estrogen, dan progesteron benar-benar dapat mengubah siklus menstruasi wanita. Padahal, tingkat optimal hormon ini sangat penting untuk kehamilan.

“Timbunan lemak di ovarium juga dapat mengganggu perkembangan embrio dan mengakibatkan keguguran," jelas Dr Abhay Agrawal, ahli bedah dan pengontrol obesitas.

Obesitas dan sindrom ovarium polikistik

Penyebab utama masalah kesuburan pada wanita dikenal sebagai sindrom ovarium polikistik (PCOS), dimana sejumlah besar kista kecil muncul di ovarium sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon.

“Gangguan dalam ovulasi wanita dan siklus menstruasi sebagai akibat dari kenaikan berat badan tidak sehat berdampak negatif terhadap sistem reproduksi serta menyebabkan kesulitan hamil,” jelas ahli kesehatan Dr Manish Motwani.

Oleh karena itu, modifikasi gaya hidup seperti kebiasaan makan yang disiplin, tingkat peningkatan aktivitas fisik sehari-hari, dan olahraga teratur sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat.

Sementara ini, cara konvensional penurunan berat badan dapat bekerja dengan baik untuk individu obesitas. Namun pada orang yang mengidap obesitas tak sehat—orang dengan indeks massa tubuh lebih besar dari 37,5kg/meter berat badan—hampir mustahil untuk menurunkan berat badan melalui diet dan olahraga saja.

Hasil obesitas tak sehat mengalami perubahan permanen dalam metabolisme. Karenanya, kini dianggap sebagai gangguan medis yang memerlukan pengobatan klinis melalui operasi penurunan bariatrik. Bedah bariatrik telah diterima sebagai solusi paling efektif untuk mencapai penurunan berat badan berkelanjutan pada pasien obesitas tak sehat.

Produksi sperma rendah, disfungsi ereksi, dan obesitas

Kasus-kasus infertilitas yang disebabkan obesitas tidak saja memberikan dampak buruk bagi wanita. Pada pria terdapat hubungan kuat antara berat badan meningkat dengan rendahnya produksi sperma serta disfungsi ereksi.

"Obesitas sangat terkait dengan kemandulan pada pria. Sel-sel lemak memroduksi estrogen. Dan laki-laki dengan sel lemak berlebih, lebih banyak menghasilkan estrogen dibandingkan pria dengan berat badan normal. Jadi salah satu penyebab paling umum kemandulan pria adalah produksi sperma yang abnormal," ujar Dr Motwani.

Obesitas sendiri adalah akar penyebab komplikasi medis. Oleh karena itu, pengobatan untuk infertilitas terkait obesitas pada pria dan wanita harus mencakup pendekatan yang difokuskan pada mengobati obesitas itu sendiri.

Faktor genetik yang menyebabkan obesitas mungkin di luar kendali, tapi memodifikasi gaya hidup berperan penting dalam mempertahankan berat badan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup seseorang