Selasa, 20 Maret 2012

Fenomena Tomcat

Berawal dari broadcast-an bbm soal Tomcat, karena penasaran akhirnya googling. Nah ini dia beberapa info tentang Tomcat.




Kumbang tomcat dalam bahasa Inggris juga sering disebut rove beetle. Jenis kumbang ini mencakup famili Staphylinidae, terdiri dari ribuan genus dan kurang lebih 46.000 spesies.
Spesies Paederus fiscipes adalah salah satu jenis kumbang yang masuk dalam genus Paederus. Totalnya, ada sekitar 12 spesies yang masuk genus tersebut.
Ciri-ciri serangga ini adalah memiliki kepala warna hitam, dada dan perut berwarna oranye, dan sayap kebiruan. Warna mencolok berfungsi sebagai peringatan bagi predatornya, bahwa serangga ini punya racun. Ukurannya sekitar 7-10 mm.
Tomcat biasa hidup di persawahan. Pada siang hari, serangga ini biasa terbang di tanaman padi untuk mencari mangsa berupa wereng dan hama padi lainnya.

Tomcat tidak mengigit ataupun menyengat. Tomcat akan mengeluarkan cairan otomatis bila bersentuhan atau berbenturan dengan kulit manusia. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan racunnya ini pada benda-benda seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya. Pada jenis serangga tertentu, terdapat cairan yang diduga lebih kuat dari bisa ular kobra. Cairan hemolimf atau toksin ini disebut sebagai 'aederin':(C24 H43 O9 N). Serangga Tomcat otomatis akan mengeluarkan cairan apabila terjadi sentuhan atau benturan dengan kulit manusia secara langsung. Bisa juga dengan sentuhan tidak langsung melalui handuk, baju atau alat lain yang tercemar oleh racun tomcat tersebut. Itu sebabnya, jika sudah terkena dermatitis otomatis seperti seprei dan uba rampe-nya, handuk maupun alat-alat yang disinyalir terkena racun tomcat harus dibersihkan. Bersentuhan dengan kumbang ini saat berbaring atau tidur, menghancurkannya pada badan atau mengosok dengan jari yang kotor akan menyebabkan konjunktivitis dan penyakit kulit yang parah yang dikenali sebagai 'dermatitis linearis', 'aederus (kumbang rove/ staphylinidae) dermatitis'.

Jika kulit terkena racun Serangga Tomcat segeralah dicuci menggunakan sabun, jangan dikasih odol, minyak kayu putih, balsem, minyak tawon, karena hasilnya akan memperparah. Kulit yang terkena toksin Tomcat akan merah meradang mirip herpes tapi tidak sama. Pengobatannya menggunakan salep dan antibiotik. Biasanya hydrocortisone 1% atau salep betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 3 x sehari atau salep Acyclovir 5%

Minggu, 18 Maret 2012

Tokoh Jean Piaget dan Intelegensi


Jean Piaget

 
Sejarah Jean Piaget
Jean Piaget, seorang psikolog dan pendidik berkebangsaan Swiss, terkenal karena teori pembelajaran berdasarkan tahap yang berbeda-beda dalam perkembangan intelegensi anak.
Pada tahun 1918, Jean Piaget menerima gelar Doktor dalam Ilmu dari Universitas Neuch�tel.. Dia bekerja selama setahun psikologi di laboratorium di Zurich dan terkenal psikiatri Bleuler di klinik Selama periode ini, ia diperkenalkan pada karya-karya Freud, Jung, dan lain-lain. Pada 1919, ia mengajar psikologi dan filsafat di Sorbonne di Paris.. Di sini ia bertemu Binet dan melakukan penelitian inteligensi.
Pada tahun 1921, artikel pertamanya tentang psikologi kecerdasan diterbitkan dalam sebuah jurnal. Pada tahun yang sama, ia menerima posisi sebagai Direktur Penelitian di Institut JJ Rousseau di Geneva. Di sini ia mulai dengan murid-muridnya dalam penelitian intelegensi anak.

Defenisi Intelegensi
Menurut Jean Piaget, Intelegensi dapat diartikan dengan kecerdasan, yaitu seluruh kemampuan berpikir dan bertindak secara adaptif, termasuk kemampuan mental yang kompleks seperti; berpikir, mempertimbangkan, menganalisis, mensiotesis, mengevaluasi, dan menyelesaikan persoalan-persoalan.

Teori Piaget dalam Intelegensi
Pendapat Piaget mempertegas bahwa inteligensi adalah seluruh kemungkinan koordinasi yang memberi struktur kepada tingkah laku suatu organisme sebagai adaptasi mental terhadap situasi baru. Dalam arti sempit inteligensi sering kali diartikan sebagai inteligensi perasional, termasuk pula di dalamnya tahapan-tahapan yang sejak dari periode sensorimotoris sampai dengan operasional formal.
Menurut dasar-dasar teori Piaget, perkembangan inteligensi yaitu :
1)  fungsi inteligensi termasuk proses adaptasi yang bersifat biologis,
2)  bertambahnya usia menyebabkan berkembangnya struktur inteligensi baru, sehingga 
     pengaruh pula terhadap terjadinya perubahan kualitatif.



Kamis, 15 Maret 2012

Intelligence

Hari ini topik mata kuliah Psikologi Pendidikan membahas tentang Intelegensi.

Berbicara intelegensi, maka pendapat tiap orang cukup kompleks. Namun, terdapat beberapa pendapat para tokoh berkaitan dengan intelegensi:

Alfred Binet (1857-1911) & Theodore Simon, inteligensi terdiri dari tiga komponen, yaitu kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan, kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan itu telah dilaksanakan, dan kemampuan untuk mengritik diri sendiri (autocriticism).
Lewis Madison Terman pada tahun 1916 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan seseorang untuk berpikir secara abstrak.
H. H. Goddard pada tahun 1946 mendefinisikan inteligensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang.
V.A.C. Henmon mengatakan bahwa inteligensi terdiri atas dua faktor, yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengetahuan yang telah diperoleh.
Baldwin pada tahun 1901 mendefinisikan inteligensi sebagai daya atau kemampuan untuk memahami.
Edward Lee Thorndike (1874-1949) pada tahun 1913 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan dalam memberikan respon yang baik dari pandangan kebenaran atau fakta.
George D. Stoddard pada tahun 1941 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memahami masalah-masalah yang bercirikan mengandung kesukaran, kompleks, abstrak, ekonomis, diarahkan pada suatu tujuan, mempunyai nilai sosial, dan berasal dari sumbernya.
Walters dan Gardber pada tahun 1986 mendefinisikan inteligensi sebagai suatu kemampuan atau serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah, atau produk sebagai konsekuensi eksistensi suatu budaya tertentu.
Flynn pada tahun 1987 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk berpikir secara abstrak dan kesiapan untuk belajar adari pengalaman.
David Wechsler, intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, intelegensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi adalah:

  • faktor bawaan atau keturunan
    Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes Iqnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang di adopsi. IQ mereka berkorelasi antara 0,40 � 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 � 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mereka tidak pernah saling kenal.

  • faktor Lingkungan
    Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Intelegensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.
Jenis-jenis Intelegensi


Berdasarkan penataannya ada beberapa jenis tes intelegensi, yaitu :

a) Tes Intelegensi individual, beberapa di antaranya:
� Stanford � Binet Intelegence Scale.
� Wechster � Bellevue Intelegence Scale (WBIS)
� Wechster � Intelegence Scale For Children (WISC)
� Wechster � Ault Intelegence Scale (WAIS)
� Wechster Preschool and Prymary Scale of Intelegence (WPPSI)

b) Tes Intelegensi kelompok, beberapa di antaranya:
� Pintner Cunningham Prymary Test
� The California Test of Mental Makurity
� The Henmon � Nelson Test Mental Ability
� Otis � Lennon Mental Ability Test
� Progassive Matrices
c) Tes Intellegensi dengan tindakan perbuatan

Untuk tujuan program layanan bimbingan di sekolah yang akan dibahas adalah tes intelegensi kelompok berupa:
� The California Test of Mental Maturity (CTMM)
� The Henmon � Nelson Test Mental Ability
� Otis � Lennon Mental Ability Test, and
� Progassive Matrices. (22)
 
Sekian dasar-dasar dari intelegensi yang bisa saya posting. Penjelasan selanjutnya sangat diharapkan dari dosen pengampu mata kuliah :)