VIVAnews - Mendengar wanita mengandung dua janin di rahimnya sudah sangat jamak. Tapi, pernahkah Anda mendengar seorang wanita memiliki dua rahim di perutnya? Seperti yang dialami wanita asal Inggris, Hannah Kersey, 27.
Seperti dikutip dari laman BBC, dua rahim yang ada di perutnya bahkan pernah mengandung tiga janin sekaligus. Satu rahim berisi dua janin dan lainnya berisi satu janin.
Mr Ellis Downes, konsultan dokter kandungan dan ginekolog di Rumah Sakit Chase Farm, London, mengatakan, "Ini sangat menakjubkan, seorang wanita dengan dua rahim mengandung bayi kembar tiga di dua rahimnya."
Tiga janin yang dikandungnya berasal dari telur yang dihasilkan masing-masing rahim. Pada saat yang sama, telur-telur itu kemudian dibuahi dua sperma berbeda. Satu telur terbelah dan menghasilkan bayi kembar identik, dan satu telur di rahim lain berkembang menjadi bayi tunggal.
Peristiwa itu terjadi pada akhir 2006 silam. Kersey berhasil melahirkan bayi kembar tiga (triplets) melalui operasi caecar. Kasus bayi kembar tiga yang terlahir dari dua rahim diperkirakan terjadi pada satu di antara 25 juta kelahiran.
Sedangkan wanita memiliki dua rahim diperkirakan terjadi pada setiap lima di antara satu juta wanita. Di dunia medis, kasus semacam ini dikenal sebagai uterus didelphys. Genetik menjadi salah satu faktor penyebab. Ibu dan saudara perempuan Kersey juga memiliki dua rahim di perutnya.
Selasa, 07 September 2010
Minggu, 15 Agustus 2010
Screening Kanker Ovarium Janjikan Kesembuhan
INILAH.COM, Jakarta - Para peneliti berhasil menemukan cara mencari tahu kesehatan perempuan soal kanker ovarium. Penyakit ini jarang menunjukkan gejala hingga seringkali terlambat diobati.
“Metode yang ‘mulai terlihat sangat menjanjikan’,” papar pemimpin studi tersebut, Dr Karen Lu dari University of Texas MD Anderson Cancer Center di Houston. Mereka akan hadir bulan depan di sebuah konferensi American Society Onkologi Klinik.
Beberapa yayasan telah membantu membiayai penelitian itu. Kolega Dr. Lu, Dr Robert Bast membantu memberikan US$150 untuk tes darah yang digunakan dalam penelitian ini dan mendapatkan royalti dari pembuatnya, Fujirebio Diagnostics Inc.
Ahli lain mengatakan hasil penelitian ini cukup menggembirakan. “Tidak terlalu banyak perempuan dirujuk untuk operasi yang tidak perlu. Semua kanker agresif yang terdeteksi pada tahap awal, kemudian dapat disembuhkan,” kata Dr Laura Havrilesky, spesialis kanker wanita di Duke University.
Kanker ovarium sangat mematikan karena hampir 80% kasus yang ditemukan pada stadium lanjut. Sekitar 21.550 wanita didiagnosis dan 14.600 mati di AS tahun lalu. Ketika ditemukan lebih awal, kelangsungan hidup selama lima tahun adalah sebesar 94%, demikian The American Cancer Society.
Peneliti telah menguji CA-125, suatu protein dalam darah berjumlah tinggi di hampir semua orang namun tidak bagi wanita dengan kanker ovarium. Ini karena berbagai alasan seperti fibroid rahim, kista tidak berbahaya dan bahkan kanker jenis lain.
Studi baru ini diuji sebagai langkah pertama melakukan screening pada 3.252 wanita, usia 50-74, yang tidak memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara atau kanker ovarium.
Semua menjalani tes awal dan dikelompokkan sebagai rendah, sedang atau risiko tinggi berdasarkan tingkat CA-125 serta berapa banyak level tersebut berubah dari waktu ke waktu.
Kelompok risiko rendah mengulangi tes darah dalam setahun. Kelompok menengah mendapat tes lain dalam tiga bulan. Mereka yang berisiko tinggi, sekitar 1% dari wanita setiap tahun, dirujuk untuk USG dengan biaya sekitar US$300, untuk mencari tanda-tanda kanker.
Selama sembilan tahun penelitian, 85 perempuan dikirim untuk ujian, dan delapan akhirnya menjalani operasi eksplorasi untuk melihat apakah mereka menderita kanker. Tidak seperti bentuk lain dari kanker, dokter tidak bisa melakukan biopsi untuk kanker ovarium tanpa operasi.
Lima dari delapan wanita yang telah menjalani operasi ternyata memiliki kanker yakni, tiga telah tumor agresif, dan dua menderita kanker yang belum menjadi invasif. Tiga lainnya tumor jinak. Dua kanker non-invasif luput dari pemeriksaan. "Kami hanya perlu melakukan tiga operasi untuk mengambil satu kasus kanker invasif," kata Lu.
Studi terhadap 3.000 wanita Amerika ini memang belum cukup untuk membenarkan proses screening penyakit kanker. Namun dokter mendorong tindakan ini karena mampu memberikan kesimpulan lebih awal dibandingkan studi di Inggris yang akan memberikan jawaban dalam beberapa tahun.
Lebih penting, studi di AS ini menyarankan bahwa pendekatan ini dapat menemukan tumor agresif tanpa harus meminta banyak perempuan sehat melakukan tes lanjutan yang tidak penting. Hanya sedikit perempuan membutuhkan operasi eksplorasi setelah screening. Bagi mereka yang melakukannya, sepertiga di antaranya miliki kanker invasif. [mdr]
Jika Bumil Terlalu Lama Berdiri..
ANDA sedang hamil dua bulan. Masalahnya, pekerjaan menuntut Anda harus berdiri lama–sekira 7 jam–dan diselingi satu jam istirahat. Walau hingga kini Anda belum mengalami masalah serius selain keletihan, toh Anda tetap khawatir dengan kondisi janin.
Apakah BuMil yang terlalu lama berdiri bisa memengaruhi keadaan janin dalam kandungan? Bisa pulakah kaki menjadi bengkak karenanya?
dr Marko Antonio Suprantiyo, SpOG dari Rumah Sakit Pelni memaparkan, pada prinsipnya, jika keadaan Bumil sehat dan baik-baik saja, tidak ada pantangan apapun dalam hal makanan ataupun aktivitas. Namun, jika sudah mempunyai keluhan harus segera diperiksakan ke dokter apa penyebabnya.
Umumnya, usia kehamilan pada trimester pertama adalah masa pembentukan, maka belum relatif aman dari kemungkinan keguguran atau hamil prematur dan lain sebagainya. Walau begitu, Ibu tak perlu terlalu khawatir.
Pada Bumil yang memang diharuskan bekerja sambil berdiri tidak menyebabkan kaki membengkak dan juga tidak berpengaruh pada janin. Hanya saja, Bumil akan lebih merasa pegal atau ngilu di perut bawah (kontraksi). Nah, jika hal ini terjadi atau Moms merasa lelah, maka segeralah istirahat. Anda bisa duduk sebentar lalu melanjutkan aktivitas lagi.
Kaki Membengkak?
Kondisi kaki membengkak di tungkai atau kaki biasanya dialami oleh Bumil pada trimester ketiga, bukan satu atau dua. Salah satu penyebabnya karena Bumil terlalu banyak beraktivitas sedangkan kondisi perut pada trimester tiga sudah semakin membesar. Tapi, bila bengkaknya ringan serta kondisi yang lain normal (misalnya kondisi darah, urin serta kulit normal), tak perlu khawatir.
Capek, Segera Istirahat
Perlu diketahui, kontraksi bukan hanya milik Bumil, ketika haid Moms juga bisa mengalami kontraksi. Saat berdiri pun sebenarnya tubuh melakukan kontraksi. Bila kontraksi datang, cara sederhana yang bisa dilakukan Bumil adalah istirahat dengan cara rileks dengan kaki ditaruh di atas kursi kecil serta kedua tangan dilepaskan, tidak menekuk. Secara otomatis maka seluruh otot akan relaksasi.
Pada Bumil, sangat disarankan memanfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya. Bisa sambil duduk rileks atau jauh lebih baik lagi bila sambil tidur (berbaring). Nah, setelah rasa lelah itu hilang, Bumil bisa melanjutkan aktivitas kembali. Namun, jika rasa lelah dan keluhan lainnya tidak bisa diatasi hanya dengan istirahat, maka seceptanya dapat menghubungi dokter atau segera ke rumah sakit terdekat.
Makan Makanan Sehat
Tidak ada makanan dan minuman khusus bagi Bumil dengan aktivitas banyak berdiri. Namun, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi lengkap termasuk sayuran serta buah-buahan dan banyak minum air putih. Kebutuhan protein Bumil lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak hamil, sehingga sangat baik jika Bumil mengonsumsi aneka jenis protein nabati serta hewani.
Tanda-tanda Alami di Tubuh Bumil
- Cepat merasa lelah karena daya tahan tubuh menurun.
- Lebih merasa sering mengantuk.
- Secara alami memang butuh lebih banyak istirahat guna meminimalkan terjadinya gangguan pada rahim.(Mom& Kiddie//ftr)
Apakah BuMil yang terlalu lama berdiri bisa memengaruhi keadaan janin dalam kandungan? Bisa pulakah kaki menjadi bengkak karenanya?
dr Marko Antonio Suprantiyo, SpOG dari Rumah Sakit Pelni memaparkan, pada prinsipnya, jika keadaan Bumil sehat dan baik-baik saja, tidak ada pantangan apapun dalam hal makanan ataupun aktivitas. Namun, jika sudah mempunyai keluhan harus segera diperiksakan ke dokter apa penyebabnya.
Umumnya, usia kehamilan pada trimester pertama adalah masa pembentukan, maka belum relatif aman dari kemungkinan keguguran atau hamil prematur dan lain sebagainya. Walau begitu, Ibu tak perlu terlalu khawatir.
Pada Bumil yang memang diharuskan bekerja sambil berdiri tidak menyebabkan kaki membengkak dan juga tidak berpengaruh pada janin. Hanya saja, Bumil akan lebih merasa pegal atau ngilu di perut bawah (kontraksi). Nah, jika hal ini terjadi atau Moms merasa lelah, maka segeralah istirahat. Anda bisa duduk sebentar lalu melanjutkan aktivitas lagi.
Kaki Membengkak?
Kondisi kaki membengkak di tungkai atau kaki biasanya dialami oleh Bumil pada trimester ketiga, bukan satu atau dua. Salah satu penyebabnya karena Bumil terlalu banyak beraktivitas sedangkan kondisi perut pada trimester tiga sudah semakin membesar. Tapi, bila bengkaknya ringan serta kondisi yang lain normal (misalnya kondisi darah, urin serta kulit normal), tak perlu khawatir.
Capek, Segera Istirahat
Perlu diketahui, kontraksi bukan hanya milik Bumil, ketika haid Moms juga bisa mengalami kontraksi. Saat berdiri pun sebenarnya tubuh melakukan kontraksi. Bila kontraksi datang, cara sederhana yang bisa dilakukan Bumil adalah istirahat dengan cara rileks dengan kaki ditaruh di atas kursi kecil serta kedua tangan dilepaskan, tidak menekuk. Secara otomatis maka seluruh otot akan relaksasi.
Pada Bumil, sangat disarankan memanfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya. Bisa sambil duduk rileks atau jauh lebih baik lagi bila sambil tidur (berbaring). Nah, setelah rasa lelah itu hilang, Bumil bisa melanjutkan aktivitas kembali. Namun, jika rasa lelah dan keluhan lainnya tidak bisa diatasi hanya dengan istirahat, maka seceptanya dapat menghubungi dokter atau segera ke rumah sakit terdekat.
Makan Makanan Sehat
Tidak ada makanan dan minuman khusus bagi Bumil dengan aktivitas banyak berdiri. Namun, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang bervariasi lengkap termasuk sayuran serta buah-buahan dan banyak minum air putih. Kebutuhan protein Bumil lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak hamil, sehingga sangat baik jika Bumil mengonsumsi aneka jenis protein nabati serta hewani.
Tanda-tanda Alami di Tubuh Bumil
- Cepat merasa lelah karena daya tahan tubuh menurun.
- Lebih merasa sering mengantuk.
- Secara alami memang butuh lebih banyak istirahat guna meminimalkan terjadinya gangguan pada rahim.(Mom& Kiddie//ftr)
Langganan:
Postingan (Atom)


