Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kehamilan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga

Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga - Ada beberapa ibu hamil yang enggan melakukan olaraga arena takut berdampak buruk bagi bayinya. Padahal sebuat pengamatan menunjukkan jika olahraga dilakukan selama kehamilan berlangsung dapat memberi manfaat positif bagi calon ibu juga bayi.

Walaupun sudah banyak masyarakat yang pahan akan manfaat olahraga saat hamil, namun ternyata masih ada beberapa ibu hamil yang enggan melakukannya dengan salah satu alas an nantinya akan berdampak buruk bagi bayinya.

Pada sebuah penelitian yang mengamati 90 ibu hamil ditemukan bahwa masih banyak ibu hamil dimana sebelumnya rutin melakukan olahraga namun ketika hamil langsung berhenti tidak melakukannya lagi. Beberapa dari mereka menganggap berolahraga kurang aman untuk dirinya dan kehamilan meskipun hanya jalan santai.

Olahraga ringan jika dilakukan sekitar 30 menit dalam sehari cukup aman untuk ibu hamil. Tetapi jenis olahraga beresiko seperti menyelam, kontak fisik dengan lawan yang bersifat mencederai sebaiknya jangan dilakukan atau konsultasi terlebih dahulu ke tenaga medis.

Pengamatan ini dilakukan terhadap 90 responden dengan usia kehamilan 16 – 30 minggu.

Didapatkan, hampir segian dari responden rutin melakukan olahraga ringan sebelum hamil sekitar 90 menit/minggu. Tetapi, ketika hamil tidak lebih dari 27% yang berolahraga setelah hamil. Sebagian besar dari mereka takut olahraga akan menyakiti bayi.

Nampaknya ketakutan akan keamanan menjadi faktor mengapa ibu hamil enggan berolahraga.

Pengaruh mitos terkadang juga ikut mempengaruhi rasa takut ibu hamil untuk berolahraga, karena memang beberapa kepercayaan yang menurun kadang menyatakan olahraga akan menyakiti bayi.

Namun, tidak semua ibu hamil takut berolahraga beberapa ibu hamil malah sangat menyukai olaraga ringan, walaupun mereka telah memiliki kesibukan dalam bekerja setiap harinya. Bahkan tidak jarang yang meluangkan waktu untuk mengikuti senam hamil bersama.

Untuk menumbuhkan kebiasaan sehat ini sebaiknya para wanita lebih memahami manfaat aktifitas fisik selama masa kehamilan. Olahraga saat masa kehamilan bukan hanya baik untuk kesehatan ibu dan bayi secara fisik tetapi juga sehat secara emosional dengan mengurangi stres dan depresi - Ibu Hamil Jangan Takut Olahraga.

Jumat, 11 Mei 2012

Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil

Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil - Kehamilan adalah suatu proses yang membuat perempuan mengalami berbagai perubahan, karena itu ada beberapa pertanyaan yang umum diajukan oleh ibu hamil. Apa saja itu?

Perubahan yang dialami oleh ibu hamil kadang membuatnya khawatir apakah kondisi tersebut normal atau tidak. Berikut ini beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan ibu hamil dan dijawab oleh ahli kesuburan Zita West, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Jumat (11/5/2012) yaitu:

1. Suami tidak suka menyentuh perut yang hamil, apakah ini normal?
Setiap laki-laki memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap istri yang sedang hamil. Beberapa suami kadang suka memegang perut dan merasakan tendangan bayi, sementara yang lainnya tidak. Tapi kondisi ini tak perlu dikhawatirkan karena masih terbilang normal.

2. Kaki terasa panas sepanjang waktu, bagaimana mengatasinya?
Selama kehamilan berlangsung sering terjadi masalah sirkulasi, aliran darah di sekitar daerah panggul yang menyebabkan rasa panas dan bengkak di kaki. Hal ini sangat umum terjadi dan bisa diatasi dengan memijat, refleksi atau merendam kaki. Tapi jika disertai rasa sakit sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

3. Perut saya terus gatal, apa penyebabnya dan bagaimana menghentikannya?
Hal ini sangat umum terutama pada trimester ketiga, karena kulit semakin meregang dan menimbulkan ketidaknyaman. Cobalah memijatnya dengan krim dan minyak. Tapi jika gatalnya ekstrem periksakan ke dokter untuk melihat apakah ada peningkatan asam empedu dan memeriksa fungsi hati.

4. Saya merasa bayi bergerak hari ini, seperti apa rasanya?
Kebanyakan perempuan merasakan gerakan bayi di usia 18-21 minggu, tapi ada yang lebih cepat atau lambat. Rasanya seperti ada kupu-kupu kecil, tapi semakin lama gerakan atau tendangannya semakin pasti terasa.

5. Mengalami beberapa mimpi aneh, apakah ini efek hamil?
Banyak perempuan yang mimpi tentang memiliki anak ditrimester pertama, dan mimpi tentang persalinan saat trimester akhir. Meski bisa sangat mengganggu, tapi mimpi aneh ini tergolong normal.

6. Apakah perlu menggunakan sabuk pengaman?
Sabuk pengaman tentu saja perlu digunakan, tapi yang penting adalah meletakkan sabun pengaman ditempat ibu hamil merasa nyaman. Jika tidak nyaman cobalah membatasi jumlah waktu berada di dalam mobil.

7. Apakah tulang rusuk membesar selama hamil?
Hormon yang disebut relaxin akan dilepaskan dalam tubuh selama tahap akhir kehamilan untuk mempersiapkan tubuh dalam menghadapi persalinan. Kondisi ini akan membuat tulang rawan rileks terutama di sekitar panggul dan tulang rusuk, jadi tidak perlu khawatir.

8. Mengapa gusi berdarah dan gigi jadi sensitif?
Ini adalah efek samping yang sangat umum saat hamil, karena itu menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi sangat penting. Hal ini karena gusi berdarah bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyebabkan respons inflamasi (peradangan) - Pertanyaan Umum Seputar Ibu Hamil.

Rabu, 09 Mei 2012

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu
Berat Badan Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Beberapa orang perempuan melahirkan bayi dengan bobot lahir yang tinggi. Bobot bayi ini bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, dan juga karena gen. Para ilmuwan menemukan bahwa bobot lahir bayi dipengaruhi variasi gen dari ibu dan nenek, namun pengaruh gen dari Ayah sangat minim.

Para peneliti sebelumnya telah mempelajari bahwa gen bertindak sebagai penekan pertumbuhan yang dapat mengurangi bobot lahir. Tapi sebuah penelitian di Inggris menemukan gen tertentu yang diturunkan dari ibu dapat membuat bobot bayi lahir bertambah 93 gram. Pertambahan bobot ini bisa mencapai 155 gram jika diturunkan oleh nenek dari pihak ibu.

Dalam artikel yang dipublikasikan di American Journal of Human Genetics, profesor Gudrun Moore dari University College London dan rekannya meneliti gen yang disebut PHLDA2 terhadap 9.500 sampel DNA dari ibu dan bayinya. Sampel ini dikumpulkan dari 3 penelitian yang terpisah. Peneliti menemukan varian gen yang disebut RS1 dapat mengubah fungsi gen sehingga menyebabkan bobot lahir bayi lebih tinggi.

"Gen memang memiliki pengaruh yang besar pada bobot lahir dengan bertindak sebagai penekan pertumbuhan. Kami menemukan varian genetik PHLDA2 yang diturunkan dari ibu dapat menyebabkan bayi terlahir 93 gram lebih berat di atas rata-rata. Bahkan bobotnya bisa mencapai 155 gram lebih besar di atas rata-rata jika diwariskan oleh nenek dari pihak ibu," kata Prof Moore seperti dilansir BBC News, Jumat (23/3/2012).

Variasi gen RS1 ini ditemukan pada sekitar 13% individu yang diteliti. Sedangkan variasi gen S2 sebanyak 87%. Variasi gen RS2 lebih umum ditemui dan variasi ini hanya ditemukan pada manusia. Adanya variasi gen RS1 dan RS2 ini membuat bayi terlahir lebih kecil.

Peneliti menduga, mekanisme ini merupakan efek perlindungan untuk meningkatkan kelangsungan hidup ibu saat melahirkan bayi. Artinya, berat lahir yang tidak terlalu berat akan memastikan ibu selamat saat melahirkan.

"Meskipun penelitian ini hanya melihat bobot lahir bayi, ada kemungkinan bahwa varian genetik ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kondisi kesehatan. Pengaruh kesehatan tersebut sebagian disebabkan pengaruh bobot lahir dan sebagian lagi disebabkan faktor genetik," kata Dr Caroline Relton dari Newcastle University.

Bayi baru lahir umumnya memiliki bobot rata-rata 3500 gram dengan panjang badan 48 - 51 cm dan lingkar kepala rata-rata 35 cm. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh gen dari Ayah terhadap bobot lahir bayi hampir tidak ada sama sekali.

"Gen dari Ayah kurang terlibat dalam evolusi. Mungkin karena kelangsungan hidup sang Ayah sendiri tidak dipertaruhkan dan dapat terus bereproduksi dengan perempuan lain," kata Profesor Moore. - Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu.

Senin, 07 Mei 2012

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan - Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN DR Sudibyo Alimoesa mengatakan, tingkat kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih tinggi, atau hampir setiap satu jam, dua ibu melahirkan meninggal dunia.

"Bila jumlah tersebut ditotal maka dapat dibayangkan dalam satu hari berapa ibu melahirkan yang meninggal dunia," katanya dalam pertemuan dengan Ulama se Kalsel di Banjarmasin, Selasa (31/1/2012).

Menurut dia, berdasarkan data dan penelitian tentang kualitas penduduk Indonesia 2011 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI atau MMR) masih sebesar 228/100.000 kelahiran hidup.

Selanjutnya angka kematian bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup, kemudian 60 persen penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah, angka harapan hidup Indonesia sekitar 68/72 tahun.

"Sedangkan Jepang saja kini rata-rata umur penduduknya telah mencapai 100 tahun, sehingga saat ini 40 persen penduduknya merupakan lansia," katanya.

Meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang berbasis pada pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan tersebut, BKKB telah menempuh berbagai langkah dan menetapkan target berdasarkan MDGs 2015.

Meningkatkan harapan hidup dan mengurangi angka kematian ibu dan anak, tambah Sudibyo, BKKBN sedang menjalankan program pelatihan bagi 35 ribu bidan dan 10 ribu dokter umum maupun dokter kandungan.

Pelatihan untuk melakukan pertolongan dalam persalinan tersebut sekaligus juga diisi dengan pelatihan untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi sesuai dengan program BKKBN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut, maka pertolongan kelahiran yang berada di daerah terpencil bisa dilakukan secara medis sehingga kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Taraaget nasional, pada 2015 AKI akan turun dari 228/100.000 kelahiran hidup menjadi 102/100.000 kelahiran hidup begitu juga dengan angka kematian bayi turun menjadi 23/1.000 kelahiran hidup.

Kepala BKKBN Kalsel Dra Chamnah Wahyuni mengatakan, khusus Kalsel pelatihan akan dilakukan kepada 900 bidan dan 300 dokter yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.

Dialog dengan narasumber dari BKKBN pusat mendapatkan tanggapan cukup antusian dari para Ulama dan masyarakat Kalsel.

Salah seorang peserta dialog mempertanyakan efek samping pil KB dan suntik yang justru membuat lesu para wanita sehingga mengurangi gairah pada saat melayani suami.

"Karena para wanita menjadi lesu setelah minum pil KB dan suntik tersebut, akhirnya banyak suami "jajan" di luar," katanya disambut gelak tawa peserta.

Terhadap keluhan tersebut, Sudibyo mengatakan akan dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap kebenaran informasi tersebut, karena selama ini tidak pernah ada keluhan seperti itu.

"Ini akan menjadi bahan diskusi kita, karena selama ini pil dan suntik adalah alat kontrasepsi yang paling banyak diminati peserta," katanya. - Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan.

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues
Sindrom Baby Blues
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues - Kebahagiaan setelah kelahiran anak bisa sirna akibat depresi yang melanda. Gangguan depresi khas yang dialami oleh para ibu baru disebut oleh pakar sebagai postpartum syndrome, yang mungkin lebih sering Anda dengar dengan istilah baby blues.

Baby blues dapat terjadi kapan saja, tetapi umumnya adalah sekitar satu hingga tiga minggu setelah kelahiran anak. Dalam masa ini, Anda mungkin akan menjadi lebih mudah marah atau malah mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Nafsu makan mengalami perubahan, sementara Anda juga jadi gampang cemas atau sulit tidur. Sebagian ibu menjadi sangat mudah frustrasi saat berhadapan dengan anaknya, dan cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat menjadi ibu yang baik. Pada kasus lain ada juga ibu yang begitu takut memegang bayinya karena khawatir akan melukai bayi itu atau dirinya sendiri.

Menurut ahli, beberapa faktor psikologis dapat berpengaruh terhadap munculnya baby blues, mulai dari tekanan emosional hingga sisi kepribadian sang ibu baru. Simak beberapa hal yang bisa memicu timbulnya baby blues, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Kehamilan tidak direncanakan
Tidak siap untuk memiliki anak dapat berpengaruh pada kondisi emosional calon ibu pada saat hamil dan juga setelah melahirkan, kata Sara Rosenquist, PhD, psikolog dari Chapel Hill, North Carolina. Menurut penulis After the Stork: The Couple's Guide to Prevention and Overcoming Postpartum Depression ini, Anda perlu mencoba untuk tidak terlalu berfokus pada aspek-aspek negatif dari memiliki anak.

"Pilihannya adalah menganggap anak itu sebagai karunia dalam hidup, atau sebaliknya," kata Rosenquist lagi. Bertukar pikiranlah dengan sesama ibu, agar Anda lebih positif dalam menyambut kelahiran bayi dalam keluarga.

2. Hubungan dengan pasangan sedang bermasalah
Stres akibat masalah dengan pasangan bisa berpengaruh terhadap munculnya baby blues. "Adanya masalah bisa meningkatkan rasa kecewa Anda," papar Rosenquist. "Sementara konflik tak berkesudahan dengan pasangan dapat menimbulkan depresi." Datangnya anggota keluarga baru dapat dianggap sebagai tambahan masalah.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya sejak awal Anda sudah mulai berkonsultasi dengan penasihat perkawinan. Dengan begitu, energi dan waktu Anda tidak dihabiskan untuk hal-hal yang negatif sehingga lebih siap untuk hal yang lebih besar, yaitu kelahiran anak.

3. Kurangnya dukungan keluarga
Pasangan yang tidak membantu dalam merawat anak bisa membuat Anda putus asa pada masa awal memiliki anak. Begitu juga jika Anda tidak memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang dapat membantu merawat bayi. Padahal, adanya dukungan yang besar dari orang-orang sekitar dapat membuat Anda merasa lebih kuat dan percaya diri dalam merawat bayi.

Mulai membangun sistem support sebelum sang bayi lahir, menurut profesor Psikologi Michael O'Hara, PhD, dari University of Iowa, dapat sangat membantu mengatasi masalah ini. Jika tidak ada teman yang tinggal di dekat Anda, cobalah mulai berteman dengan para ibu di daerah sekitar rumah. Atau, andalkan bantuan dari baby sitter.

4. Anda baru mengalami kejadian yang pahit
Perceraian atau kematian dari anggota keluarga dapat menambah risiko Anda untuk mengalami postpartum syndrome. Bahkan, perubahan drastis seperti baru pindah rumah juga dapat memberikan dampak yang serupa, begitu menurut Maria Muzik, MD, dari University of Michigan Health System. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil untuk menghindari adanya perubahan hidup terlalu besar (yang tentunya disengaja) selama kehamilan dan setelah melahirkan. Jika bisa, tunda rencana pindah rumah hingga Anda merasa lebih stabil.

5. Anda terlalu perfeksionis
Selalu mengharapkan segalanya berjalan sempurna bisa membuat seseorang jadi mudah frustrasi pada saat yang terjadi adalah sebaliknya. Itu sebabnya, menurut Kim Zittel, PhD, MSW, asisten profesor di bidang sosial dari Buffalo State College, New York, Anda perlu sedikit menurunkan standar.

"Para perfeksionis akan menuntut dirinya sendiri menjadi ibu yang sempurna. Ia juga mengharapkan pasangannya akan menjadi ayah teladan, dan anaknya adalah bayi yang manis bagaikan malaikat," tutur Zittel lagi.

Begitu hal ini tidak tercapai, para ibu ini akan mulai menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam depresi. Lebih baik, Anda mencoba untuk bersikap lebih realistis dan belajar untuk menerima segala hal dengan pikiran terbuka - Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues.

Sabtu, 05 Mei 2012

Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil

Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil
Senam Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil - Setiap ibu hamil hendaknya tetap melakukan aktivitas fisik selama masa kehamilan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Tidak hanya itu, olahraga saat hamil juga dapat membantu mempermudah berlangsungnya proses persalinan.

"Dengan olahraga, suplai darah, mood, serta vitalitas seseorang akan lebih baik. Sehingga, suplai aliran darah ke bayi lebih baik dan kemungkinan untuk terjadinya suatu kontraksi yang diharapkan juga akan lebih on time," ucap dr. UF Bagazi Sp.OG, dokter spesialis kandungan Brawijaya Women and Children Hospital, Sabtu, (29/4/2012).

Menurut Bagazi, jenis olahraga untuk ibu hamil pada prinsipnya adalah tidak boleh yang high impact dan menggunakan punggung serta persendian yang terlalu kuat seperti misalnya tennis, menunggang kuda, diving dan naik gunung. Jenis olahraga yang dianjurkan dan aman untuk ibu hamil adalah jalan santai, sepeda statis, renang dan erobik.

"Karena dengan olahraga ini, sirkulasi darah lebih baik kemudian tidak ada pembebanan di tumpuan-tumpuan badan seperti lutut, engkel, tulang belakang, yang bisa menyebabkan nyeri," jelasnya.

Lebih lanjut Bagazi mengatakan, olahraga pada bumil (ibu hamil) dapat dilakukan setiap hari selama 30 menit atau 5 kali dalam seminggu. Tetapi ia menekankan, olahraga saat hamil tidak diperkenankan untuk mereka yang masih pemula atau tidak pernah melakukan olahraga saat hamil sebelumnya.

Untuk amannya, buat ibu hamil yang masih pemula namun ingin berolahraga harus dimulai dengan intensitas yang ringan. Mulailah perlahan dengan durasi lima menit setiap minggu kemudian ditambah 5 menit setiap minggunya sampai dengan 30 menit.

"Exercise akan lebih mudah dilakukan pada awal 24 minggu usia kehamilan. Sedangkan tiga bulan terakhir akan lebih susah karena faktor tubuh saat hamil tua," ungkapnya - Manfaat dan Jenis Olahraga Untuk Ibu Hamil.

Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu

Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu - Bayi yang lahir terlambat atau melewati masa kehamilan normal memiliki risiko yang lebih tinggi terkena masalah kesehatan di kemudian hari. Bayi yang lahir melebihi masa 42 minggu kehamilan akan menderita masalah perilaku seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder) atau gangguan mental di usia dini. Gangguan ini seringkali diperlihatkan dengan adanya hiperaktivitas ketika anak mulai berjalan.

Seperti yang dimuat International Journal of Epidemiology, para ahli mengimbau  para wanita untuk menyadari risiko kehamilan yang terlalu lama.
Penelitian yang dilakukan di Belanda menunjukkan, banyak wanita yang tidak melakukan induksi walau masa kehamilannya telah lebih dari 42 minggu. Dalam penelitian tersebut terungkap, lebih dari 5.000 bayi yang lahir setelah 42 minggu memiliki masalah perilaku dan dua kali lebih besar risikonya terkena ADHD.

Ketua peneliti Dr. Hanan El Marroun dari Department of Child and Adolescent Psychiatry di Erasmus MC-Sophia, Rotterdam mengatakan kehamilan yang terlalu lama atau bahkan terlalu cepat dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang. ”Setiap wanita hamil tahu, bayi prematur tidak baik, lalu mengapa kita tidak mempertanyakan jika seorang anak lahir terlalu lama?” katanya kepada BBC News.

Di Inggris, terdapat prosedur yang mengharuskan wanita hamil  diinduksi jika masa kehamilannya telah memasuki usia 41 atau 42 minggu. Selain itu, para ibu  juga diingatkan tentang kemungkinan komplikasi jika mereka memperpanjang kehamilannya. Komplikasi yang dimaksud adalah kematian saat lahir dan kesulitan dalam pertumbuhan. Namun, sebagian kecil wanita percaya bahwa bayi akan lahir dengan sendirinya tanpa diberikan intervensi medis (induksi).

Dr. Virginia Beckett seorang konsultan kebidanan dan juga ginekologi sekaligus juru bicara Royal College of Obstetricians dan Gynaecologists mengatakan, “Di Inggris, biasa jika wanita mempertahankan kehamilan mereka walaupun melebihi 42 minggu. Beberapa ibu akan memilih melewati 42 minggu dan saran kami hal tersebut dapat meningkatkan risiko kematian saat bayi lahir dan komplikasi lain.” - Resiko Kehamilan Diatas 42 Minggu.

Rabu, 02 Mei 2012

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental - Belakangan ini sering terdengar banyak kasus tentang autisme pada anak. Cacat mental dan kelainan pada anak dapat diminimalisir dengan tindakan preventif dari sang ibu ketika hamil.

Studi baru menghubungkan peningkatan angka autisme secara dramatis dipengaruhi oleh mutasi genetik. Studi lain menyatakan autisme disebabkan oleh antidepresan dan faktor lingkungan lainnya.

Laporan terakhir mengatakan 1 diantara 88 anak menderita autis. Hal ini bukan berita yang mengejutkan lagi, mengingat dunia kini diliputi bahan kimia, stres, depresi, lingkungan yang kacau dan sejumlah besar penyakit.

Berikut 5 tindakan yang dapat dilakukan oleh ibu untuk mencegah kelahiran bayi dengan cacat mental seperti dikutip dari fitpregnancy, Selasa (24/4/2012) antara lain:

1. Jangan Terlalu Parno akan Keganjilan Otak Anak
1 dari 88 bayi menderita autis adalah statistik yang menakutkan. Tapi hal ini berarti masih banyak kemungkinan Anda melahirkan bayi yang sehat. Keganjilan pada otak bayi bukan hanya pertanda autisme tetapi mungkin saja anak memiliki otak yang jenius atau sangat sensitif, artistik, ilmiah, memiliki musikalitas tinggi, atau berbakat seperti Albert Einstein, yang sebelumnya dicurigai menderita autis. Lakukan kontrol ke dokter secara teratur terhadap perkembangan anak Anda.

2. Atasi stres
Stres dan depresi emosional merupakan kasus yang telah umum, khususnya di kalangan perempuan. Jangan menggunakan obat antidepresan untuk meredakan stres karena menurut beberapa studi sebelumnya hal ini berbahaya bagi janin.

Anda dapat mengurangi stres dengan melakukan meditasi, berolahraga, terapi atau mengonsultasikannya kepada dokter agar mendapatkan saran yang tepat.

3. Ubah Lingkungan Anda
Lingkungan rumah yang sehat akan membuat bayi dalam kandungan Anda juga tumbuh dengan sehat. Mulailah mengubah lingkungan Anda dengan membersihkan sumbatan di parit, membersihkan perabot rumah dengan bahan pembersih yang alami seperti baking soda, jus lemon, cuka dan air panas.

4. Mengubah diet Anda
Setiap makanan yang Anda makan akan diserap ke dalam aliran darah Anda. Pewarna dalam permen, perasa buatan dalam sirup dan pengawet dalam makanan kemasan akan ditransfer melalui plasenta yang dapat merangsang pertumbuhan otak kecil bayi dalam rahim Anda.

Jika Anda seorang pria, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam makanan tersebut akan berpengaruh pada kualitas sperma. Sekarang ini sedang diadakan penelitian mengenai mutasi genetik yang dikaitkan dengan autisme dengan meneliti sperma.

5. Jangan Terlalu Over dalam Vaksinasi
Kekhawatiran mengenai risiko cacat mental yang mengancam jiwa anak Anda tidak harus diantisipasi dengan memberikan berbagai macam vaksin. Jika hal itu dilakukan maka akan membuat nyawa anak terancam karena pemberian vaksin yang tepat harus diberikan satu per satu sesuai dengan umur bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan vaksinasi pada anak Anda - Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental.

Selasa, 01 Mei 2012

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran
Kafein
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran - Wanita hamil sebaiknya menghindari minuman kopi atau berkafein karena berdasarkan hasil penelitian terbaru konsumsi kafein dapat memperbesar risiko mengalami keguguran.

Hasil riset terbaru yang dipublikasikan American Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwa konsumsi kopi - bahkan dalam tingkat moderat di awal masa kehamilan - dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.

Food Standards Agency sebenarnya telah memberi batas maksimal untuk konsumsi kafein selama hamil yakni sekitar 300mg atau setara dengan empat cangkir kecil kopi setiap hari. Namun dari penelitian terungkap fakta bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200mg kafein setiap hari mengalami peningkatan risiko hingga dua kali lipat ketimbang yang tidak mengonsumsinya.

Sejauh ini, ada tiga faktor risiko yang dikenal dapat memicu terjadinya keguguran seperti usia saat kehamilan, sejarah mengalami keguguran, serta infertilittas. Namun penyebab utama keguguran belum sepenuhnya dapat dipahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri merupakan faktor risiko yang kerap diperdebatkan, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang bertolak belakang.

Untuk riset yang paling mutakhir ini, Dr De-Kun Li dan koleganya di Kaiser Permanente Division of Research, meneliti 1.063 wanita yang baru memasuki usia kehamilan satu hingga dua bulan. Peneliti meminta para wanita untuk membuat catatan harian mengenai asupan kafein dari awal masa hamil hingga pekan ke-20.

Ketika peneliti membandingkan informasi ini dengan jumlah wanita yang mengalami keguguran hingga 20 minggu kehamilan, tercatat 172 wanita memiliki kaitan dengan kafein. Perbandingan antara yang tidak mengonsumsi kafein dengan wanita yang mengonsumsi hingga 200mg kafein sehari dari segi peningkatan risikonya mencapai 15% versus 12%. Sedangkan wanita yang meminum lebih dari 200mg risikonya mencapai 25%.

"Pesan utama buat para wanita hamil dari temuan ini adalah mereka mungkin seharusnya mempertimbangkan untuk menghentikan konsumsi kafein selama kehamilan," ungkap Dr Li.

Menurut peneliti, asupan kafeine dapat melewati plasenta hingga masuk kandungan. Namun belum jelas bagaimana kafein dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Para ahli mengatakan bahwa mereka siap mereview kembali riset ini jika ada saran untuk mengubahnya. Namun Pat O'Brien, konsultan kebidanan dan jurubicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakan munculnya temuan ini membuat pihaknya harus menyarankan para wanita hamil untuk menghindari kafein dalam 12 minggu pertama kehamilan.

"Masa 12 minggu pertama kehamilan adalah periode yang sangat rentan untuk bayi. Pada tahap inilah kasus keguguran seringkali terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar wanita di awal masa kehamilan juga sebaiknya menghindari minuman-minuman beraroma kafein dan seringkali memang sulit untuk membuat mereka pantang menikmatinya. Namun begitu,O'Brien mengakui pula bahwa hingga saat ini belum jelas apakah wanita hamil wajib menghindari kafein pada masa-masa hamil tua - Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran.

Senin, 30 April 2012

Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil

Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil
Energi dan Gizi Ibu Hamil 
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil - Kehamilan merupakan salah satu peristiwa paling membahagiakan dan menantang dalam kehidupan seorang wanita. Banyak hal harus disiapkan mulai dari menghindari segala bentuk candu yang berbahaya seperti rokok, minuman, dan masih banyak lagi.

Lingkungan sekitar dan makanan yang Anda asup akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi. Karena inilah saatnya bayi mulai bertumbuh dan berkembang. Tidak heran bila gizi dan energi ekstra sangat diperlukan untuk mendukung tuntutan metabolisme si janin juga sang ibu sendiri.

Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda dan pada umumnya wanita hamil dianjurkan untuk menambah konsumsi kalori hariannya hingga 300 kilo kalori. Ini sama dengan :
• 2 potong roti gandum dengan keju atau
• 200 gram yogurt dengan 45gram sereal gandum/havermut atau
• Tambahan ½ mangkuk nasi atau tambahan ½ mangkuk mie untuk makan malam atau
• 1 gelas susu skim, 1 lembar daging/ayam/ikan ukuran sedang dan 150gram yogurt

Yang jelas, amat penting bagi wanita hamil untuk melakukan diet seimbang dan sehat, yang terdiri dari semua kelompok makanan seperti susu, buah-buahan, sayuran, ikan, daging, telur, lemak dan karbohidrat. Dengan demikian, Anda akan bisa mendapatkan jumlah energi yang cukup. Gunakanlah piramida makanan sehat sebagai pedoman memilih menu makanan dan ingatlah untuk terus makan yang bervariasi.

Di bagian bawah piramida makanan sehat adalah makanan yang harus sering dikonsumsi karena rendah lemak, kaya serat dan mengenyangkan. Beberapa pilihan makanan sumber karbohidrat adalah nasi, sereal gandum, roti berserat, nasi basmati, nasi coklat, mie dan pasta.

Di bagian tengah piramid adalah makanan yang sebaiknya dimakan dengan porsi secukupnya karena banyak mengandung protein, berbagai jenis vitamin dan mineral. Beberapa pilihannya adalah daging, ikan, ayam, makanan laut, telur, tahu, buncis, kacang, kacang polong dan produk susu rendah lemak. Jangan lupa untuk menambahkan buah dan sayuran setiap harinya.

Sementara makanan yang harus dimakan sedikit saja terletak di bagian paling atas piramid. Karena makanan ini banyak mengandung gula, lemak, garam dan alkohol. Meskipun lemak baik itu penting, namun lemak sebaiknya dikonsumsi sedikit saja karena tubuh kita telah menerima asupan lemak dari pola makan di hari-hari biasa. Ada baiknya hindari menambah berat yang tidak perlu saat mengandung! - Kebutuhan Energi dan Gizi Ibu Hamil.

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat
Makanan Berserat
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat Makanan berserat bagi ibu hamil ternyata bisa berarti sangat penting. Menambah asupan serat dalam menu makanan sehari-hari terbukti dapat menurunkan risiko mengidap preeklamsia.

Sebuah riset yang dimuat American Journal of Hypertension menunjukkan, wanita hamil yang meningkatkan asupan seratnya sebanyak 5 gram sehari—setara dengan 2 helai roti gandum murni—mengalami penurunan risiko preeklamsia sekitar 14 persen.

Dr Chunfang Qiu dan timnya dari Swedish Medical Center di Seattle, Washington, melaporkan hasil temuan bahwa tingginya asupan serat sebelum dan selama awal kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia secara signifikan di antara 1.538 wanita hamil yang mereka pantau.

Qiu mengumpulkan data tentang asupan serat dalam kurun 3 bulan sebelum dan selama awal kehamilan dari para partisipan yang kehamilannya tidak mengalami komplikasi. Selama riset, tercatat 64 partisipan mengidap preeklamsia.

Mencegah preeklamsi dengan makanan tinggi serat. Dari hasil analisis terungkap, wanita yang mengonsumsi sedikitnya  21,2 gram serat per hari risikonya 67 persen lebih rendah mengidap preeklamsia dibanding mereka yang asupan seratnya kurang dari 11,9 gram sehari.  Peneliti mencatat bahwa setiap penambahan  5 gram asupan serat dalam sehari berarti dapat menurunkan risiko preeklamsia  hingga 14 persen.

Perhitungan ini diambil setelah peneliti mempertimbangkan faktor lainnya yang berpotensi memicu preeklamsia seperti asupan energi total, usia kehamilan, ras/etnis, jumlah kehamilan, dan berat badan sebelum kehamilan. Selain itu, wanita yang asupan seratnya paling tinggi kadar trigliseridanya tercatat 12 poin lebih rendah dan kadar HDL-nya (kolesterol baik) 2,6 poin lebih tinggi dibanding wanita yang asupan seratnya rendah.

Preeklamsia merupakan suatu  kondisi berbahaya pada wanita hamil dan penyebab utama kelahiran prematur. Preeklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah, pembengkakan pada wajah dan tumit,  serta adanya protein dalam urine. Preeklamsia dialami satu dari 10 wanita hamil. Bayi dari ibu yang mengalami preeklamsia kebanyakan lahir prematur dan terganggu perkembangannya - Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat.

Sabtu, 28 April 2012

Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui

Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui
Masa Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui - Kehamilan dan menyusui adalah dua proses paling penting yang dapat menentukan kesehatan bayi. Hasil kajian ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pemberian probiotik selama masa kehamilan dan menyusui dapat mempromosikan atau meningkatkan sistem kekebalan pada bayi.

"Alergi dan eksim adalah dua masalah kesehatan yang sering dialami oleh bayi baru lahir. Dengan probiotik, daya tahan tubuh akan meningkat dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit tersebut," kata Erika Isolauri, MD, D. Med. Sci, pakar ilmu kesehatan bayi dari Universitas Turku, Finlandia dalam acara temu media, Selasa, (13/3/2012), di Jakarta..

Erika menerangkan, ketika seorang ibu mengonsumsi probiotik selama kehamilan dan menyusui, maka akan merangsang tubuh memproduksi immunoglobulin A (sistem komponen kekebalan yang membantu mempertahankan tubuh terhadap alergen) yang ditransfer ke bayi melalui darah atau ASI.
Hal ini berarti, ibu akan memberikan bayinya sistem kekebalan tubuh yang diperlukan untuk melawan risiko alergi dan eksim selama dua tahun pertama. Eksim adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan gatal parah, sering dengan kemerahan dan pengelupasan.

"Manfaat lainnya, probiotik juga membantu menyehatkan keseimbangan mikrobiota usus sejak dini, sehingga dapat dijadikan cara untuk mengontrol kenaikan berat badan yang berlebihan," jelasnya.

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mirip dengan mikroorganisme menguntungkan yang ditemukan secara alami dalam usus manusia. Erika mengungkapkan, probiotik bisa didapatkan dalam bentuk produk makanan yang diperkaya dengan bakteri seperti Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium.

Melahirkan caesar, bayi kurang probiotik
Sementara itu Prof.DR.Dr.med Ali Baziad Sp.OG (K) dari Brawijaya Hospital mengatakan, populasi mikrobiota di dalam usus bayi sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, cara persalinan, lingkungan saat kelahiran, dan pola atau kebiasaan pemberian makanan.

Menurut Ali, untuk ibu hamil yang memilih persalinan dengan cara caesar, bayi mereka akan cenderung memiliki sedikit kandungan probiotik di dalam tubuhnya. Di samping itu, berat badan yang berlebihan dan penggunaan antibiotik yang terlampau sering juga dapat menurunkan supplay bakteri baik dari ibu ke bayi.

"Kebanyakan ibu sekarang maunya lahir caesar. Padahal kalau lahir caesar bayi kurang mendapatkan probiotik. Akibatnya risiko bayi menderita asma, infeksi, dan alergi akan meningkat," ucapnya.

Ali menerangkan, pada bayi yang lahir dengan cara normal, bayi akan terpapar lebih banyak probiotik karena kontak dengan usus ibu berlangsung cukup lama. Selain itu, ketika bayi melewati vagina, ia juga akan terpapar kuman sehat yang ada di vagina ibunya.

"Oleh karena itu, jangan sering-sering cuci vagina, misalnya pake daun sirih dan atau bahan lainnya, karena kuman sehat bisa mati," terangnya.

Lebih lanjut Ali mengimbau agar para ibu menyusui tidak malas dalam memberikan ASI kepada bayi mereka karena ASI mengandung probiotik dan prebiotik (oligosakrida) alami yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI kaya akan kandungan bioaktif, memberikan tidak hanya perlindungan pasif, namun juga secara aktif menstimulasi perkembangan sistem imun bayi - Manfaat Probiotik Saat Masa Kehamilan dan Menyusui.

Jumat, 27 April 2012

Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan

Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan - Berencana untuk mempunyai anak tetapi sulit mendapatkan kehamilan? Mungkin ada masalah dengan kesuburan pasangan. Kehamilan bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kesuburan saja, tetapi beberapa gaya hidup dapat menghambat kehamilan.

Berikut 9 faktor yang bisa menghambat kehamilan seperti dikutip dari lifescript, Rabu (25/4/2012) antara lain:

1. Menunda Kehamilan Terlalu Lama
Kebanyakan wanita menunda kehamilan demi mengejar karir. Padahal, ketika Anda mulai menginjak usia 30 - 40 tahun, akan sulit untuk hamil. Bahkan ketika wanita berumur 45 tahun, hampir tidak mungkin bisa hamil.

"Semakin tua usia wanita, jumlah produksi sel telurnya akan berkurang dan terjadi penurunan kualitas secara dramatis. Tubuh wanita tidak dirancang evolusioner untuk hamil dengan mudah seperti ketika wanita berada di usia 20-an tahun," kata Mousa Shamonki, MD, direktur spesialis kesuburan di University of California.

Jika Anda telah menemukan pasangan hidup dan berencana memiliki beberapa anak, sebaiknya jangan menunda kehamilan terlalu lama demi karir atau alasan lain.

2. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Human papillomavirus atau HPV, adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Hal ini dapat mengakibatkan displasia serviks, pertumbuhan abnormal sel dan kanker jika tidak terdeteksi.

Prosedur penghapus sel-sel yang abnormal karena infeksi virus HPV kadang-kadang membuat sulit untuk hamil atau membawa bayi untuk istilah. Jika tidak segera diobati, sekitar 10% -15% wanita dengan penyakit klamidia akibat HPV akan menderita penyakit radang panggul (PID), yang dapat merusak tuba falopi dan jaringan dalam dan dekat uterus dan ovarium.

Sebanyak 93% wanita yang pernah mengalami masalah pada tuba falopi karena PID tidak dapat hamil sesudahnya.

3. Jumlah Sperma Sedikit
Kesuburan tidak tergantung pada wanita saja, tetapi juga pada sperma pria. Jumlah sperma yang rendah atau kurang dari 20 juta sperma per mililiter air mani sangat kurang untuk membuahi sel telur. Menurut Mayo Clinic, ejakulasi normal harus mengandung setidaknya 39 juta sperma.

Seorang wanita tetap bisa hamil meskipun jumlah sperma yang dikeluarkan oleh suaminya terlalu sedikit, tetapi akan membutuhkan waktu yang lama. Konsultasikan mengenai masalah rendahnya produksi sperma tersebut ke dokter.

4. Anda Terlalu Kurus
Hampir semua wanita mengidamkan tubuh yang langsing dan indah dengan cara berolahraga dan diet ketat. Orang yang terlalu ramping akan cenderung susah hamil.

"Kurangnya lemak bisa memperlambat produksi hormon-hormon yang diperlukan untuk ovulasi, termasuk hormon estrogen. Estrogen dan testosteron, yang merangsang produksi sperma berasal dari kolesterol. Jadi sedikit lemak bagus untuk wanita hamil," kata John Norian, M.D., dokter spesialis kesuburan di Loma Linda University’s Center for Fertility, California.

Mintalah dokter Anda untuk menentukan berat badan yang ideal untuk mengoptimalkan kesuburan.

5. Anda Terlalu Gemuk
Wanita yang mempunyai masalah kelebihan berat badan juga mungkin sulit untuk hamil. Hal ini karena sel-sel lemak terlalu banyak menyebabkan kelebihan produksi estrogen, sehingga ovulasi tidak teratur. Juga, obesitas dapat meningkatkan risiko keguguran. "Pada pria kelebihan berat badan, akan membuat gerak sperma lambat dan jumlah sperma mungkin turun karena testis menjadi terlalu hangat karena badan yang gemuk," kata Norian.

Cobalah untuk menurunkan berat badan sebelum mencoba untuk hamil.

6. Berolahraga terlalu Berat
Olahraga memang sangat baik untuk Anda, tetapi olahraga yang terlalu berat malah akan membuat Anda susah mendapatkan kehamilan.

"Wanita yang terlalu keras berolahraga akan kehilangan lemak tubuh yang membantu memproduksi estrogen, yang memacu ovulasi. Berolahraga cukup dilakukan 4-5 hari per minggu selama 30 menit untuk menjaga denyut jantung 120-130 denyut per menit," kata Norian.

Pria yang berolahraga terlalu banyak juga dapat menaikkan suhu internal dari testis yang menyebabkan sperma mati. Olahraga yang terlalu over juga dapat mempengaruhi bentuk sperma, faktor utama dari infertilitas.

7. Konsumsi Suplemen
Kadang-kadang kebiasaan yang baik, seperti mengonsumsi vitamin, ternyata berisiko terhadap kehamilan. Terlalu banyak vitamin A yang disimpan dalam tubuh dapat menyebabkan cacat lahir, kelainan hati dan gangguan lain.

Wanita 19 tahun dan lebih tua harus mengambil tidak lebih dari 5.000 IU per hari, yang setidaknya 50% berasal dari beta-karoten, biasanya jumlah dalam multivitamin. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi suplemen. Pastikan suplemen yang Anda konsumsi tidak menghambat beberapa hormon yang mengganggu kesuburan.

8. Pelumas
Hampir setiap pelumas dapat membahayakan sperma dan berisiko terhadap infertilitas. Periksa label pelumas untuk memastikan cairan tersebut tidak mengandung bahan spermisida. Jika Anda harus menggunakan pelumas, pilihlah pelumas dengan bahan berbasis air, bukan berbasis minyak bumi karena dapat memperlambat sperma.

9. Faktor Lain
Beberapa faktor yang mengahmbat kehamilan adalah kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan terlalu banyak asupan kafein dalam tubuh - Faktor Penyebab Yang Bisa Menghambat Kehamilan.

Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang

Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang - Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Untuk mencegah kejadian buruk ini, ibu hamil disarankan untuk banyak memakan pisang.

"Saat hamil, tubuh ibu membutuhkan banyak energi. Pisang adalah makanan terbaik karena mengandung vitamin yang diperlukan. Dua buah pisang cukup memenuhi asupan zat besi pasien anemia. Pisang juga mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim," kata Kathleen Zelman, MPH, RD, direktur Nutrisi dan Klinik Penurunan Berat Badan WebMD seperti dilansir WebMD, Senin (12/3/2012).

Asam folat atau vitamin B9 adalah jenis vitamin B yang larut dalam air. Asam folat terkandung secara alami dalam makanan. Pada manusia, asam folat diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan sel darah merah muda dan menyebabkan anemia.

Cegah anemia saat hamil dengan makan pisang. Asam folat penting untuk perkembangan selubung saraf selama kehamilan yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan asam folat pada wanita hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau mengalami cacat pada selubung sarafnya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 0,4 mg asam folat setiap hari sebelum pembuahan dan awal kehamilan dapat mengurangi risiko melahirkan bayi cacat tabung saraf hingga 70%. Namun, jangan makan pisang berlebihan sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

"Mual di pagi hari saat hamil merupakan tanda pertama kehamilan dan sering berlangsung hingga trimester pertama. Tetapi rasa sakit bisa terjadi setiap saat bukan hanya di pagi hari. Pisang yang juga diperkaya vitamin B6 dapat menenangkan asam lambung dan meningkatkan pencernaan," imbuh dr Zelman.

Satu buah pisang juga mengandung sekitar 467 mg kalium, dan ibu hamil perlu 2000 mg kalium setiap harinya. Diyakini bahwa kram kaki, salah satu gejala yang paling tidak menyenangkan selama kehamilan, dapat diredakan dengan meningkatkan asupan kalium.

"Anemia akibat kekurangan zat besi adalah masalah utama ibu hamil, terutama saat melahirkan anak, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Pisang yang kaya zat besi bisa berdampak besar pada pemecahan masalah anemia karena kekurangan zat besi," kata Profesor James Dale, direktur Pusat Tanaman Tropis dan Biocommodities di Queensland University of Technology - Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang.

Rabu, 25 April 2012

Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan

Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan
Nutrisi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan - Banyak orang menganggap bahwa pemenuhan nutrisi yang baik diawali sejak bayi dilahirkan. Pemahaman tersebut harus diubah, karena pemenuhan nutrisi merupakan tanggungjawab ibu, dan mesti dipersiapkan sebelum memasuki masa kehamilan.

Demikian disampaikan Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (K), saat acara peluncuran SGM Bunda Presinutri, Kamis, (19/4/2012), di Jakarta.

Noroyono memaparkan, untuk menciptakan manusia berkualitas, memang perlu dibutuhan persiapan yang matang dari kedua orang tua calon bayi. "Untuk membangun rumah saja kita perlu perencanaan dan persiapan yang matang, tapi kenapa untuk anak kita tidak pernah mempersiapkannya dan berkonsultasi kepada ahlinya," ujarnya.

Berbagai penelitian menunjukkan, status gizi dan kesehatan seseorang ketika dewasa berhubungan dengan kondisi nutrisi ibu ketika hamil. Defisiensi nutrisi secara langsung juga akan memengaruhi kondisi kehamilan dan proses persalinan.

Noroyono menegaskan, banyak orang tidak sadar dan mengira bahwa mulai dari tahap pembentukan zigot (sel telur yang dibuahi) segala sesuatu yang didapat calon bayi di dalam rahim seolah-olah semuanya gratis. Padahal, bila cadangan nutrisi dalam tubuh ibu tidak baik dan kualitasnya buruk, tentu akan memengaruhi perkembangan janin.

"Kalau di suatu negara dipenuhi manusia yang mengalami learning disability dan behavioral problem, maka negara akan rusak. Ini terkait dengan tidak terpenuhinya nutrisi makanan," ujarnya.

Lebih lanjut Noroyono mengatakan, seseorang yang berencana untuk hamil sebaiknya mengetahui status nutrisi mereka. Dengan mengetahui status nutrisi, calon ibu dapat melakukan terapi nutrisi untuk kemudian menutup atau mengejar kekurangan vitamin atau mineral tertentu yang dibutuhkan tubuh.

Masalah nutrisi yang paling umum ditemui ibu hamil di Indonesia, kata Noroyono, terutama di golongan ekonomi menengah ke bawah adalah defisiensi zat besi, asam folat dan vitamin A. Riset membuktikan, kekurangan besi dapat menurunkan kemampuan kognitif anak. Zat besi berperan dalam pembentukan cangkang neurotransmiter, dan memengaruhi kecepatan neurotransmiter pada otak.

Sementara pada ibu hamil yang kekurangan vitamin A, lanjutnya, diafragma (suatu lapisan yang membatasi antara paru-paru, jantung, hati dan usus) berisiko mengalami kebocoran. "Kalau bocor maka usus bisa masuk ke paru-paru dan kemudian menyebabkan kematian," cetusnya.

Sedangkan kekurang mineral seperti zinc (seng) dapat berpotensi memicu diare dan anak pendek. "Anak yang berkualitas perlu persiapan yang komprehensif dan sangat bergantung pada apa yang ibu makan sebelum hamil, hamil dan menyusui," tutupnya - Nutrisi Lebih Baik Sebelum Memasuki Masa Kehamilan.

Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil

Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil
Hiperemesis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil - Hampir sebagian besar wanita hamil pernah mengalami mual atau muntah, terutama selama trimester pertama kehamilan. Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, hal ini sesungguhnya bisa dicegah dengan menjaga asupan makanan dan mengonsumsi suplemen vitamin tertentu.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG (K) mengatakan, faktor perubahan hormon, buruknya nutrisi dan rendahnya kadar vitamin B-6 dalam tubuh diduga memiliki kontribusi dalam memicu rasa mual atau muntah pada ibu hamil.

Ia menjelaskan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa agar ibu hamil tidak mengalami hiperemesis (muntah), sebelum hamil sebaiknya terlebih dahulu mengonsumsi suplemen vitamin B-6.
"Paling gampang minum B kompleks. Misalnya, 3-4 bulan sebelum hamil," katanya, saat acara peluncuran SGM Bunda Presinutri, Kamis, (19/4/2012), di Jakarta.

Cara mencegah rasa mual saat hamil. Menurut Noroyono, pada beberapa kasus hiperemesis biasanya tidak diperlukan pengobatan. Asalkan si calon ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik dan benar, gejala mual atau muntah tidak akan muncul.

Lebih lanjut dia menambahkan, ada sekitar 18-22 persen ibu hamil yang sama sekali tidak mengalami mual atau muntah. "Pas kita ukur ternyata kadar B-6 dalam darah lebih dari 222 nanogram. Orang yang mual atau muntah rata-rata kadar B-6 cuma 77 nanogram," jelasnya.

Hiperemesis adalah suatu keadaan pada awal kehamilan yang ditandai dengan rasa mual dan muntah yang berlebihan dalam waktu relatif lama. Keadaan ini bila tidak diatasi, dapat menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan - Cara Mencegah Rasa Mual Saat Hamil.

Rabu, 18 April 2012

Lebih Pintar Karena Minum Susu

Lebih Pintar Karena Minum Susu
Minum Susu Saat Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Lebih Pintar Karena Minum Susu - Berbeda dengan Indonesia, pemerintah Jepang benar-benar menganggap otak adalah sebagai aset bangsa. Wanita hamil di Jepang diberi 2 botol susu gratis yang diletakkan setiap hari di depan rumah agar otak janin berkembang secara optimal. Jadi tak heran bila otak orang Jepang ibarat komputer 'pentium 7'.

"Otak adalah aset, tapi saya belum melihat penyelenggara negara kita memandang manusia Indonesia sebagai aset. Kalau di negara maju, seperti Jepang dimana saya pernah menuntut ilmu, ada program khusus," jelas dr Muhammad Akbar, Sp.S, Ph.D, Ketua Bagian Saraf Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dalam acara Seminar Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Brain Development Kemenkes di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (6/12/2011).

Menurut dr Akbar, di Jepang bila ada wanita yang terdeteksi hamil, maka di depan rumahnya akan dikirimi 2 botol susu setiap hari secara gratis.

"Sehingga tidak mengherankan kalau otak manusia Jepang setara dengan komputer pentium 7," tegas dr Akbar.

Otak manusia terdiri dari 100 miliar hingga 1 triliun sel-sel neuron, yang bila dioptimalkan akan dapat berfungsi dengan sangat luar biasa. Perkembangan otak sangat peka pada masa prenatal (sebelum kelahiran) dan beberapa bulan setelah kelahiran.

Sebelum kelahiran, 250 ribu sel-sel otak terbentuk setiap menit. Pertumbuhan otak pada janin selama kehamilan juga sangat peka pada pengaruh lingkungan, seperti gizi ibu, infeksi, rokok, minuman alkohol, obat-obatan dan bahan toksik lainnya.

"Neuron itu ibarat chip prosesor yang merupakan bagian terpenting dari komputer. Maka jangan biarkan ibu-ibu hamil makan apa adanya. Berikan nutrisi yang baik agar anak-anak Indonesia sebagai penerus bangsa dapat memiliki otak minimal setara dengan 'pentium 5'," lanjut dr Akbar.

Bila dibandingkan, orang Indonesia juga lebih banyak hanya menggunakan otak kanan dan bila ada anak-anak yang memiliki kemampuan lebih pada otak kiri, orangtua di Indonesia cenderung malah 'mematikannya'.

"Di Indonesia orang kebanyakan hanya pakai otak kanan, sedangkan orang Jepang bisa menggunakan otak kanan dan kiri secara seimbang," jelas dr Akbar - Lebih Pintar Karena Minum Susu.

Minggu, 08 April 2012

Ingin Cepat Hamil Kurangi Olahraga Berlebihan

Ingin Cepat Hamil Kurangi Olahraga Berlebihan
Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Ingin Cepat Hamil Kurangi Olahraga Berlebihan - Olahraga yang berlebihan selama ini diketahui menjadi salah satu faktor pemberat bagi wanita yang ingin punya anak. Penemuan baru menunjukkan meski dalam porsi yang kecil olahraga dengan kategori kuat pun bisa mempengaruhi kesuburan.

 "Kami terkejut menemukan bahkan dalam jumlah yang relatif kecil dari aktivitas fisik yang kuat tampaknya memiliki dampak pada kesuburan," kata Lauren A. Wise, ScD, seorang profesor epidemiologi di Boston University School of Public Health seperti diansir dari WebMD, Jumat (16/3/2012).

Aerobik, senam, berenang, dan bersepeda secara rutin dianggap sebagai olahraga berat. Sedangkan jalan cepat, bersepeda santai, golf, dan berkebun dianggap olahraga tingkat sedang.

Maka itu jika ingin cepat hamil, disarankan kurangi dulu jumlah olahraga yang berlebihan tapi hanya melakukan olahraga dengan kategori sedang saja seperti jalan cepat.

Aktivitas fisik tingkat sedang ditemukan menguntungkan perempuan dari semua jenis tubuh dalam sebuah studi baru yang meneliti dampak berolahraga pada kesuburan.

Sedangkan olahraga secara rutin tampaknya dapat meningkatkan waktu untuk konsepsi bagi wanita dengan berat badan normal, tetapi tidak bagi wanita yang kelebihan berat badan.

Bagi wanita dengan berat badan normal yang melakukan olahraga penuh semangat selama 5 jam atau lebih dalam seminggu memiliki kemungkinan sekitar 42 persen lebih kecil untuk dapat hamil dalam setiap bulan daripada wanita yang tidak berolahraga sama sekali.

Semakin kuat atau berat olahraga yang dilakukan pada wanita dengan berat badan normal, maka kemungkinan untuk terjadi pembuahan dan kehamilan lebih rendah.

Penelitian tersebut telah melibatkan sekitar 3.000 wanita yang mencoba untuk hamil dan tidak menerima perawatan kesuburan. Tingkat aktivitas diukur dengan kuesioner tunggal yang diisi oleh para peserta penelitian setelah masuk dalam penelitian.

Ingin cepat hamil kurangi olahraga berlebihan. Hasil penelitian tersebut, antara lain:

1. Olahraga berat tampaknya tidak menunda waktu pembuahan pada wanita dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

2. Melakukan olahraga berat selama 5 jam atau lebih dalam seminggu mengurangi hampir setengah kemungkinan hamil pada bulan tertentu.

Hal tersebut berlaku di antara wanita yang telah mencoba namun gagal untuk hamil selama beberapa bulan sebelum masuk dalam penelitian.

3. Olahraga tingkat sedang untuk waktu yang lama dikaitkan dengan sedikit penurunan untuk kehamilan bagi wanita dari semua jenis tubuh.

Pesan yang berguna untuk wanita dengan kelebihan berat badan dan obesitas adalah bahwa olahraga apapun tampaknya lebih baik daripada tidak sama sekali. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko infertilitas, dan temuan ini menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan kesuburan pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas.

"Wanita yang tidak berolahraga sama sekali, harus didorong untuk mau beroloahraga ketika mencoba untuk hamil. Kebanyakan wanita yang sudah aktif secara fisik harus dapat terus berolahraga tanpa khawatir bahwa hal itu akan berdampak negatif kesuburan. Wanita yang berolahraga untuk menghilangkan stres tentu harus tetap berolahraga ketika ingin hamil kecuali ada alasan medis untuk melakukannya," kata Robert Brzyski, MD, PHD, seorang ahli kandungan di Texas - Ingin Cepat Hamil Kurangi Olahraga Berlebihan.

Kamis, 05 April 2012

Diet Saat Hamil Membuat Bayi Lahir Obesitas

Diet Saat Hamil Membuat Bayi Lahir Obesitas
Diet Saat Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Diet Saat Hamil Membuat Bayi Lahir Obesitas - Saat merencanakan kehamilan, sebaiknya perempuan harus memperhatikan pola makan dan jangan melakukan diet berlebihan. Studi baru menunjukkan bahwa perempuan yang hamil saat sedang diet bisa membuat bayi menjadi obesitas (kegemukan) dan berisiko menderita diabetes di kemudian hari.

Para ilmuwan di University of Manchester menemukan bahwa ibu yang hamil saat sedang menjalani diet dapat menyebabkan perubahan DNA pada otak janin dalam rahim.

Studi ini dilakukan terhadap domba betina, namun ilmuwan menegaskan bahwa temuan ini bisa berlaku pada manusia. Temuan ini juga bisa menjelaskan mengapa bayi kembar lebih mungkin menderita diabetes tipe 2 di usia dewasa.

Studi ini meneliti kehamilan kembar pada domba serta kehamilan induk domna yang menerima lebih sedikit makanan saat masa konsesi (pembuahan). Peneliti kemudian melihat jaringan otak anak domba yang belum lahir untuk melihat apakah ada perubahan dalam struktur DNA.

"Kami menemukan bahwa anak-anak domba kembar yang belum lahir memiliki perubahan struktur DNA di wilayah otak yang mengatur asupan makanan dan glukosa yang menghasilkan peluang peningkatan diabetes di masa dewasa," jelas pemimpin studi Anne White, seperti dilansir Dailymail, Rabu (4/4/2012).

Diet saat hamil membuat bayi lahir obesitas. Menurut Anne, temuan ini menunjukkan alasan mengapa anak kembar lebih mungkin menderita diabetes. Selain itu juga menunjukkan bahwa ibu yang tidak mendapatkan cukup makanan pada masa pembuahan mungkin memiliki anak yang tumbuh dengan peningkatan risiko diabetes.

Para peneliti percaya bahwa temuan ini relevan dengan manusia, karena peneliti mengungkapkan cara non-genetik atau 'epigenetik', di mana DNA keturunan dapat diubah.

"Studi kami penting karena menunjukkan bahwa faktor-faktor di otak dapat diubah oleh mekanisme non-keturunan dan ini menghasilkan perubahan dalam tubuh, yang bisa membuat orang gemuk," tambah Anne.

Hal ini ditekankan karena diet pada perempuan muda sangat umum dan dapat terjadi pada perempuan yang mungkin tidak tahu bahwa hamil.

Hasil studi ini sudah dipublikasikan dalam Journal of the Federation of American Societies for Experimental Biology - Diet Saat Hamil Membuat Bayi Lahir Obesitas.

Selasa, 03 April 2012

Tips dan Posisi Tidur Untuk Ibu Hamil

Tips dan Posisi Tidur Untuk Ibu Hamil
Posisi Tidur Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Tips dan Posisi Tidur Untuk Ibu Hamil - Tidur bagi ibu hamil merupakan sebuah kebutuhan. Adanya janin dalam perut memberikan ketegangan pada tubuh ibu, itu sebabnya ibu hamil cepat lelah dan membutuhkan waktu istirahat yang lebih banyak.

Tips dan posisi tidur untuk ibu hamil, agar perkembangan janin baik, seorang ibu harus memperhatikan kualitas maupun posisi tudur.

Berikut 10 tips yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil seperti dikutip dari coolhealthtips, Kamis (29/3/2012) antara lain:

1. Perbanyak Istirahat
Selama masa kehamilan cobalah untuk beristirahat sebanyak mungkin dan cobalah untuk menambah jam tidur Anda.

2. Tetapkan Jam Malam
Tidur di jam yang sama setiap malam akan membiasakan tubuh memiliki jadwal khusus untuk beristirahat. Hal ini bagus untuk kesehatan ibu dan janin.

3. Tidur dengan Posisi Kepala dan Leher Terangkat.
Tips dan posisi tidur untuk ibu hamil, tidur dengan kepala dan leher diangkat dapat menurunkan asam lambung.

4. Hindari Mimpi Buruk
Pikiran yang penuh beban ketika pergi tidur kadang akan terbawa sampai ke mimpi. Untuk menghindari mimpi buruk, berbagilah dengan pasangan mengenai masalah dan ketakutan Anda dan hindari makan malam yang terlalu banyak.

5. Gunakan Bantal Tambahan
Pada trimester pertama kehamilan, Anda dapat menggunakan bantal tambahan antara lutut atau di bawah perut agar badan lebih nyaman ketika tidur.

6. Pakailah Bantal Panjang
Anda akan dapat menikmati tidur yang lebih baik pada trimester kedua kehamilan dengan menempatkan bantal di antara kedua lutut dan bantal yang memanjang dari punggung hingga perut.

7. Tidur Miring ke Kiri
Pada trimester ketiga, cobalah untuk tidur miring ke kiri sehingga sirkulasi darah dapat ditingkatkan ke arah rahim, janin dan ginjal. Sirkulasi darah pada jantung juga dapat ditingkatkan dengan cara ini.

8. Lakukan Aktivitas Kecil
Memasuki trimester ketiga, ibu hamil kadang tidak bisa tidur di malam hari. Lakukan beberapa kegiatan seperti menonton TV dan mendengarkan musik sebelum Anda mencoba untuk tidur kembali.

9. Atasi Kram Kaki
ibu hamil kadang mengalami kram di kaki, untuk mengatasinya luruskan kaki dan gerak-gerakkan kaki Anda ke atas ketika sedang berbaring di tempat tidur.

Masa kehamilan menuntut ibu untuk lebih banyak beristirahat dan tidak stres karena hal ini akan menjamin pertumbuhan janin yang sehat. Hindarilah melakukan pekerjaan yang berat, olah raga yang teratur dan makan makanan yang bergizi - Tips dan Posisi Tidur Untuk Ibu Hamil.