Selasa, 15 November 2011

Usia Lelaki dan Kesuburannya

 Tak hanya wanita yang memiliki keterbatasan waktu, terkait kemungkinan untuk hamil. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan pria untuk memiliki anak juga terus menurun. Hal ini berdasarkan analisis yang dilakukan tim dari Huntingdon Reproductive Medicine Centre di Brasil

Ternyata, kesempatan pria untuk bisa menghamili pasangannya akan menurun sebesar 7 persen tiap tahunnya, ketika berusia 41 hingga 45 tahun. Kesempatan pun akan semakin kecil, seiring bertambahnya usia. Itu karena, kualitas sperma akan terus menurun seiring berjalannya waktu.  

Sampai saat ini, dalam hal menghasilkan keturunan, wanita lebih banyak mendapat tekanan. Salah satunya adalah menikah saat usia masih muda karena kualitas telur masih baik. Padahal, kondisi kesehatan seksual pria juga berperan besar dalam hal kemungkinan kehamilan

"Kondisinya memang tidak sama seperti wanita. Tapi pria juga tidak bisa menunggu lama. Setelah usia 45 tahun, kemungkinan untuk memiliki anak semakin kecil," kata Dr. Fettback Paula, kepala penelitian, dikutip dari Telegraph.co.uk.

Dalam penelitian yang dipublikasi dalam pertemuan American Society for Reproductive Medicine ini, Fettback menganalisis 570 perawatan IVF (In Vitro Fertilisation) dikliniknya, antara Maret 2008 hingga April 2011. 

Untuk memastikan bahwa umur wanita tidak memengaruhi penelitian, hanya telur dari perempuan muda dan sehat yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan ketika suami memasuki usia 41 tahun, kesempatan pasangan untuk memiliki anak hanya 60 persen.

"Analisis kami menunjukkan tiap bertambahnya usia suami, kesempatan untuk hamil berkurang sebesar 7 persen," kata Dr. Fettback.

Lalu, saat sang suami berusia 45 tahun, kesempatan pasangan untuk memiliki anak berkurang lagi sebesar 35 persen, dan akan terus menurun secara signifikan. Menurut Charles Kingsland, ginekolog dari Liverpool Women Hospital, ada perbedaan terkait kemungkinan memiliki anak pada pria dan wanita.

"Pria memproduksi sperma segar setiap hari, sementara wanita lahir dengan terbatasnya jumlah telur. Namun, kualitas sperma bisa rusak karena gaya hidup tak sehat, merokok atau obesitas," kata Kingsland

Kemampuan Bicara anak, Berhubungan dengan konsumsi Folat selama Hamil

Selama kehamilan, wanita dianjurkan mengonsumsi asam folat. Gunanya, agar mencegah cacat pada bayi yang akan dilahirkan serta membangun saraf. Studi terbaru menyebutkan, konsumsi asam folat dalam dua bulan pertama kehamilan memengaruhi kemampuan bahasa saat anak mencapai usia balita.

Anak-anak dengan ibu yang mengonsumsi asam folat pada dua bulan pertama kehamilan cenderung terhindar dari keterlambatan berbicara, demikian hasil temuan ilmuwan Norwegia yang dimuat dalam Journal of American Medical Association.

Dr Ezra Susser dari Columbia University of Public Health New York, yang melakukan penelitian mengatakan, temuan mendukung agar para ibu hamil  mengasup asam folat selama awal kehamilan. "Hal yang Anda lakukan dan makan selama hamil bukan hanya menentukan pengembangan anak selama dalam kandungan tapi juga setelah lahir," katanya pada Reuters. 

Para peneliti melakukan survei kepada 40.000 wanita Norwegia yang sedang hamil. Mereka ditanyakan suplemen yang dikonsumsi dalam empat minggu sebelum hamil sampai delapan minggu setelah pembuahan. Kemudian, ketika anak-anak mereka berusia tiga tahun, partisipan diminta menjawab pertanyaan seputar kemampuan bahasa anak-anak, termasuk berapa banyak kata dan frasa yang bisa mereka ucapkan. 

Balita tiga tahun yang hanya dapat mengucapkan satu kata pada satu waktu atau berbicara menggunakan 'ucapan yang tak dimengerti' dianggap memiliki keterlambatan bahasa parah. Secara total, sekitar satu dari 200 anak masuk ke dalam kategori itu.

Peneliti menemukan, empat dari 1.000 anak dari ibu yang mengasup asam folat dan vitamin memiliki kemampuan berbahasa parah, dibanding sembilan dari 1.000 anak dengan ibu yang tidak mengasup asam folat di awal kehamilan. 

Namun, studi ini tidak menemukan adanya hubungan antara asam folat selama kehamilan dengan keterampilan motorik anak-anak, seperti menendang atau menangkap bola.

Menurut Susser, nutrisi memengaruhi pertumbuhan neuron pada saraf dan pembentukan protein gen tertentu. Sehingga, dia merekomendasikan agar wanita hamil mengasup makanan yang mengandung asam folat selama kehamilan seperti biji-bijian, ikan dan suplemen asam folat. 

Senin, 14 November 2011

Gigi Sehat, untuk Kesuburan Wanita yang Lebih Baik

 Kesehatan gigi dan mulut tak hanya penting bagi wanita hamil, tapi juga mereka yang sedang merencanakan kehamilan. Berdasar sebuah penelitian di Australia, kesehatan gigi dan mulut yang buruk memengaruhi proses pembuahan. 

Seperti dikutip dari Times of India, penelitian untuk mengungkap hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat kesuburan itu dilakukan terhadap 3.737 wanita hamil.

Roger Hart, Profesor Pengobatan Reproduksi Universitas Western, Perth, Australia, mengatakan, penyakit gusi atau penyakit periodontal kronis terjadi akibat penumpukan plak. Kondisi ini bisa memicu timbulnya ratusan bakteri pemicu infeksi. Bakteri-bakteri inilah yang rentan menyebar melalui pembuluh darah ke tubuh, termasuk organ reproduksi. 

Dalam penelitian itu, Hart dan timnya menemukan bahwa wanita dengan gangguan kesehatan gusi rata-rata membutuhkan waktu lebih dari tujuh bulan untuk hamil setelah menikah. Lebih lama sekitar dua bulan dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan gusi. 

Lewat studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society of Human Reproduction and Embryology, Hart menyarankan mereka yang tengah merencanakan kehamilan untuk melakukan perawatan gigi dan mulut. "Lakukan perawatan gigi dan mulut sebelum melakukan pembuahan," ujarnya.

Itu tak hanya berlaku bagi wanita tapi juga pria. Sebab, adanya gangguan pada gigi atau mulut bisa memicu bacteriospermia, yaitu timbulnya bakteri dalam sperma. 

Perawatan gigi dan mulut juga perlu dilanjutkan selama masa kehamilan demi kesehatan janin. Mereka yang memiliki masalah pada gigi dan mulut berisiko tiga kali lebih besar melahirkan bayi prematur dibandingkan mereka dengan gigi yang sehat