Minggu, 01 April 2012

Penyebab Bayi Lebih Cepat Terserang Penyakit

Penyebab Bayi Lebih Cepat Terserang Penyakit
Cepat Terserang Penyakit
Penyebab Bayi Lebih Cepat Terserang Penyakit - Bayi yang terlalu dijaga kebersihannya ternyata lebih rentan sakit ketika dewasa. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa paparan bakteri di awal kehidupan sangat penting bagi anak-anak agar tidak gampang terserang penyakit autoimun sepanjang hidupnya.

Temuan ini mendukung hipotesis bahwa bakteri diperlukan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh yang sehat dan tidak cepat sakit. Gaya hidup yang takut dan menghindari bakteri justru semakin meningkatkan risiko terserang asma, alergi dan penyakit autoimun lainnya.

Penyebab bayi lebih cepat terserang penyakit. Sistem kekebalan tubuh merupakan garda terdepan dalam pertahanan terhadap kuman di sekitar tubuh. Kuman yang jahat dapat menyebabkan keracunan makanan, terserang pilek dan berbagai penyakit lainnya. Namun sebagian besar kuman ini ternyata tidak berbahaya dan bahkan ada pula yang menyehatkan.

Untuk memerangi infeksi, sel kekebalan tubuh atau sel darah putih diprogram untuk mencari protein asing dari sel yang bukan berasal dari tubuh. Sayangnya, sel darah putih terkadang menganggap bagian-bagian dari sel tubuh sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya. Gangguan semacam ini disebut penyakit autoimun. Alergi, asma dan kanker darah merupakan bentuk penyakit autoimun.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, para peneliti membandingkan tikus normal dengan tikus yang dibesarkan di tempat khusus yang bebas kuman. Peneliti kemudian mengukur kadar sel darah putih yang disebut sel invariant natural killer T (iNKT) di paru-paru dan usus kedua tikus.

Sel-sel iNKT melepaskan protein yang menjadi penyebab peradangan. Peradangan berperan penting dalam penyakit autoimun. Sel-sel iNKT diketahui aktif dalam paru-paru penderita penyakit asma dan dalam perut penderita ulcerative colitis atau radang usus besar.

"Di antara kedua tikus, perbedaan yang paling mencolok adalah kerentanan terserang penyakit autoimun. Tikus yang bebas kuman jauh lebih rentan terserang penyakit dibandingkan tikus yang pernah terpapar kuman," kata peneliti, Dennis Lee Kasper, dokter senior di Brigham and Women's Hospital di Boston seperti dilansir LiveScience (Senin, 26/3/2012).

Ketika terkena bakteri biasa di kemudian hari, tikus bebas kuman bahkan masih memiliki sel iNKT yang berlimpah dalam paru-paru dan ususnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembentukan sistem kekebalan tubuh pada periode awal kehidupan sangat penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh yang tepat.

"Paparan terhadap bakteri di masa bayi penting untuk melindungi tubuh dari peradangan dan sel INKT. Tidak hanya untuk penyakit-penyakit yang disebutkan tadi, bisa jadi paparan tersebut juga dapat melindung anak dari diabetes tipe 1," kata Axel Kornerup Hansen, profesor di Universitas Kopenhagen di Denmark yang tidak terlibat dalam penelitian - Artikel informasi kesehatan ibu dan anak Penyebab Bayi Lebih Cepat Terserang Penyakit.

Pentingnya Pendidikan Prasekolah Taman Kanak-Kanak (TK)



Pendidikan anak prasekolah merupakan bentuk transisi perkembangan anak dari lingkungan keluarga kepada lingkungan sekolah. Masa transisi ini merupakan masa yang cukup sulit namun menyenangkan bagi anak, karena kesiapan pada setiap anak dalam melalui masa transisi ini berbeda-beda, hal ini juga dipengarui oleh dukungan dari keluarga pengasuh si anak itu sendiri, dimana dukungan orangtua dalam membimbing anak secara informal sangat dibutuhkan untuk mendukung bimbingan yang diperoleh anak dari pendidikan prasekolah sebagai sektor formal. Salah satu jenis lembaga pendidikan anak prasekolah yang telah dikenal di Indonesia ialah Taman Kanak-Kanak (TK).
Taman Kanak-Kanak merupakan wadah yang disediakan untuk anak berusia 4-6 tahun. Menurut Brickenridge dan Vincent (1966) pendidikan TK dapat memperluas pengalaman sosial dan intelektual anak. Tujuan pendidikan prasekolah seperti Taman Kanak-Kanak (TK) adalah untuk memberikan stimulasi dan bimbingan terhadap kebutuhan fisik dan pertumbuhannya, serta meningkatkan kemampuan intelektual dan hubungan sosial sebagai persiapan untuk masuk ke jenjang yang lebih tinggi.
Pendidikan prasekolah dapat membantu perkembangan anak. Secara terinci Hurlock (1978) menyebutkan ada 10 aspek perkembangan yang dapat didorong pertumbuhannya melalui pendidikan prasekolah. Kesepuluh aspek tersebut ialah kesehatan fisik, keterampilan, kemampuan berbicara (berkomunikasi), perkembangan emosi, perilaku sosial, sikap sosial, kreativitas, disiplin, konsep diri dan penyesuaian sekolah. Papalia Olds (1986) menyatakan bahwa pendidikan prasekolah membantu perkembangan anak dalam berbagai aspek yaitu fisik, intelektual, sosial, dan emosional. Perasaan otonomi anak berkembang dengan adanya kesempatan bereksplorasi diluar rumah. Adanya kesempatan bermain dengan anak-anak lain menjadikan mereka memiliki banyak kesempatan untuk bekerjasama dan memahami perspektif serta perasaan orang lain. Adapun aspek-aspek keuntungan pendidikan prasekolah sebagai berikut:
1.        Aspek Sosial
Kebutuhan Sosial pada anak-anak mengungkapkan bahwa anak-anak membutuhkan orang lain dan selalu ingin berhubungan dengan orang lain dalam proses perkembangannya. Hal ini karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk individu dan sekaligus juga sebagai makhluk sosial (Nuryoto, 1995). Hubungan sosial anak semakin meluas karena kebutuhan sosialnya juga akan semakin kompleks. Mereka sudah butuh teman sebaya, perlu memahami orang dewasa selain orangtua, misalnya gurunya.
Dalam kesiapan ini, anak akan merasa senang masuk TK, karena mereka akan mempunyai banyak teman dan dapat bermain dengan leluasa. Pada usia prasekolah ini, anak memiliki kontak intensif dengan teman sebaya. Berbagai pola tingkah laku anak timbul dengan cara menirukan, belajar-model, dan oleh penguat dari pihak teman-teman sebaya.
2.        Aspek Kognitif
Kebutuhan secara kognitif (intelektual) akan tampak pada anak dengan adanya keinginannya untuk mengetahui sesuatu yang ada di lingkungannya. Anak ingin berprestasi, ingin mengamati sesuatu secara serius, ingin mengetahui hal-hal baru, mencoba sesuatu, menciptakan sesuatu, dan sebagainya. Pada masa ini, anak akan banyak bertanya tentang segala sesuatu yang dilihat atau didengarnya dengan pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana (Nuryoto, 1995). Keinginan untuk berprestasi ini harus diberi stimulasi bila kita akan menyambut dorongan manipulasi dan eksplorasi anak.
3.        Aspek Emosional
Kebutuhan emosional anak juga akan terpenuhi dengan adanya kesempatan untuk bereksplorasi dalam ekspresi emosi anak pada lingkungan prasekolahnya. Emosi anak akan berkembang secara sehat kalau anak mendapatkan bimbingan secara tepat dengan penuh kasih sayang. Dengan mendapatkan perlakuan yang tepat, anak akan merasa aman dan mampu mengembangkan emosinya secara positif, juga akan semakin memupuk rasa percaya diri pada anak (Nuryoto, 1995). Selanjutnya (Hurlock, 1984) ketelantaran emosional pada anak seperti keterbatasan akan rasa ingin tahu, kasih sayang dan kebahagiaan, akan membatasi perkembangan kepribadian anak.
4.        Aspek Fisik
Kebutuhan Fisik merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan fisik, misalnya makanan, udara segar, sinar matahari, tidur atau istirahat. Dengan adanya lingkungan prasekolah, maka kegiatan-kegiatan yang memerlukan aktifitas fisik seperti olahraga, bermain tali, memanjat, mencoret-coret, akan mempengaruhi perkembangan otot dan motorik anak. Keberhasilan anak dalam menghadapi tantangan fisik ini mempunyai arti yang lebih luas bagi anak, dalam hal perkembangan pribadi, anak akan merasa mampu dan berani dalam mencoba hal-hal baru dan akan mempengaruhi perkembangan kecerdasannya.


Sumber: Sulistyaningsih. 2008. Full Day School & Optimalisasi Perkembangan Anak. Yogyakarta: Paradigma Indonesia

Bahaya Jika Anak Terlalu Gemuk

Bahaya Jika Anak Terlalu Gemuk
Anak Terlalu Gemuk
Bahaya Jika Anak Terlalu Gemuk - Sebagian orang tua menginginkan anaknya gemuk dengan memberi makanan berlebih karena akan terlihat lucu dan menggemaskan. Namun, tindakan ini salah karena kelak anak tersebut beresiko mengidap penyakit jantung dan stroke.

"Penyakit jantung dan stroke umumnya menyerang manusia saat berumur 40 tahun ke atas. Penyebabnya seringkali sudah dimulai sejak pasien tersebut masih anak-anak," kata Ketua Ikatan Keseminatan Kardioserebraovaskular Indonesia (IKKI) Lukman Hakim Makmun, Jumat (30/3) di Denpasar, Bali.

Oleh karena itu, sejak dini anak-anak harus diberi makanan yang sehat dengan pola teratur dan tidak berlebih untuk mencegah penumpukan plak kolesterol dalam pembuluh darah.

Bahaya anak terlalu gemuk. Serangan jantung dan stroke ini disebabkan oleh gejala asterosklerosis. Asterosklerosis ini merupakan proses penumpukan plak kolesterol yang diendapkan pada dinding-dinding pembuluh darah arteri. Akibatnya, dinding arteri mengeras dan menyempit. Kondisi ini menyebabkan darah tidak dapat mengalir ke organ penting seperti jantung (serangan jantung) dan otak (stroke).

Lukman mengingatkan bahwa bahaya ancaman serangan jantung dan stroke di Indonesia semakin tinggi. Penyakit ini terutama dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat serta stres.

Oleh karena itu, pada 30-31 Maret 2012 ini, IKKI mengadakan acara "Post Satellite Meeting International Symposium on Atherosclerosis 2012 in conjuction with 11th Holistic Approach in Cardiovascular Disease Symposium" di Denpasar, Bali. Acara ini khusus membahas perkembangan terakhir tatalaksana dan pencegahan penyakit kardioserebrovaskular (jantung, otak, dan pembuluh darah) - Artikel informasi kesehatan ibu dan anak Bahaya Jika Anak Terlalu Gemuk.