Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Mei 2012

Tips Sehat Untuk Mencegah Terjadinya Anemia

Tips Sehat Untuk Mencegah Terjadinya Anemia
Sulit Konsentrasi Gejala Anemia
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Tips Sehat Untuk Mencegah Terjadinya Anemia - Mengalami anemia kerap menjadikan badan kita cepat terasa lemas dan letih, karena kadar oksigen tidak cukup adekut di dalam darah. Jita tidak ingin anemia menyerang, ada tips sehat yang bisa kita coba.

Anemia adalah keadaan tubuh dengan tanda-tanda sel hemoglobin yang rendah di dalam darah bisa terjadi karena kurangnya asupan nutrisi atau terjadi gangguan kesehatanyang lainnya seperti perdarahan.

Hemoglobin memiliki fungsi sebagai alat angkut oksigen ke daerah otak juga ke seluruh bagian tubuh lainnya, bila jumlah hemoglobin di dalam darah rendah itu berarti suplai oksigen bagi tubuh dan otak kurang dari kebutuhaen.

Anemia memiliki beberapa tipe, diantaranya anemia karena kkurangan zat besi, anemia karena kekurangan vitamin B-12, anemia sel sabit dan thalasemia. Dari beberapa jenis anemia yang menjadi bawaan sejak lahir adalah thalasemia karena gangguan pembentukkan sel darah merah.

Anemia bisa dicegah walaupun tidak semua. Jenis anemia karena kekurangan vitamin B-12 dan zat besi bisa dicegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung berbagai nutrisi. Juga makanan dengan kandungan vitamin seperti folat acid, B-12 dan zat besi.


Ada beberapa tips sehat untuk mencegah terjadinya anemia yang bisa kita terapkan, seperti yang pernah dimuat dalam onlymyhealth:

Makanan yang kaya zat besi
Makanan yang banyak mengandung zat besi antara lain daging sapi dan daging lain, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau dan buah kering.

Makanan yang kaya asam folat
Makanan kaya asam folat seperti buah jeruk, pisang, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan serta roti, sereal dan pasta yang diperkaya asam folat.

Vitamin B-12
Sumber vitamin B-12 yang baik adalah daging, produk susu, beberapa sereal dan produk kedelai, seperti susu kedelai.

Vitamin C
Makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk, melon dan buah berry, yang dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Konseling genetik
Jika Anda memiliki riwayat keluarga anemia, cobalah untuk konseling genetik. Dokter atau konselor genetik dapat menilai risiko penularan dari anemia yang diwariskan, seperti anemia sel sabit, thalassemia pada anak-anak Anda - Tips Sehat Untuk Mencegah Terjadinya Anemia.

Jumat, 11 Mei 2012

Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat

Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat
Diabetes
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat - Kencing manis atau diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang bersifat kronik dan terus meningkat jumlahlahnya di seluruh dunia, begitu juga di Indonesia. Sekarang diabetes tidak hanya menyerang usia dewasa tetapi juga usia anak-anak.

Sebuah penelitian unit kerja koordinasi endokrinologi anak di seluruh wilayah Indonesia pada awal Maret 2012 menunjukkan jumlah penderita diabetes usia anak-anak juga usia remaja dibawah 20 tahun terdata sebanyak 731 anak.

Sedangkan PDN (Pusat Diabetes dan Nutrisi) rumah sakit umum Dr. Soetomo Surabaya pernah mengklain pada tahun 2009 ada sebanyak 650.000 anak-aak Indonesia menderita diabetes mellitus dan sebagian besar diabetes tipe II. Jumlah ini didapat dari hasil perhitungan 5% dari total 13 juta penderita diabetes mellitus dari seluruh kelompok umur tahun 2009.

Sementara Ilmu Kesehatan Anak FFKUI (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) melansir, jumlah anak yang terkena diabetes cenderung naik dalam beberapa tahun terakhir ini. Tahun 2011 tervatat 65 anak menderita diabetes, naik 400% dibandingkan tahun 2009. 32 anak diantaranya terkena diabetes tipe II.

Banyak orang mengira bahwa penyakit diabetes mellitus pada anak selalu tipe I, namun sekarang kenyataannya tipe II banyak diderita oleh anak-anak karena gaeya hidup.

Individu yang tidak menerapkan gaya hidup sehat beresiko menderita diabetes mellitus. Untuk itu hidup sehat harus selalu diterapkan dengan mengkonsumsi makanan sehat juga rutin berolahraga supaya gula darah tetap tabil berada dalam batas normal sehingga menghindarkan kita dari penyakit diabetes mellitus.

Kajian lain menyatakan bahwa, menangani anak penderita diabetes tipe II cenderung lebih sulit jika dibandingkan dengan orang dewasa. Sebagian besar diabetes di usia anak-anak terjadi karena obesitas. Jika para orangtua tidak segera menanggapi bahaya ini sejak dini maka akan mengakibatkan proses pengobatan yang kurang efektif.

Mengapa kurang efektif? Ini terjadi karena memberikan obat diabetes pada anak cenderung lebih sulit dibandingkan dengan orang dewas, ditambah lagi pemberian yang dilakukan secara menerus dengan jangka waktu yang panjang.

Dibutuhkan pendekatan psikologis dalam menangani masalah diabetes baik pada anak maupun orang dewasa.

Umumnya diabetes tipe II dialami oleh anak-anak karena mengalami defisit atau kekurangan hormon insulin yang disebabkan oleh kerusakan kelenjar pankreas. Rusaknya kelenjar pankreas biasanya terjadi karena autoimun. Kerusakan akan menimbulkan gejala bila sel yang rusak mencapai 90% atau lebih - Angka Kejadian Diabetes Pada Anak Terus Meningkat.

Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak

Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak
Peran Orangtua
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak - Kedekatan emosional antara orangtua dengan anak telah terbukti berdampak terhadap terjadinya kegemukan atau obesitas pada anak. Para peneliti menyatakan, seorang anak yang kerap tidak akur dan sering berselihih dengan orangtuanya memiliki resiko mengalami obesitas 2x lebih besar.

Studi terbaru yang dimuat pada of Paediatric menyatakan, seorang anak yang memiliki hubungan kurang baik dengan orangtua khususnya ibu memiliki resiko mengalami kegemukan atau obesita sebesar 26,1% ketika berumur 15 tahun. Sedangkan anak yang memiliki hubungan baik dengan si ibu hanya beresiko sebesar 13%.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof Sarah Anderson ini menyatakan, hubungan secara emosional anak dengan ibunya secara tidak langsung bisa mempengaruhi pola makan pada anak. Orangtua yang renggang dengan anaknya rentan sekali kesulitan mengajari si anak bagaimana cara mengahadapi stres, akhirnya pola dan jadwal makan terganggu.

”Sebenarnya obesitas di usia anak-anak dapat dicegah dengan membina hubungan emosional antara anak dengan orangtua, daripada membuat aturan pola makan pada anak,” ungkap Prof Sarah Anderson.

Menurutnya, kemampuan seorang mengatasi stres bukan hanya berpengaruh pada pola dan jadwal makannya tetapi berpengaruh juga pada pola tidur. Anak yang rentan mengalami stres cenderung sulit memulai tidur, sehingga metabolismenya terganggu dan mengakibatkan obesitas.

Hubungan antara ibu dan anak yang kurang baik dianggap juga memiliki kedekatan emosional yang buruk. Hasil dari studi ini menunjukkan, faktor kedekatan emosi bukan hanya berpengaruh pada psikologis tetapi berpengaruh juga pada fisik si anak.

Kegemukan atau obesitas pada anak bisa berhubungan erat dengan resiko beberapa penyakit seperti diabetes mellitus juga penyakit jantung. Semua resiko ini sebenarnya bisa dihindari dengan mengatur pola makan, mengatasi stres dan olahraga secara rutin - Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak.

Kamis, 10 Mei 2012

Mengapa Seseorang Bisa Rentan Terserang Flu

Mengapa Seseorang Bisa Rentan Terserang Flu
Flu
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengapa Seseorang Bisa Rentan Terserang Flu - Sebuah penelitian tentang genetic biasasnya dapat menjelaskan bagaima flu mampu membuat seseorang jatuh sakit atau mampu menyebabkan kematian, padah beberapa orang yang terserang flu yang sama hanya merasa gejala biasa seperti demam, flu, hidung tersumbat, atau batuk dan bersin.

Salah satu penelitian yang diangkat dalam Nature on Sunday, beberapa ahli dari Amerika Serikat dan Inggris menyatakan telah mendapatkan gen pada manusia yang bisa mengakibatkan orang-orang tentu menjadi lebih mudah terserang atau terinvasi dibandingkan dengan yang lainnya.

Penelitian ini dapat membantu mengungkapkan bagaimana selama wabah flu burung juga flu H5N1 yang terjadi pada tahun 2009-2010 lalu. Beberapa masyarakat yang terinfeksi hanya menunjukkan gejala flu biasa, namun beberapa orang menunjukkan gejala berat bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Ke depan, hasil temuan ini akan sangat membantu tenaga kesehatan dalam menganalisa para penderita flu dan bisa menghasilkan diagnosa dan mana masalah yang harus diprioritaskan sehingga program pengobatan bisa berjalan lebih baik.

Hasil penelitian ini juga akan sangat membantu dalam pengembangan vaksin termasuk obat-obatan untuk mengatasi virus flu yang terus berkembang menjadi lebih mematikan.

Beberapa peneliti yang saat itu menjelaskan gen tersebut nantinya akan menjadi ujung tombah dalam melawan virus flu, gen tersebut diberi nama “ITFITM3”.

saat “IFITM3” memiliki koloni yang banyak, proses menyebar virus ini di area paru menjadi melambat. Tetapi saat jumlah “ITFITM3” lebih sedikit maka kemampuannya akan lebih tinggi dalam menginvasi untuk menimbulkan gejala penyakit lebih parah.

Penderita dengan jenis tertentu dari “ITFITM3” umumnya dirujuk ke rumah sakita ketika terinfeksi virus flu dari pada penderita jenis virus lainnya.

Seorang peneliti menyatakan, hasil temuan ini sangat penting untuk orang yang terinfeksi jenis ini dan meyakini bahwa kekuatan imunitas mereka bisa menurun terhadap infeksi tertentu.

“Semakin banyak belajar mengenai dunia genetik terhadap kerentanan virus, maka kita akam mampu mengambil langcah preventif yang benar, seperti pembuatan vaksin sebagai pencegahan infeksi.” Kata seorang peneliti - Mengapa Seseorang Bisa Rentan Terserang Flu.

Rabu, 09 Mei 2012

Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melakukan Olahraga

Demam Beberapa Kondosi Yang Tidak Boleh Melakukan Olahraga
Sakit Demam
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melakukan Olahraga - Olahraga memang baik untuk tubuh, tapi belum tentu selalu baik. Olahraga bisa memperburuk rasa sakit dan nyeri. Ada baiknya mengetahui kapan tubuh menghindari berolahraga atau kapan saatnya perlu melakukan olahraga.

"Kuncinya adalah merasakan kondisi tubuh dan memperhatikan isyarat yang diberikan, maka seseorang dapat memutuskan apakah dirinya dapat melakukan olahraga yang tepat saat itu," kata Katie Rothstein, MS, ahli fisiologi olahraga Cleveland Clinics.

Seperti dilansir WebMD, Senin (23/4/2012), berikut adalah kondisi-kondisi di mana tubuh tidak boleh melakukan olahraga.

Demam
"Demam terjadi karena sistem kekebalan tubuh sedang berusaha memerangi infeksi. Maka, tubuh sebaiknya menghindari tekanan yang diakibatkan dari olahraga," kata Stephen Rice, MD, PhD, anggota American College of Sports Medicine dan direktur Jersey Shore University Medical Center di Neptune, New Jersey.

Jika memaksakan diri berolahraga, berhati-hatilah agar tidak mengalami kelelahan dan dehidrasi karena cairan tubuh menurun ketika tubuh demam. Olahraga yang dilakukan juga tidak akan optimal karena demam meningkatkan laju jantung saat istirahat.

Pilek dan flu
Para ahli mengatakan bahwa olahraga dalam intensitas sedang masih diperbolehkan saat terserang pilek biasa. Jika mengunjungi tempat fitness saat terserang flu, gunakan pembersih tangan dan sekalah permukaan alat yang tersentuh sehingga tidak berisiko menulari orang lain. Flu yang disertai demam jelas akan menjadi makin buruk jika ditambah dengan berolahraga.

Asma
Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi pernapasan, jangan berolahraga selama beberapa hari dan periksa ke dokter jika gejala terus berlangsung. Jika dokter sudah membolehkan berolahraga dan asma sudah dapat dikendalikan dengan baik, maka barulah boleh berolahraga.

Mulailah lakukan olahraga secara perlahan dan lakukan pemanasan selama 10 menit. Hentikan kegiatan jika tidak dapat mengatur napas atau merasa lelah dan lemah. Yang terpenting, selalu sediakan pengobatan.

Baru saja mengalami gegar otak
Jangan berolahraga sampai dokter membolehkan. Gegar otak adalah cedera otak traumatis dan otak perlu waktu agar dapat benar-benar sembuh.

"Jika kepala mengalami cedera karena olahraga sebelum cedera akibat gegar otak sudah sembuh benar, otak lebih berisiko mengalami kerusakan akibat pembengkakan," kata Rice.

Cedera lama yang kumat kembali
Apabila cedera lama akibat olahraga kambuh lagi, segera temui dokter. Gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, terutama jika rasa sakit terus dialami selama beraktivitas. Nyeri tiba-tiba memerlukan perhatian medis dengan segera.

Tidak tidur semalaman dan terlalu lelah untuk berolahraga
Olahraga pagi mungkin dibutuhkan setelah semalaman begadang dan perlu meningkatkan energi. Tapi jika tubuh terasa sangat lelah, jangan berolahraga dan kalau perlu temui dokter. Kelelahan yang ekstrim dapat menjadi pertanda penyakit.

Merasa sakit saat terakhir kali berolahraga
Jangan berolahraga sebelum menemui dokter untuk mengetahui dan mengatasi cedera. Jika memaksakan diri berolahraga, bisa jadi membuat cedera makin parah. Meskipun rasa nyeri bisa mereda setelah berolahraga, ada kemungkinan berolahraga akan memperburuk nyeri yang dialami sebelumnya.

Punggung sakit
Perhatikan apa yang membuat rasa sakit mereda atau justru memburuk. Cobalah untuk menghindari gerakan-gerakan yang memicu rasa sakit agar cepat sembuh. Jika rasa sakit berlanjut atau mengganggu kegiatan sehari-hari, pergilah ke dokter.

Otot sakit
Ketika otot merasa sakit, boleh-boleh saja berolahraga, tapi sebaiknya lakukan dalam intensitas ringan seperti berjalan. Sebaiknya jangan berolahraga dan perbanyak istirahat jika rasa sakit yang dialami menjadi parah. Jika otot sakit disebabkan terlalu banyak berolahraga, menghindari olahraga untuk sementara waktu akan membuat otot pulih lebih cepat.

Hamil
Tanyakan kepada dokter mengenai program olahraga yang aman. Yoga, berenang, berjalan, dan olahraga intensitas rendah dapat sangat bermanfaat selama kehamilan. Pastikan untuk tetap terhidrasi, istirahat yang cukup dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut. - Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melakukan Olahraga.

Selasa, 08 Mei 2012

Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita

Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita - Satu dari 10 wanita diperkirakan menderita kanker payudara, yang disebabkan oleh gaya hidup modern. Kanker payudara merupakan kanker kedua terbanyak di Indonesia, setelah kanker serviks.

Prof Tan Yah Yuen dari Singapura mengatakan, pendekatan baru operasi kanker payudara termasuk pengangkatan payudara dengan mempertahankan puting susu. Konservasi payudara ini dimungkinkan dengan bantuan pemeriksaan Sentinel Lymph Node, menggunakan gamma kamera SPECT yang bisa secara tepat melihat penyebaran sel kanker di kelenjar getah bening yang terjangkit saja. Fasilitas ini sudah tersedia di RS MRCCC Siloam Jakarta.

Hal ini terungkap dalam Simposium Penanganan Terkini Kanker Payudara, Hati dan Usus Besar. Acara ini diprakarsai RS MRCCC Siloam sebagai perwujudan nyata komitmen MRCCC Siloam memberikan pelayanan kesehatan yang baik untuk penanganan penyakit kanker. Jika ditangani dan diobati sejak dini, akan memberikan harapan hidup yang lebih baik. Disebutkan, deteksi dini pada kanker payudara termasuk screening dengan USG, mamografi, MRI payudara, biopsi, endoskopik breast surgery, image guided non surgical ablation untuk kanker ukuran kecil, perlu dilakukan untuk penanganan kanker sejak dini.

Simposium yang memberikan nilai tambah bagi praktisi kanker ini, menghadirkan sekitar 50 pakar kanker international, President World Gastroenterology Organization Prof. G.N.J Tytgat MD PhD dari Belanda; Prof. Harald J. Hoekstra MD, PhD - Profesor Surgical Oncology dari UNMCG Netherlands, dan Prof. Eisuke Fukuma MD PhD – Director of Breast Cancer, Kameda Medical Centre Jepang, dan pakar bedah kanker national Dr. Samuel Haryono SpB Onk (K).

Dalam simposium ini, ditampilkan juga Oncoplastic Surgery pada pasien kanker payudara oleh Dr. Samuel Haryono SpB Onk (K) bersama Prof. Eisuke Fukuma MD PhD, yg direlay secara live dari ruang operasi RS MRCCC untuk disaksikan 200 peserta dokter ahli bedah dan internist dari seluruh rumah sakit dan fakultas kedokteran dari seluruh Indonesia.

Hal lain yang diangkat sebagai topik dalam simposium dan workshop tiga hari ini adalah kanker hati dan usus besar.

Menurut Prof Pierce Chow, Asia Pasifik menanggung beban 70 persen dari seluruh insidens kanker hati (liver) dunia, disebabkan penyakit hepatitis viral kronis dan Hepatitis B (peradangan kronis pada jaringan hati karena disebabkan oleh virus). “Namun secara keseluruhan, hanya 5-15 persen dari pasien yang terdiagnosis menderita kanker hati dapat menjalani operasi pengangkatan kanker, karena adanya fungsi hati yang sudah menurun atau adanya sirosis hati," tambah dr Irsan Hasan.

Pada pasien kanker hati yang tidak bisa menjalani operasi pengangkatan kanker, dapat dilakukan teknik ablasi lokal (dengan Percutaneus Ethanol Injection [PEI], Microwave Coagulation Therapy [MCT], dan Radiofrekuency Ablation [RFA]). Yang dimaksud dengan Microwave Coagulation Therapy adalah memanaskan sel tumor hingga suhu 600 sehingga sel tumor tersebut mati.

“TACE (Trans Arterial Chemo Embolization) digunakan sebagai terapi tambahan pada penderita kanker hati yang bersifat minimal invasif. Tujuan dilakukan terapi ini adalah mengecilkan sel tumor, meningkatkan kualitas hidup dengan pemberian kemoterapi dan menutup pembuluh darah yang memberi makan sel tumor," ungkap dr. Soewandi A.H dari RS MRCCC Siloam Jakarta.

Pencegahan terjadinya kanker hati pada seseorang, yaitu dengan imunisasi rutin hepatitis B, pemeriksaan AFP, USG perut, diagnosis dini dan pengobatan dini hepatitis B. Dengan adanya diagnosis dini dan pengobatan dini hepatitis B, akan memperpanjang survival dan memungkinkan deteksi dini kanker hati. Kanker hati yang terdeteksi dini akan memiliki tingkat kesembuhan yang lebih tinggi.

Kanker Colorectal (usus besar) disebabkan antara lain: faktor keturunan (genetik), adanya riwayat sebelumnya pasien menderita tumor jinak pada usus besar, pasien yang menderita peradangan usus (Inflamantory Bowel Disease), selain itu diet dan paparan terhadap zat-zat tertentu memudahkan dalam timbulnya kanker pada seseorang.

“Semakin dini ditemukan jaringan kanker, kondisi ini memberikan hasil akhir yang lebih baik bagi pasien, serta menurunkan tingkat kematian pada pasien. Metode-metode yang digunakan untuk deteksi dini kanker usus besar, di luar biopsi, antara lain: endoskopi, chromoskopi, endoskopi autofluorescent, narrow band imaging, dan endomicroscopy," jelas Emer Prof GNJ Tytgat, President World Gastroenterology Organization dari Belanda.

"Terapi dari kanker usus besar ini adalah operasi terbuka, operasi laparoskopi (operasi dengan menggunakan fiber optik yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Operasi ini memungkinkan irisan pada kulit yang lebih sedikit dan tingkat perawatan di rumah sakit lebih singkat), kemoterapi, dan terapi target," kata dr Errawan R. Wiradisuria.

“Keberhasilan pengobatan dan terapi kanker tentunya ditopang olehalat kesehatan mutakhir. RS. MRCCC Siloam telah memiliki alat LINAC IX untuk radiotherapy patient kanker dengan tehnology IMRT, yang memungkinkan radiasi yang tepat sasaran pada sel kanker, ditunjang PET/CT sebagai teknologi mutakhir dalam mendeteksi kanker. Ini berperan besar dalam menentukan staging awal penyakit kanker serta evaluasi keberhasilan terapi (baik chemo, radiasi dan bedah). Hal lain, PET/ CT dapat juga untuk menilai kekambuhan / metastase ( penyebaran ) sel kanker dalam tubuh," demikian Dr Eko Purnomo SpKn dan Hanny Moniaga, CEO RS. MRCCC Siloam - Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita.

Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara

Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara
Payudara
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara - Kontroversi di balik penggunaan bra yang ketat dan bahayanya untuk kesehatan masih terus berlanjut. Sebagian orang berpendapat bahwa bra yang ketat bisa memicu kanker payudara meski sebagian ilmuwan menentangnya. Baru-baru ini para ahli dari Harvard University mengklaim menemukan bukti kaitan antara bra dan kanker payudara.

Peneliti beralasan, penggunaan bra yang sangat ketat dapat membatasi sirkulasi darah dan dapat merusak jaringan getah bening. Kondisi tersebut mengakibatkan kurangnya oksigen dan nutrisi yang dikirim ke seluruh jaringan sel. Hal ini terutama terjadi pada wanita yang memakai bra selama lebih dari 12 jam sehari dan memakainya ketika tidur.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan kelas menengah berada pada risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena kesibukan mereka setiap harinya.

Seperti diketahui, pembuluh limfatik dalam jaringan payudara sangat tipis, mereka sangat sensitif terhadap tekanan dan mudah dikompresi. "Alasan utama mengapa bra yang sangat ketat buruk bagi kesehatan payudara adalah karena mereka membatasi aliran getah bening di payudara Anda. Biasanya cairan getah bening mencuci keluar bahan limbah dan racun dari payudara, tetapi bra menghambat tindakan ini sehingga racun dapat mulai menumpuk di payudara yang dapat membantu perkembangan kanker," kata Dr MD Mody.

Sementara itu, dr Smiti Kamath juga menyuarakan hal yang serupa. Ia mengatakan, "Mengenakan bra yang ketat terutama ketika tidur akan mencegah aliran limfatik dan kemungkinan menyebabkan anoksia (kandungan oksigen rendah), di mana berhubungan dengan fibrosis, yang pada gilirannya telah dikaitkan dengan risiko kanker meningkat." - Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara.

Senin, 07 Mei 2012

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues
Sindrom Baby Blues
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues - Kebahagiaan setelah kelahiran anak bisa sirna akibat depresi yang melanda. Gangguan depresi khas yang dialami oleh para ibu baru disebut oleh pakar sebagai postpartum syndrome, yang mungkin lebih sering Anda dengar dengan istilah baby blues.

Baby blues dapat terjadi kapan saja, tetapi umumnya adalah sekitar satu hingga tiga minggu setelah kelahiran anak. Dalam masa ini, Anda mungkin akan menjadi lebih mudah marah atau malah mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Nafsu makan mengalami perubahan, sementara Anda juga jadi gampang cemas atau sulit tidur. Sebagian ibu menjadi sangat mudah frustrasi saat berhadapan dengan anaknya, dan cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat menjadi ibu yang baik. Pada kasus lain ada juga ibu yang begitu takut memegang bayinya karena khawatir akan melukai bayi itu atau dirinya sendiri.

Menurut ahli, beberapa faktor psikologis dapat berpengaruh terhadap munculnya baby blues, mulai dari tekanan emosional hingga sisi kepribadian sang ibu baru. Simak beberapa hal yang bisa memicu timbulnya baby blues, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Kehamilan tidak direncanakan
Tidak siap untuk memiliki anak dapat berpengaruh pada kondisi emosional calon ibu pada saat hamil dan juga setelah melahirkan, kata Sara Rosenquist, PhD, psikolog dari Chapel Hill, North Carolina. Menurut penulis After the Stork: The Couple's Guide to Prevention and Overcoming Postpartum Depression ini, Anda perlu mencoba untuk tidak terlalu berfokus pada aspek-aspek negatif dari memiliki anak.

"Pilihannya adalah menganggap anak itu sebagai karunia dalam hidup, atau sebaliknya," kata Rosenquist lagi. Bertukar pikiranlah dengan sesama ibu, agar Anda lebih positif dalam menyambut kelahiran bayi dalam keluarga.

2. Hubungan dengan pasangan sedang bermasalah
Stres akibat masalah dengan pasangan bisa berpengaruh terhadap munculnya baby blues. "Adanya masalah bisa meningkatkan rasa kecewa Anda," papar Rosenquist. "Sementara konflik tak berkesudahan dengan pasangan dapat menimbulkan depresi." Datangnya anggota keluarga baru dapat dianggap sebagai tambahan masalah.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya sejak awal Anda sudah mulai berkonsultasi dengan penasihat perkawinan. Dengan begitu, energi dan waktu Anda tidak dihabiskan untuk hal-hal yang negatif sehingga lebih siap untuk hal yang lebih besar, yaitu kelahiran anak.

3. Kurangnya dukungan keluarga
Pasangan yang tidak membantu dalam merawat anak bisa membuat Anda putus asa pada masa awal memiliki anak. Begitu juga jika Anda tidak memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang dapat membantu merawat bayi. Padahal, adanya dukungan yang besar dari orang-orang sekitar dapat membuat Anda merasa lebih kuat dan percaya diri dalam merawat bayi.

Mulai membangun sistem support sebelum sang bayi lahir, menurut profesor Psikologi Michael O'Hara, PhD, dari University of Iowa, dapat sangat membantu mengatasi masalah ini. Jika tidak ada teman yang tinggal di dekat Anda, cobalah mulai berteman dengan para ibu di daerah sekitar rumah. Atau, andalkan bantuan dari baby sitter.

4. Anda baru mengalami kejadian yang pahit
Perceraian atau kematian dari anggota keluarga dapat menambah risiko Anda untuk mengalami postpartum syndrome. Bahkan, perubahan drastis seperti baru pindah rumah juga dapat memberikan dampak yang serupa, begitu menurut Maria Muzik, MD, dari University of Michigan Health System. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil untuk menghindari adanya perubahan hidup terlalu besar (yang tentunya disengaja) selama kehamilan dan setelah melahirkan. Jika bisa, tunda rencana pindah rumah hingga Anda merasa lebih stabil.

5. Anda terlalu perfeksionis
Selalu mengharapkan segalanya berjalan sempurna bisa membuat seseorang jadi mudah frustrasi pada saat yang terjadi adalah sebaliknya. Itu sebabnya, menurut Kim Zittel, PhD, MSW, asisten profesor di bidang sosial dari Buffalo State College, New York, Anda perlu sedikit menurunkan standar.

"Para perfeksionis akan menuntut dirinya sendiri menjadi ibu yang sempurna. Ia juga mengharapkan pasangannya akan menjadi ayah teladan, dan anaknya adalah bayi yang manis bagaikan malaikat," tutur Zittel lagi.

Begitu hal ini tidak tercapai, para ibu ini akan mulai menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam depresi. Lebih baik, Anda mencoba untuk bersikap lebih realistis dan belajar untuk menerima segala hal dengan pikiran terbuka - Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues.

Jumat, 04 Mei 2012

Jenis Makanan Yang Bisa Menyebabkan Sembelit

Jenis Makanan Yang Bisa Menyebabkan Sembelit
Sembelit
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Jenis Makanan Yang Bisa Menyebabkan Sembelit - Susah buang air besar (BAB) atau sembelit biasanya paling sering disebabkan karena tubuh kurang makan serat. Bila tak ingin susah BAB sebaiknya hindari beberapa jenis makanan berikut.

Untuk menghindari sembelit, biasanya banyak ahli kesehatan yang menyarankan untuk memperbanyak makan makanan yang mengandung serat, seperti buah dan sayur.

Selain itu, sebaiknya juga hindari beberapa makanan yang bisa memicu sembelit, seperti dilansir timesofindia, Sabtu (5/5/2012):

1. Makanan olahan

Makanan beku, burger atau pizza bisa membuat pagi Anda akan terasa sulit karena susah buang air besar. Ketika makanan diawetkan, nutrisi penting akan terkuras hilang, ditambah lagi dengan bahan yang digunakan seperti tepung terigu atau Maida yang digunakan hampir di semua pizza, roti dan mi instan.

2. Daging merah

Mengonsumsi daging merah seperti daging sapi atau daging babi secara teratur, tanpa diimbangi dengan sayuran, Anda mungkin akan mengalami sembelit. Biasakan makan daging merah ditemani dengan salad, sayuran dimasak, sereal gandum atau sesuatu yang kaya akan serat.

3. Kafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh atau cola dapat membuat tubuh dehidrasi dan dehidrasi adalah salah satu penyebab utama sembelit.

4. Gorengan

Makanan yang digoreng mengandung banyak minyak dan garam memiliki beberapa risiko untuk kesehatan pencernaan, salah satunya memperlambat proses pencernaan - Jenis Makanan Yang Bisa Menyebabkan Sembelit.

Gaya Hidup Mempengaruhi Terjadinya Mata Myopia

Gaya Hidup Mempengaruhi Terjadinya Mata Myopia
Myopia
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Gaya Hidup Mempengaruhi Terjadinya Mata Myopia Jumlah anak-anak kecil yang memakai kaca mata minus di perkotaan karena menderita rabun jauh alias mata minus lebih banyak ditemukan di perkotaan dibandingkan di desa-desa. Selain karena faktor genetik, gaya hidup juga berpengaruh karena sejak kecil orang moderen di perkotaan lebih jarang keluar rumah.

Di berbagai belahan dunia, jumlah penderita rabun jauh atau myopi terus meningkat dari masa ke masa. Di Amerika Serikat saja, populasi orang berkaca mata minus meningkat dari sekitar 25 persen pada tahun 1970-an menjadi 42 persen di awal tahun 2000.

Faktor genetik memang sangat berperan karena kadang-kadang sifat ini bisa diturunkan, namun itu bukan satu-satunya. Belakangan, gaya hidup di perkotaan yang jarang keluar rumah lebih sering dijadikan kambing hitam karena membuat mata jarang kena sinar matahari.

Otak dan mata berevolusi dengan sangat lambat, sehingga perkembangannya masih sama seperti pada nenek moyang manusia yang hidup jutaan tahun silam. Sinar matahari sangat mempengaruhi indra penglihatan karena hingga masa itu manusia lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.

Kini di zaman moderen, manusia lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan dan melihat dengan cahaya buatan yang berasal dari lampu. Perbedaan intensitas cahaya lampu dengan matahari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mata, khususnya jarak antara lensa dengan retina.

Karena cahaya lampu relatif lebih redup, berbagai komponen mata tidak berkembang dengan baik sehingga bayangan tidak jatuh tepat pada retina. Akibatnya penglihatan jadi kabur dan harus dibantu dengan kacamata minus agar pandangan jadi lebih fokus.

Teori ini bukan sebatas dugaan, karena sudah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Salah satunya seperti yang dimuat dalam jurnal Archieve of Opthamology, yang melibatkan anak-anak keturunan China usia 6-7 tahun yang tinggal di Australia dan Singapura.

Kedua populasi anak-anak tersebut memiliki faktor genetik yang sama, dalam arti jumlah orangtua yang juga mengalami rabun jauh. Namun populasi yang tinggal di Singapura, jumlah anak yang menderita rabuh jauh mencapai 29 persen atau 9 kali lebih banyak dari Australia.

Faktor yang membedakan antara keduanya adalah gaya hidup, karena ternyata anak-anak di Singapura lebih jarang beraktivitas di luar ruangan. Anak-anak di Singapura rata-rata hanya keluar rumah 3 jam/pekan, sedangkan di Australia durasinya mencapai 14 jam/pekan.

"Untuk mengurangi risiko mata minus, caranya sangat mudah. Biarkan anak-anak bermain dan menghabiskan waktunya lebih lama di luar rumah," ungkap Sandra Aamodt, seorang profesor biologi molekuler dari Princeton University seperti dikutip dari NYTimes, Kamis (23/6/2011) - Gaya Hidup Mempengaruhi Terjadinya Mata Myopia.

Penyebab Myopia Yang Satu Ini Terdengar Aneh

Penyebab Myopia Yang Satu Ini Terdengar Aneh
Anak Rajin Belajar
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Penyebab Myopia Yang Satu Ini Terdengar Aneh - Karakter orang Asia yang tekun dan pekerja keras membuat pretasi belajar di kawasan ini relatif tinggi. Namun harga yang harus dibayar untuk prestasi tersebut adalah tingginya tingkat kerusakan mata, khususnya rabun jauh atau myopi.

Saat ini, diperkirakan 80-90 persen pelajar di Asia di beberapa kota besar di Asia menderita myopi atau rabun jauh dan harus menggunakan kacamata minus. Sebagian besar di antaranya berada di kawasan Asia Timur seperti Jepang, China dan Korea Selatan.

Bahkan menurut perkiraan tersebut, 10-20 pelajar yang mengalami myopi sudah bisa dikategorikan parah dan berisiko mengalami kebutaan permanen.

Dalam sebuah tulisan di jurnal Lancet, Prof Ian Morgan dari Australian National University mengatakan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah faktor pendidikan. Budaya pekerja keras di kalangan masyarakat Asia membuat para pelajarnya cenderung belajar terlalu rajin.

"Peningkatan kasus myopi di Asia mungkin berhubungan dengan peningkatan intensitas pendidikan. Apalagi belakangan ini, Asia Timur selalu mendominasi peringkat internasional dalam hal prestasi belajar," tulis Prof Morgan seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (4/5/2012).

Saat belajar, para pelajar tanmpa sadar cenderung membaca dalam jarak yang terlalu dekat agar posisinya lebih enak. Padahal jika dilakukan terus menerus, maka lensa mata akan melemah sehingga gampang terkena myopi atau sulit melihat obyek di kejauhan.

Selain itu, kurangnya aktivitas di luar ruang diyakini juga mempengaruhi tingginya tingkat rabun jauh atau myopi di kalangan para pelajar Asia.

Penelitian pada binatang menunjukkan, paparan cahaya matahari yang cukup bisa menjaga kesehatan mata karena dapat meningkatkan dopamin di retina. Senyawa ini dapat diyakini mengurangi risiko myopi seperti yang telah dibuktikan pada primata - Penyebab Myopia Yang Satu Ini Terdengar Aneh.

Kamis, 03 Mei 2012

Salah Satu Penyebab Timbulnya Jerawat

Salah Satu Penyebab Timbulnya Jerawat
Jerawat
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Salah Satu Penyebab Timbulnya Jerawat - Mungkin Anda telah menghabiskan banyak uang untuk membeli pembersih, toner, dan produk kecantikan yang lain untuk menghilangkan jerawat. Jika jerawat tetap membandel dan tetap berkembang di wajah, mungkin kualitas air di rumah Anda menjadi salah satu penyebabnya.

Kualitas air memiliki pengaruh yang besar bagi kesehatan kulit Anda. Lebih dari 85 persen dari semua air di kota-kota besar termasuk dalam kualitas air yang keras karena tercemar sabun dan sampah.

Salah satu penyebab timbulnya jerawat. Kandungan mineral yang tinggi pada air keras dapat menghambat kulit yang bereaksi dengan sabun pembersih muka, bukannya menghasilkan busa tetapi malah menciptakan lapisan sabun pada kulit. Hal ini tidak hanya dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan tumbuhnya jerawat, tetapi juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit seperti gatal, bersisik dan kering.

"Kotoran dalam air membuat sabun dan sampo tidak dapat bekerja secara optimal sehingga menyebabkan kekeringan pada kulit dan kulit kepala yang secara langsung mengiritasi kulit," kata Dr Dennis Gross, seorang dokter kulit di Manhattan seperti dilansir dari allyou, Kamis (3/5/2012).

Mineral, seperti kalsium, yang ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada air dapat menyebabkan hilangnya kelembaban di kulit seperti eksim.

Penelitian di University of Nottingham menemukan bahwa lebih dari 7.500 anak usia sekolah menderita eksim. Kebanyakan dari anak-anak tersebut tinggal di daerah air keras yang telah tercemar.

Anda dapat memperbaiki kualitas air dengan sistem filtrasi di rumah untuk menyaring logam mikroskopis seperti besi, seng, tembaga, magnesium, dan timah yang menyebabkan masalah kulit - Salah Satu Penyebab Timbulnya Jerawat.

Rabu, 02 Mei 2012

Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Remaja Lebih Sulit

Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Dewasa Lebih Sulit
Diabetes Mellitus
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Remaja Lebih Sulit - Beberapa puluh tahun yang lalu, diabetes banyak dialami oleh orang dewasa. Namun akhir-akhir ini, diabetes tipe 2 juga banyak dialami anak-anak dan remaja. Sayangnya, diabetes jauh lebih sulit diobati pada anak dibandingkan pada orang dewasa.

Sebuah penelitian dilakukan untuk memeriksa pengobatan diabetes di masa muda dan ingin melihat efektifitas beberapa metode pengaturan gula darah pada remaja yang baru didiagnosis diabetes saat berusia 10 - 17 tahun. Para peneliti menemukan bahwa hampir separuh dari semua peserta gagal menstabilkan gula darahnya selama masa penelitian 4 tahun. Bahkan, 1 dari 5 orang peserta mengalami komplikasi serius.

Temuan ini cukup mengejutkan karena karena obesitas dan diabetes semakin meningkat jumlahnya di kalangan remaja. Diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, kehilangan penglihatan, gangguan saraf, amputasi dan gagal ginjal.

Sebelum tahun 1990-an, diabetes tipe 2 jarang ditemui pada anak-anak. Tapi karena anak-anak dan remaja di Amerika semakin banyak yang bertambah gemuk, jumlah kasus diabetes mulai meningkat. Sampai saat ini, diabetes tipe 2 masih jarang dijumpai pada anak-anak, tetapi jumlahnya terus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2002 - 2005 saja, ada sekitar 3.600 kasus baru diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja.

Dalam penelitian yang dimuat New England Journal of Medicine ini, peneliti memantau 699 orang remaja kelebihan berat badan dan obesitas yang baru didiagnosis diabetes. Sebagian besar peserta berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. 40% di antaranya adalah orang Hispanik, 33% orang Afrika Amerika, 20% orang kulit putih, 6% orang Indian dan kurang dari 2% adalah orang Asia.

Semua peserta diberi metformin, obat standar yang digunakan untuk mengatasi diabetes tipe 2 dengan cara menormalkan kadar gula darah. Peserta kemudian dibagi menjadi 3 kelompok untuk melihat kemampuan kontrol gula darahnya.

Kelompok pertama menggunakan metformin saja. Kelompok kedua mengunakan metformin ditambah dengan olahraga, diet intensif dan program penurunan berat badan. Sedangkan kelompok ketiga menggunakan metformin ditambah obat lain, yaitu rosiglitazone (Avandia).

Hasilnya, tingkat kegagalan tetap tinggi dalam ketiga kelompok. Sekitar setengah remaja dalam kelompok pertama gagal menurunkan gula darahnya, 47% peserta dalam kelompok kedua juga gagal dan 39% peserta pada kelompok ketiga juga sama.

"Tingkat keparahan penyakit metabolik ini pada anak-anak cukup parah. Saya takut anak-anak ini akan jatuh sakit lebih cepat daripada anak-anak pada generasi sebelumnya," kata peneliti, Dr David M. Nathan, direktur pusat diabetes di Massachusetts General Hospital seperti dilansir New York Times, Kamis (3/5/2012).

Para penulis hanya bisa berspekulasi mengapa diabetes sangat sulit diobati pada anak-anak dan remaja, yaitu bisa disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dan perubahan hormon selama masa pubertas.

"Lima puluh tahun lalu, anak-anak tidak menghindari obesitas dengan membuat pilihan yang sehat, mereka tinggal di lingkungan yang menyediakan lebih sedikit kalori dan banyak aktivitas fisik. Sebelum upaya membuat lingkungan yang mendukung anak-anak untuk makan lebih sedikit dan banyak bergerak berhasil, upaya pengobatan akan selalu gagal," kata Dr David Allen dari departemen pediatri di University of Wisconsin - Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Remaja Lebih Sulit.

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental

Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental - Belakangan ini sering terdengar banyak kasus tentang autisme pada anak. Cacat mental dan kelainan pada anak dapat diminimalisir dengan tindakan preventif dari sang ibu ketika hamil.

Studi baru menghubungkan peningkatan angka autisme secara dramatis dipengaruhi oleh mutasi genetik. Studi lain menyatakan autisme disebabkan oleh antidepresan dan faktor lingkungan lainnya.

Laporan terakhir mengatakan 1 diantara 88 anak menderita autis. Hal ini bukan berita yang mengejutkan lagi, mengingat dunia kini diliputi bahan kimia, stres, depresi, lingkungan yang kacau dan sejumlah besar penyakit.

Berikut 5 tindakan yang dapat dilakukan oleh ibu untuk mencegah kelahiran bayi dengan cacat mental seperti dikutip dari fitpregnancy, Selasa (24/4/2012) antara lain:

1. Jangan Terlalu Parno akan Keganjilan Otak Anak
1 dari 88 bayi menderita autis adalah statistik yang menakutkan. Tapi hal ini berarti masih banyak kemungkinan Anda melahirkan bayi yang sehat. Keganjilan pada otak bayi bukan hanya pertanda autisme tetapi mungkin saja anak memiliki otak yang jenius atau sangat sensitif, artistik, ilmiah, memiliki musikalitas tinggi, atau berbakat seperti Albert Einstein, yang sebelumnya dicurigai menderita autis. Lakukan kontrol ke dokter secara teratur terhadap perkembangan anak Anda.

2. Atasi stres
Stres dan depresi emosional merupakan kasus yang telah umum, khususnya di kalangan perempuan. Jangan menggunakan obat antidepresan untuk meredakan stres karena menurut beberapa studi sebelumnya hal ini berbahaya bagi janin.

Anda dapat mengurangi stres dengan melakukan meditasi, berolahraga, terapi atau mengonsultasikannya kepada dokter agar mendapatkan saran yang tepat.

3. Ubah Lingkungan Anda
Lingkungan rumah yang sehat akan membuat bayi dalam kandungan Anda juga tumbuh dengan sehat. Mulailah mengubah lingkungan Anda dengan membersihkan sumbatan di parit, membersihkan perabot rumah dengan bahan pembersih yang alami seperti baking soda, jus lemon, cuka dan air panas.

4. Mengubah diet Anda
Setiap makanan yang Anda makan akan diserap ke dalam aliran darah Anda. Pewarna dalam permen, perasa buatan dalam sirup dan pengawet dalam makanan kemasan akan ditransfer melalui plasenta yang dapat merangsang pertumbuhan otak kecil bayi dalam rahim Anda.

Jika Anda seorang pria, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam makanan tersebut akan berpengaruh pada kualitas sperma. Sekarang ini sedang diadakan penelitian mengenai mutasi genetik yang dikaitkan dengan autisme dengan meneliti sperma.

5. Jangan Terlalu Over dalam Vaksinasi
Kekhawatiran mengenai risiko cacat mental yang mengancam jiwa anak Anda tidak harus diantisipasi dengan memberikan berbagai macam vaksin. Jika hal itu dilakukan maka akan membuat nyawa anak terancam karena pemberian vaksin yang tepat harus diberikan satu per satu sesuai dengan umur bayi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan vaksinasi pada anak Anda - Cara Mencegah Bayi Lahir Dengan Cacat Mental.

Selasa, 01 Mei 2012

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran

Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran
Kafein
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran - Wanita hamil sebaiknya menghindari minuman kopi atau berkafein karena berdasarkan hasil penelitian terbaru konsumsi kafein dapat memperbesar risiko mengalami keguguran.

Hasil riset terbaru yang dipublikasikan American Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwa konsumsi kopi - bahkan dalam tingkat moderat di awal masa kehamilan - dapat meningkatkan kemungkinan keguguran.

Food Standards Agency sebenarnya telah memberi batas maksimal untuk konsumsi kafein selama hamil yakni sekitar 300mg atau setara dengan empat cangkir kecil kopi setiap hari. Namun dari penelitian terungkap fakta bahwa wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari 200mg kafein setiap hari mengalami peningkatan risiko hingga dua kali lipat ketimbang yang tidak mengonsumsinya.

Sejauh ini, ada tiga faktor risiko yang dikenal dapat memicu terjadinya keguguran seperti usia saat kehamilan, sejarah mengalami keguguran, serta infertilittas. Namun penyebab utama keguguran belum sepenuhnya dapat dipahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri merupakan faktor risiko yang kerap diperdebatkan, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan hasil yang bertolak belakang.

Untuk riset yang paling mutakhir ini, Dr De-Kun Li dan koleganya di Kaiser Permanente Division of Research, meneliti 1.063 wanita yang baru memasuki usia kehamilan satu hingga dua bulan. Peneliti meminta para wanita untuk membuat catatan harian mengenai asupan kafein dari awal masa hamil hingga pekan ke-20.

Ketika peneliti membandingkan informasi ini dengan jumlah wanita yang mengalami keguguran hingga 20 minggu kehamilan, tercatat 172 wanita memiliki kaitan dengan kafein. Perbandingan antara yang tidak mengonsumsi kafein dengan wanita yang mengonsumsi hingga 200mg kafein sehari dari segi peningkatan risikonya mencapai 15% versus 12%. Sedangkan wanita yang meminum lebih dari 200mg risikonya mencapai 25%.

"Pesan utama buat para wanita hamil dari temuan ini adalah mereka mungkin seharusnya mempertimbangkan untuk menghentikan konsumsi kafein selama kehamilan," ungkap Dr Li.

Menurut peneliti, asupan kafeine dapat melewati plasenta hingga masuk kandungan. Namun belum jelas bagaimana kafein dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi.

Para ahli mengatakan bahwa mereka siap mereview kembali riset ini jika ada saran untuk mengubahnya. Namun Pat O'Brien, konsultan kebidanan dan jurubicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakan munculnya temuan ini membuat pihaknya harus menyarankan para wanita hamil untuk menghindari kafein dalam 12 minggu pertama kehamilan.

"Masa 12 minggu pertama kehamilan adalah periode yang sangat rentan untuk bayi. Pada tahap inilah kasus keguguran seringkali terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar wanita di awal masa kehamilan juga sebaiknya menghindari minuman-minuman beraroma kafein dan seringkali memang sulit untuk membuat mereka pantang menikmatinya. Namun begitu,O'Brien mengakui pula bahwa hingga saat ini belum jelas apakah wanita hamil wajib menghindari kafein pada masa-masa hamil tua - Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran.

Senin, 30 April 2012

Anak Autis Karena Ibu Merokok

Anak Autis Karena Ibu Merokok
Autis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Anak Autis Karena Ibu Merokok - Wanita yang merokok selama kehamilan cenderung melahirkan bayi yang menderita salah satu jenis autisme yaitu gangguan Asperger.

"Autisme adalah istilah umum untuk beberapa jenis gangguan yang merusak kemampuan sosial dan komunikasi," ungkap Amy Kalkbrenner, asisten profesor di University of Wisconsin-Milwaukee, Joseph J. Zilber School of Public Health dan ketua tim peneliti.

"Apa yang kami lihat adalah beberapa gangguan pada spektrum autisme bisa jadi dipengaruhi oleh faktor seperti apakah seorang ibu merokok selama kehamilan."

Angka ibu yang merokok selama kehamilan masih tinggi di Amerika Serikat meskipun banyak yang tahu bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi bayi. Kalkbrenner pun menemukan bahwa 13 persen ibu yang anaknya dilibatkan dalam studi ini merokok selama kehamilan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Health Perspectives ini, Kalkbrenner dan koleganya membandingkan data dari akte kelahiran ribuan anak dari 11 negara bagian dengan database anak yang didiagnosis menderita autisme yang dimiliki oleh CDC's Autism and Developmental Disabilities Monitoring Network (ADDMN).

Hasilnya, dari 633.989 anak yang lahir pada tahun 1992, 1994, 1996 dan 1998, 3.315 diantaranya diidentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme pada usia 8 tahun.

"Studi ini tidak mengatakan secara pasti bahwa merokok merupakan faktor risiko autisme," kata Kalkbrenner seperti dilansir dari LiveScience, Senin (30/4/2012). "Namun studi ini menyatakan adanya kaitan antara merokok dengan tipe-tipe autisme tertentu". Kaitan itu pun membutuhkan studi yang lebih lanjut, tambahnya.

"CDC sendiri baru saja merilis data yang mengindikasikan bahwa 1 dari 88 anak-anak menderita gangguan spektrum autisme," katanya.

Karena autisme melibatkan spektrum yang luas dari kondisi dan interaksi genetika dengan lingkungan yang begitu kompleks, tidak ada studi yang bisa menjelaskan semua penyebab autisme, tambahnya. "Namun tujuan utama dari studi ini adalah untuk membantu menemukan salah satu jawabannya." - Anak Autis Karena Ibu Merokok

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat

Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat
Makanan Berserat
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat Makanan berserat bagi ibu hamil ternyata bisa berarti sangat penting. Menambah asupan serat dalam menu makanan sehari-hari terbukti dapat menurunkan risiko mengidap preeklamsia.

Sebuah riset yang dimuat American Journal of Hypertension menunjukkan, wanita hamil yang meningkatkan asupan seratnya sebanyak 5 gram sehari—setara dengan 2 helai roti gandum murni—mengalami penurunan risiko preeklamsia sekitar 14 persen.

Dr Chunfang Qiu dan timnya dari Swedish Medical Center di Seattle, Washington, melaporkan hasil temuan bahwa tingginya asupan serat sebelum dan selama awal kehamilan dapat menurunkan risiko preeklamsia secara signifikan di antara 1.538 wanita hamil yang mereka pantau.

Qiu mengumpulkan data tentang asupan serat dalam kurun 3 bulan sebelum dan selama awal kehamilan dari para partisipan yang kehamilannya tidak mengalami komplikasi. Selama riset, tercatat 64 partisipan mengidap preeklamsia.

Mencegah preeklamsi dengan makanan tinggi serat. Dari hasil analisis terungkap, wanita yang mengonsumsi sedikitnya  21,2 gram serat per hari risikonya 67 persen lebih rendah mengidap preeklamsia dibanding mereka yang asupan seratnya kurang dari 11,9 gram sehari.  Peneliti mencatat bahwa setiap penambahan  5 gram asupan serat dalam sehari berarti dapat menurunkan risiko preeklamsia  hingga 14 persen.

Perhitungan ini diambil setelah peneliti mempertimbangkan faktor lainnya yang berpotensi memicu preeklamsia seperti asupan energi total, usia kehamilan, ras/etnis, jumlah kehamilan, dan berat badan sebelum kehamilan. Selain itu, wanita yang asupan seratnya paling tinggi kadar trigliseridanya tercatat 12 poin lebih rendah dan kadar HDL-nya (kolesterol baik) 2,6 poin lebih tinggi dibanding wanita yang asupan seratnya rendah.

Preeklamsia merupakan suatu  kondisi berbahaya pada wanita hamil dan penyebab utama kelahiran prematur. Preeklamsia ditandai dengan peningkatan tekanan darah, pembengkakan pada wajah dan tumit,  serta adanya protein dalam urine. Preeklamsia dialami satu dari 10 wanita hamil. Bayi dari ibu yang mengalami preeklamsia kebanyakan lahir prematur dan terganggu perkembangannya - Mencegah Preeklamsi Dengan Makanan Tinggi Serat.

Minggu, 29 April 2012

Mencegah Diare Anak Dengan Probiotik

Mencegah Diare Anak Dengan Probiotik
Anak Diare
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Mencegah Diare Anak Dengan Probiotik - Kajian mengenai manfaat probiotik terus dilakukan para ahli. Dalam sebuah riset terbaru, para ilmuwan menemukan manfaat bakteri baik ini pada anak-anak, yakni mengurangi lamanya penyakit diare dan mencegah diare akibat penggunaan antibiotik.

Penelitian yang dimuat dalam laporan American Academy of Pediatrics ini disimpulkan dari beberapa riset berkualitas. Kendati demikian para ahli mengatakan belum ada bukti kuat untuk menyarankan penggunaan susu formula yang mengandung probiotik. Probiotik juga tidak disarankan untuk anak yang menderita penyakit berat.

Selama ini produsen makanan dan minuman probiotik selalu mengklaim produk mereka menyehatkan sistem pencernaan dan meningkatkan sistem imun. Padahal, belum ada riset yang bisa membuktikan secara akurat klaim-klaim tersebut.

Mencegah diare anak dengan probiotik. Dalam penelitian terbaru ini anak yang diberi probiotik sejak awal menderita diare akibat infeksi virus memang sembuh lebih cepat. Probiotik juga bisa mencegah diare pada anak-anak yang minum antibiotik.

Akan tetapi anak-anak yang menderita penyakit gangguan kekebalan tubuh atau memakai kateter tidak disarankan mengonsumsi probiotik karena bisa menimbulkan infeksi serius.

Dr.Tod Cooperman, peneliti yang melakukan studi mengenai probiotik, menyebutkan yang harus diperhatikan adalah probiotik baru memberikan manfaat jika dikonsumsi dalam keadaan hidup.

"Harus diketahui bahwa organisme dalam probiotik, baik suplemen atau makanan dan minuman, sering kali sudah mati bahkan sebelum produk itu diberi label," katanya.

Dalam penelitian yang dilakukannya, produk makanan dan minuman probitok untuk anak hanya mengandung 7-21 persen probiotik dari jumlah yang disebut dalam label. Agar bakteri tetap hidup, produk harus disimpan di tempat yang terlindung dari panas, cahaya dan kelembaban - Mencegah Diare Anak Dengan Probiotik.

Jumat, 27 April 2012

Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang

Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang
Ibu Hamil
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang - Anemia akibat kekurangan zat besi merupakan penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Untuk mencegah kejadian buruk ini, ibu hamil disarankan untuk banyak memakan pisang.

"Saat hamil, tubuh ibu membutuhkan banyak energi. Pisang adalah makanan terbaik karena mengandung vitamin yang diperlukan. Dua buah pisang cukup memenuhi asupan zat besi pasien anemia. Pisang juga mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim," kata Kathleen Zelman, MPH, RD, direktur Nutrisi dan Klinik Penurunan Berat Badan WebMD seperti dilansir WebMD, Senin (12/3/2012).

Asam folat atau vitamin B9 adalah jenis vitamin B yang larut dalam air. Asam folat terkandung secara alami dalam makanan. Pada manusia, asam folat diperlukan untuk membuat asam nukleat dan hemoglobin dalam sel darah merah. Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan sel darah merah muda dan menyebabkan anemia.

Cegah anemia saat hamil dengan makan pisang. Asam folat penting untuk perkembangan selubung saraf selama kehamilan yang membentuk otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan asam folat pada wanita hamil meningkatkan risiko kelahiran prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau mengalami cacat pada selubung sarafnya.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 0,4 mg asam folat setiap hari sebelum pembuahan dan awal kehamilan dapat mengurangi risiko melahirkan bayi cacat tabung saraf hingga 70%. Namun, jangan makan pisang berlebihan sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.

"Mual di pagi hari saat hamil merupakan tanda pertama kehamilan dan sering berlangsung hingga trimester pertama. Tetapi rasa sakit bisa terjadi setiap saat bukan hanya di pagi hari. Pisang yang juga diperkaya vitamin B6 dapat menenangkan asam lambung dan meningkatkan pencernaan," imbuh dr Zelman.

Satu buah pisang juga mengandung sekitar 467 mg kalium, dan ibu hamil perlu 2000 mg kalium setiap harinya. Diyakini bahwa kram kaki, salah satu gejala yang paling tidak menyenangkan selama kehamilan, dapat diredakan dengan meningkatkan asupan kalium.

"Anemia akibat kekurangan zat besi adalah masalah utama ibu hamil, terutama saat melahirkan anak, dan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu saat melahirkan. Pisang yang kaya zat besi bisa berdampak besar pada pemecahan masalah anemia karena kekurangan zat besi," kata Profesor James Dale, direktur Pusat Tanaman Tropis dan Biocommodities di Queensland University of Technology - Cegah Anemia Saat Hamil Dengan Makan Pisang.

Tanda dan Gejala Bayi Sedang Mengalami Gangguan Pencernaan

Tanda dan Gejala Bayi Sedang Mengalami Gangguan Pencernaan
Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Tanda dan Gejala Bayi Sedang Mengalami Gangguan Pencernaan - Bayi sangat rentan terhadap masalah pencernaan karena sistem pencernaan bayi belum dikembangkan sepenuhnya untuk mencerna makanan yang kompleks. Jika pencernaan bayi tidak benar, umumnya bayi akan menghadapi masalah pada lambung dan sembelit.

Kebiasaan makan bayi sangat berbeda dengan orang dewasa. Perut bayi butuh waktu untuk berkenalan dengan asupan makanan yang bervariasi. Meskipun masalah ini tidak serius dan bayi dapat mengatasi masalah ini seiring berjalannya waktu, tetapi jika hal ini terus terjadi terlalu lama, bayi perlu mendapatkan perawatan medis.

Berikut beberapa tanda dan gejala yang menunjukkan bahwa bayi Anda mengalami masalah pencernaan seperti dikutip dari onlymyhealth, Jumat (27/4/2012) antara lain:

1. Menolak makan

Ketika bayi menderita masalah pencernaan, kerongkongannya juga akan terpengaruh. Hal ini menyebabkan bayi merasakan sensasi panas di perut, yang mengakibatkan hilangnya nafsu makan.

Bayi jadi kesal dan menunjukkan perubahan suasana hati juga. Sehingga bayi akan menolak makanan yang Anda berikan dengan menangis.

2. Terus menerus cegukan

Masalah pencernaan dapat meningkatkan jumlah asam pencernaan di dalam perut bayi.

Asam tersebut akan meningkatkan kandungan udara di perut yang dapat menyebabkan kram pada otot kerongkongan. Karena kontraksi otot ini, bayi akan mengalami cegukan terus menerus.

3. Kesulitan bernapas

Kandungan asam yang tinggi dalam perut bayi menyebabkan penyumbatan di saluran pernapasan bayi.

Hal ini dapat mengembangkan masalah pernapasan pada bayi dan dapat menyebabkan asma juga.

Selain itu, iritasi terus menerus di saluran udara dapat menyebabkan batuk. Selama siang hari, kondisi ini dapat dikendalikan karena bayi terus bergerak, tapi setelah tidur di malam hari, kondisi ini akan semakin parah.

Kadang-kadang dapat menyebabkan terhalangnya sirkulasi udara pada rongga hidung yang dapat berakibat fatal bagi bayi.

4. Muntah

Kadang-kadang, bayi akan memuntahkan makanannya karena sistem pencernaan yang lemah. Bayi yang tidak dapat memproses makanan memuntahkan makanan yang Anda berikan.

Jika bayi menunjukkan gejala-gejala yang disebutkan di atas, berarti bayi Anda memiliki masalah terhadap pencernaannya dan memerlukan perawatan dan pengobatan yang tepat.

Masalah pencernaan bayi adalah masalah serius yang harus diperhatikan sebelum menjadi rumit dan berakibat fatal bagi bayi Anda - Tanda dan Gejala Bayi Sedang Mengalami Gangguan Pencernaan..