Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui

Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui
Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui - Saat paling menentukan dalam menyusui adalah 2 minggu pertama setelah melahirkan. Karena, pada masa tersebut mampu menentukan seberapa tingkat produksi air susu ibu (ASI) ketika menyusui.

2 minggu pertama setelah melahirkan merupakan saat yang tepat untuk melihat hasil dari ASI. Jika dalam kurun 2 minggu si bayi menyusui dengan kuat maka kedepan produksi ASI bisa dipatikan lebih banyak.

Mekanisme proses terbentuknya ASI di dalam payudara ibu menyerupai pabrik, semakin banyak permintaan makan akan semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi. Jika permintaan sedikit maka akan berdampak pada menurunnya jumlah produksi ASI.

Untuk itu perawatan menyeluruh setelah melahirkan sangatlah diperlukan untuk merangsang produksi air susu ibi (ASI) agar lebih maksimal.

Namun, kenyataanya masih banyak ibu-ibu yang salah mempersepsikan bahwa menyusui bayi hanyalah nutrisi penunjang untuk bayi. Padahal manfaat ASI sangatlah banyak bahkan berdampat sepanang usia si kecil. ASI merupakan nutrisi utama bagi bayi dan merupakan bagian natural dari kehidupan.

Itulah mengapa kita harus meningkatkan kesadaran agar para ibu menyusui bayinya.

Untuk diketahui bahwa seluruh nutrisi yang dibutuhkan bayi terdapat pada ASI khususnya untuk 6 bulan pertama dan tetap dibutuhkan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan selama 1 tahun.

ASI mengandung kolosterum yang juga berfungsi sebagai antibody untuk melawan antigen penyebab infeksi. Jika pmbrian ASI tidak maksimal itu bisa saja meningkatkan resiko si kecil mengalami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau bayi mati mendadak. Sedangkan pemberian makanan tambahan terlalu dini bisa beresiko menyebabkan diabetes di masa dewasa serta resiko terserang penyakit jantung.
- Saat Paling Menentukan Ketika Menyusui.

Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak

Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak
Peran Orangtua
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak - Kedekatan emosional antara orangtua dengan anak telah terbukti berdampak terhadap terjadinya kegemukan atau obesitas pada anak. Para peneliti menyatakan, seorang anak yang kerap tidak akur dan sering berselihih dengan orangtuanya memiliki resiko mengalami obesitas 2x lebih besar.

Studi terbaru yang dimuat pada of Paediatric menyatakan, seorang anak yang memiliki hubungan kurang baik dengan orangtua khususnya ibu memiliki resiko mengalami kegemukan atau obesita sebesar 26,1% ketika berumur 15 tahun. Sedangkan anak yang memiliki hubungan baik dengan si ibu hanya beresiko sebesar 13%.

Penelitian yang dipimpin oleh Prof Sarah Anderson ini menyatakan, hubungan secara emosional anak dengan ibunya secara tidak langsung bisa mempengaruhi pola makan pada anak. Orangtua yang renggang dengan anaknya rentan sekali kesulitan mengajari si anak bagaimana cara mengahadapi stres, akhirnya pola dan jadwal makan terganggu.

”Sebenarnya obesitas di usia anak-anak dapat dicegah dengan membina hubungan emosional antara anak dengan orangtua, daripada membuat aturan pola makan pada anak,” ungkap Prof Sarah Anderson.

Menurutnya, kemampuan seorang mengatasi stres bukan hanya berpengaruh pada pola dan jadwal makannya tetapi berpengaruh juga pada pola tidur. Anak yang rentan mengalami stres cenderung sulit memulai tidur, sehingga metabolismenya terganggu dan mengakibatkan obesitas.

Hubungan antara ibu dan anak yang kurang baik dianggap juga memiliki kedekatan emosional yang buruk. Hasil dari studi ini menunjukkan, faktor kedekatan emosi bukan hanya berpengaruh pada psikologis tetapi berpengaruh juga pada fisik si anak.

Kegemukan atau obesitas pada anak bisa berhubungan erat dengan resiko beberapa penyakit seperti diabetes mellitus juga penyakit jantung. Semua resiko ini sebenarnya bisa dihindari dengan mengatur pola makan, mengatasi stres dan olahraga secara rutin - Peran Orangtua Terhadap Terjadinya Obesitas Pada Anak.

Rabu, 09 Mei 2012

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu

Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu
Berat Badan Bayi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu - Beberapa orang perempuan melahirkan bayi dengan bobot lahir yang tinggi. Bobot bayi ini bisa dipengaruhi oleh asupan nutrisi, kondisi kesehatan ibu, dan juga karena gen. Para ilmuwan menemukan bahwa bobot lahir bayi dipengaruhi variasi gen dari ibu dan nenek, namun pengaruh gen dari Ayah sangat minim.

Para peneliti sebelumnya telah mempelajari bahwa gen bertindak sebagai penekan pertumbuhan yang dapat mengurangi bobot lahir. Tapi sebuah penelitian di Inggris menemukan gen tertentu yang diturunkan dari ibu dapat membuat bobot bayi lahir bertambah 93 gram. Pertambahan bobot ini bisa mencapai 155 gram jika diturunkan oleh nenek dari pihak ibu.

Dalam artikel yang dipublikasikan di American Journal of Human Genetics, profesor Gudrun Moore dari University College London dan rekannya meneliti gen yang disebut PHLDA2 terhadap 9.500 sampel DNA dari ibu dan bayinya. Sampel ini dikumpulkan dari 3 penelitian yang terpisah. Peneliti menemukan varian gen yang disebut RS1 dapat mengubah fungsi gen sehingga menyebabkan bobot lahir bayi lebih tinggi.

"Gen memang memiliki pengaruh yang besar pada bobot lahir dengan bertindak sebagai penekan pertumbuhan. Kami menemukan varian genetik PHLDA2 yang diturunkan dari ibu dapat menyebabkan bayi terlahir 93 gram lebih berat di atas rata-rata. Bahkan bobotnya bisa mencapai 155 gram lebih besar di atas rata-rata jika diwariskan oleh nenek dari pihak ibu," kata Prof Moore seperti dilansir BBC News, Jumat (23/3/2012).

Variasi gen RS1 ini ditemukan pada sekitar 13% individu yang diteliti. Sedangkan variasi gen S2 sebanyak 87%. Variasi gen RS2 lebih umum ditemui dan variasi ini hanya ditemukan pada manusia. Adanya variasi gen RS1 dan RS2 ini membuat bayi terlahir lebih kecil.

Peneliti menduga, mekanisme ini merupakan efek perlindungan untuk meningkatkan kelangsungan hidup ibu saat melahirkan bayi. Artinya, berat lahir yang tidak terlalu berat akan memastikan ibu selamat saat melahirkan.

"Meskipun penelitian ini hanya melihat bobot lahir bayi, ada kemungkinan bahwa varian genetik ini memiliki pengaruh jangka panjang terhadap kondisi kesehatan. Pengaruh kesehatan tersebut sebagian disebabkan pengaruh bobot lahir dan sebagian lagi disebabkan faktor genetik," kata Dr Caroline Relton dari Newcastle University.

Bayi baru lahir umumnya memiliki bobot rata-rata 3500 gram dengan panjang badan 48 - 51 cm dan lingkar kepala rata-rata 35 cm. Penelitian ini juga menemukan bahwa pengaruh gen dari Ayah terhadap bobot lahir bayi hampir tidak ada sama sekali.

"Gen dari Ayah kurang terlibat dalam evolusi. Mungkin karena kelangsungan hidup sang Ayah sendiri tidak dipertaruhkan dan dapat terus bereproduksi dengan perempuan lain," kata Profesor Moore. - Berat Badan Lahir Bayi Dipengaruhi Berat Badan Ibu.

Selasa, 08 Mei 2012

5 Jenis Bekal Makanan Yang Kurang Sehat Untuk Anak

5 Jenis Bekal Makanan Untuk Anak Yang Kurang Sehat
Bekal Makanan Anak
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 5 Jenis Bekal Makanan Yang Kurang Sehat Untuk Anak - Untuk menghindari anak jajan sembarangan ketika di sekolahnya, ibu sering membawakan bekal makan siang untuk anaknya. Tetapi beberapa makanan yang Anda berikan sebagai bekal anak terkadang malah buruk untuk kesehatan anak.

Mungkin beberapa makanan akan lebih praktis untuk disiapkan di pagi hari sebelum anak berangkat sekolah. Tetapi Anda harus memperhatikan juga nilai gizi dan kebersihan suatu makanan sebelum memlilihnya sebagai menu bekal anak.

Berikut 5 jenis bekal makanan anak yang buruk untuk kesehatannya, seperti dikutip dari redbookmag, Selasa (8/5/2012) antara lain:

1. Biskuit buah

Anak-anak sangat menyukai biskuit dengan buah di dalamnya karena rasanya yang enak. Tetapi menurut dokter gigi, biskuit buah dan permen adalah penyebab kerusakan gigi yang nomor satu pada anak-anak.

Selain itu biskuit buah kadang dibuat menggunakan pewarna dan perasa buatan. Meskipun mengandung buah, biskuit buah mengandung buah asli yang telah kehilangan serat aslinya dan kandungan air yang terkandung dalam buah utuh.

2. Kue kemasan

Kue dalam kemasan mungkin memang lebih praktis untuk disiapkan sebagai bekal anak ke sekolah. Sayangnya, kue tersebut adalah salah satu sumber lemak trans yang merupakan tipe terburuk dari lemak makanan.

Kue buatan sendiri akan lebih sehat karena Anda dapat memastikan sendiri bahan-bahannya. Simpanlah dalam kulkas dan siapkan sebagai bekal makan siang anak Anda.

3. Jus kemasan

Terkadang ibu memasukkan jus yang dikemas dalam kotak atau botol ke dalam tas anak agar anak tidak jajan minuman yang tidak sehat di sekolah. Tapi ternyata jus kemasan bisa berbahaya untuk kesehatan anak Anda.

Jika gula telah bercampur dengan buah dalam bentuk jus dan dikemas, semua serat yang terkandung dalam buah akan hilang. Akan lebih baik jika Anda memasukkan buah utuh seperti apel atau jeruk ke dalam tas anak sebagai bekalnya.

4. Kerupuk

Anak-anak menyukai kerupuk yang renyah. Sayangnya, kerupuk tidak memberikan gizi pada anak. Kerupuk dibuat menggunakan pengawet yang dimasak dalam minyak yang tidak sehat.

5. Daging olahan

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan daging olahan seperti hot dog, chicken nugget, dan dendeng pada saat makan siang akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker tertentu.

Cobalah untuk menghindari daging olahan yang dikemas seperti hot dog dan sejenisnya karena mengandung pengawet makanan. Pastikan terdapat label 'alami' pada kemasan makanan yang Anda pilihkan untuk anak Anda - 5 Jenis Bekal Makanan Yang Kurang Sehat Untuk Anak.

Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita

Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita - Satu dari 10 wanita diperkirakan menderita kanker payudara, yang disebabkan oleh gaya hidup modern. Kanker payudara merupakan kanker kedua terbanyak di Indonesia, setelah kanker serviks.

Prof Tan Yah Yuen dari Singapura mengatakan, pendekatan baru operasi kanker payudara termasuk pengangkatan payudara dengan mempertahankan puting susu. Konservasi payudara ini dimungkinkan dengan bantuan pemeriksaan Sentinel Lymph Node, menggunakan gamma kamera SPECT yang bisa secara tepat melihat penyebaran sel kanker di kelenjar getah bening yang terjangkit saja. Fasilitas ini sudah tersedia di RS MRCCC Siloam Jakarta.

Hal ini terungkap dalam Simposium Penanganan Terkini Kanker Payudara, Hati dan Usus Besar. Acara ini diprakarsai RS MRCCC Siloam sebagai perwujudan nyata komitmen MRCCC Siloam memberikan pelayanan kesehatan yang baik untuk penanganan penyakit kanker. Jika ditangani dan diobati sejak dini, akan memberikan harapan hidup yang lebih baik. Disebutkan, deteksi dini pada kanker payudara termasuk screening dengan USG, mamografi, MRI payudara, biopsi, endoskopik breast surgery, image guided non surgical ablation untuk kanker ukuran kecil, perlu dilakukan untuk penanganan kanker sejak dini.

Simposium yang memberikan nilai tambah bagi praktisi kanker ini, menghadirkan sekitar 50 pakar kanker international, President World Gastroenterology Organization Prof. G.N.J Tytgat MD PhD dari Belanda; Prof. Harald J. Hoekstra MD, PhD - Profesor Surgical Oncology dari UNMCG Netherlands, dan Prof. Eisuke Fukuma MD PhD – Director of Breast Cancer, Kameda Medical Centre Jepang, dan pakar bedah kanker national Dr. Samuel Haryono SpB Onk (K).

Dalam simposium ini, ditampilkan juga Oncoplastic Surgery pada pasien kanker payudara oleh Dr. Samuel Haryono SpB Onk (K) bersama Prof. Eisuke Fukuma MD PhD, yg direlay secara live dari ruang operasi RS MRCCC untuk disaksikan 200 peserta dokter ahli bedah dan internist dari seluruh rumah sakit dan fakultas kedokteran dari seluruh Indonesia.

Hal lain yang diangkat sebagai topik dalam simposium dan workshop tiga hari ini adalah kanker hati dan usus besar.

Menurut Prof Pierce Chow, Asia Pasifik menanggung beban 70 persen dari seluruh insidens kanker hati (liver) dunia, disebabkan penyakit hepatitis viral kronis dan Hepatitis B (peradangan kronis pada jaringan hati karena disebabkan oleh virus). “Namun secara keseluruhan, hanya 5-15 persen dari pasien yang terdiagnosis menderita kanker hati dapat menjalani operasi pengangkatan kanker, karena adanya fungsi hati yang sudah menurun atau adanya sirosis hati," tambah dr Irsan Hasan.

Pada pasien kanker hati yang tidak bisa menjalani operasi pengangkatan kanker, dapat dilakukan teknik ablasi lokal (dengan Percutaneus Ethanol Injection [PEI], Microwave Coagulation Therapy [MCT], dan Radiofrekuency Ablation [RFA]). Yang dimaksud dengan Microwave Coagulation Therapy adalah memanaskan sel tumor hingga suhu 600 sehingga sel tumor tersebut mati.

“TACE (Trans Arterial Chemo Embolization) digunakan sebagai terapi tambahan pada penderita kanker hati yang bersifat minimal invasif. Tujuan dilakukan terapi ini adalah mengecilkan sel tumor, meningkatkan kualitas hidup dengan pemberian kemoterapi dan menutup pembuluh darah yang memberi makan sel tumor," ungkap dr. Soewandi A.H dari RS MRCCC Siloam Jakarta.

Pencegahan terjadinya kanker hati pada seseorang, yaitu dengan imunisasi rutin hepatitis B, pemeriksaan AFP, USG perut, diagnosis dini dan pengobatan dini hepatitis B. Dengan adanya diagnosis dini dan pengobatan dini hepatitis B, akan memperpanjang survival dan memungkinkan deteksi dini kanker hati. Kanker hati yang terdeteksi dini akan memiliki tingkat kesembuhan yang lebih tinggi.

Kanker Colorectal (usus besar) disebabkan antara lain: faktor keturunan (genetik), adanya riwayat sebelumnya pasien menderita tumor jinak pada usus besar, pasien yang menderita peradangan usus (Inflamantory Bowel Disease), selain itu diet dan paparan terhadap zat-zat tertentu memudahkan dalam timbulnya kanker pada seseorang.

“Semakin dini ditemukan jaringan kanker, kondisi ini memberikan hasil akhir yang lebih baik bagi pasien, serta menurunkan tingkat kematian pada pasien. Metode-metode yang digunakan untuk deteksi dini kanker usus besar, di luar biopsi, antara lain: endoskopi, chromoskopi, endoskopi autofluorescent, narrow band imaging, dan endomicroscopy," jelas Emer Prof GNJ Tytgat, President World Gastroenterology Organization dari Belanda.

"Terapi dari kanker usus besar ini adalah operasi terbuka, operasi laparoskopi (operasi dengan menggunakan fiber optik yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Operasi ini memungkinkan irisan pada kulit yang lebih sedikit dan tingkat perawatan di rumah sakit lebih singkat), kemoterapi, dan terapi target," kata dr Errawan R. Wiradisuria.

“Keberhasilan pengobatan dan terapi kanker tentunya ditopang olehalat kesehatan mutakhir. RS. MRCCC Siloam telah memiliki alat LINAC IX untuk radiotherapy patient kanker dengan tehnology IMRT, yang memungkinkan radiasi yang tepat sasaran pada sel kanker, ditunjang PET/CT sebagai teknologi mutakhir dalam mendeteksi kanker. Ini berperan besar dalam menentukan staging awal penyakit kanker serta evaluasi keberhasilan terapi (baik chemo, radiasi dan bedah). Hal lain, PET/ CT dapat juga untuk menilai kekambuhan / metastase ( penyebaran ) sel kanker dalam tubuh," demikian Dr Eko Purnomo SpKn dan Hanny Moniaga, CEO RS. MRCCC Siloam - Jumlah Penderita Kanker Payudara 1/10 Wanita.

Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara

Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara
Payudara
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara - Kontroversi di balik penggunaan bra yang ketat dan bahayanya untuk kesehatan masih terus berlanjut. Sebagian orang berpendapat bahwa bra yang ketat bisa memicu kanker payudara meski sebagian ilmuwan menentangnya. Baru-baru ini para ahli dari Harvard University mengklaim menemukan bukti kaitan antara bra dan kanker payudara.

Peneliti beralasan, penggunaan bra yang sangat ketat dapat membatasi sirkulasi darah dan dapat merusak jaringan getah bening. Kondisi tersebut mengakibatkan kurangnya oksigen dan nutrisi yang dikirim ke seluruh jaringan sel. Hal ini terutama terjadi pada wanita yang memakai bra selama lebih dari 12 jam sehari dan memakainya ketika tidur.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan kelas menengah berada pada risiko lebih tinggi terkena kanker payudara karena kesibukan mereka setiap harinya.

Seperti diketahui, pembuluh limfatik dalam jaringan payudara sangat tipis, mereka sangat sensitif terhadap tekanan dan mudah dikompresi. "Alasan utama mengapa bra yang sangat ketat buruk bagi kesehatan payudara adalah karena mereka membatasi aliran getah bening di payudara Anda. Biasanya cairan getah bening mencuci keluar bahan limbah dan racun dari payudara, tetapi bra menghambat tindakan ini sehingga racun dapat mulai menumpuk di payudara yang dapat membantu perkembangan kanker," kata Dr MD Mody.

Sementara itu, dr Smiti Kamath juga menyuarakan hal yang serupa. Ia mengatakan, "Mengenakan bra yang ketat terutama ketika tidur akan mencegah aliran limfatik dan kemungkinan menyebabkan anoksia (kandungan oksigen rendah), di mana berhubungan dengan fibrosis, yang pada gilirannya telah dikaitkan dengan risiko kanker meningkat." - Bra Terlalu Ketat Tidak Baik Untuk Payudara.

Senin, 07 Mei 2012

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan

Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan
Ilustrasi
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan - Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN DR Sudibyo Alimoesa mengatakan, tingkat kematian ibu saat melahirkan di Indonesia masih tinggi, atau hampir setiap satu jam, dua ibu melahirkan meninggal dunia.

"Bila jumlah tersebut ditotal maka dapat dibayangkan dalam satu hari berapa ibu melahirkan yang meninggal dunia," katanya dalam pertemuan dengan Ulama se Kalsel di Banjarmasin, Selasa (31/1/2012).

Menurut dia, berdasarkan data dan penelitian tentang kualitas penduduk Indonesia 2011 tercatat Angka Kematian Ibu (AKI atau MMR) masih sebesar 228/100.000 kelahiran hidup.

Selanjutnya angka kematian bayi usia 0-11 bulan (AKB-IMR) adalah 34 per 1.000 kelahiran hidup, kemudian 60 persen penduduk hanya tamat SD atau lebih rendah, angka harapan hidup Indonesia sekitar 68/72 tahun.

"Sedangkan Jepang saja kini rata-rata umur penduduknya telah mencapai 100 tahun, sehingga saat ini 40 persen penduduknya merupakan lansia," katanya.

Meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) yang berbasis pada pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan tersebut, BKKB telah menempuh berbagai langkah dan menetapkan target berdasarkan MDGs 2015.

Meningkatkan harapan hidup dan mengurangi angka kematian ibu dan anak, tambah Sudibyo, BKKBN sedang menjalankan program pelatihan bagi 35 ribu bidan dan 10 ribu dokter umum maupun dokter kandungan.

Pelatihan untuk melakukan pertolongan dalam persalinan tersebut sekaligus juga diisi dengan pelatihan untuk melakukan pemasangan alat kontrasepsi sesuai dengan program BKKBN.

Diharapkan dengan adanya pelatihan tersebut, maka pertolongan kelahiran yang berada di daerah terpencil bisa dilakukan secara medis sehingga kematian ibu dan bayi bisa ditekan.

Taraaget nasional, pada 2015 AKI akan turun dari 228/100.000 kelahiran hidup menjadi 102/100.000 kelahiran hidup begitu juga dengan angka kematian bayi turun menjadi 23/1.000 kelahiran hidup.

Kepala BKKBN Kalsel Dra Chamnah Wahyuni mengatakan, khusus Kalsel pelatihan akan dilakukan kepada 900 bidan dan 300 dokter yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.

Dialog dengan narasumber dari BKKBN pusat mendapatkan tanggapan cukup antusian dari para Ulama dan masyarakat Kalsel.

Salah seorang peserta dialog mempertanyakan efek samping pil KB dan suntik yang justru membuat lesu para wanita sehingga mengurangi gairah pada saat melayani suami.

"Karena para wanita menjadi lesu setelah minum pil KB dan suntik tersebut, akhirnya banyak suami "jajan" di luar," katanya disambut gelak tawa peserta.

Terhadap keluhan tersebut, Sudibyo mengatakan akan dilakukan penelitian lebih mendalam terhadap kebenaran informasi tersebut, karena selama ini tidak pernah ada keluhan seperti itu.

"Ini akan menjadi bahan diskusi kita, karena selama ini pil dan suntik adalah alat kontrasepsi yang paling banyak diminati peserta," katanya. - Angka Kematian Ibu di Indonesia Saat Melahirkan.

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues

Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues
Sindrom Baby Blues
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues - Kebahagiaan setelah kelahiran anak bisa sirna akibat depresi yang melanda. Gangguan depresi khas yang dialami oleh para ibu baru disebut oleh pakar sebagai postpartum syndrome, yang mungkin lebih sering Anda dengar dengan istilah baby blues.

Baby blues dapat terjadi kapan saja, tetapi umumnya adalah sekitar satu hingga tiga minggu setelah kelahiran anak. Dalam masa ini, Anda mungkin akan menjadi lebih mudah marah atau malah mudah menangis tanpa alasan yang jelas. Nafsu makan mengalami perubahan, sementara Anda juga jadi gampang cemas atau sulit tidur. Sebagian ibu menjadi sangat mudah frustrasi saat berhadapan dengan anaknya, dan cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak dapat menjadi ibu yang baik. Pada kasus lain ada juga ibu yang begitu takut memegang bayinya karena khawatir akan melukai bayi itu atau dirinya sendiri.

Menurut ahli, beberapa faktor psikologis dapat berpengaruh terhadap munculnya baby blues, mulai dari tekanan emosional hingga sisi kepribadian sang ibu baru. Simak beberapa hal yang bisa memicu timbulnya baby blues, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Kehamilan tidak direncanakan
Tidak siap untuk memiliki anak dapat berpengaruh pada kondisi emosional calon ibu pada saat hamil dan juga setelah melahirkan, kata Sara Rosenquist, PhD, psikolog dari Chapel Hill, North Carolina. Menurut penulis After the Stork: The Couple's Guide to Prevention and Overcoming Postpartum Depression ini, Anda perlu mencoba untuk tidak terlalu berfokus pada aspek-aspek negatif dari memiliki anak.

"Pilihannya adalah menganggap anak itu sebagai karunia dalam hidup, atau sebaliknya," kata Rosenquist lagi. Bertukar pikiranlah dengan sesama ibu, agar Anda lebih positif dalam menyambut kelahiran bayi dalam keluarga.

2. Hubungan dengan pasangan sedang bermasalah
Stres akibat masalah dengan pasangan bisa berpengaruh terhadap munculnya baby blues. "Adanya masalah bisa meningkatkan rasa kecewa Anda," papar Rosenquist. "Sementara konflik tak berkesudahan dengan pasangan dapat menimbulkan depresi." Datangnya anggota keluarga baru dapat dianggap sebagai tambahan masalah.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya sejak awal Anda sudah mulai berkonsultasi dengan penasihat perkawinan. Dengan begitu, energi dan waktu Anda tidak dihabiskan untuk hal-hal yang negatif sehingga lebih siap untuk hal yang lebih besar, yaitu kelahiran anak.

3. Kurangnya dukungan keluarga
Pasangan yang tidak membantu dalam merawat anak bisa membuat Anda putus asa pada masa awal memiliki anak. Begitu juga jika Anda tidak memiliki teman dekat atau anggota keluarga yang dapat membantu merawat bayi. Padahal, adanya dukungan yang besar dari orang-orang sekitar dapat membuat Anda merasa lebih kuat dan percaya diri dalam merawat bayi.

Mulai membangun sistem support sebelum sang bayi lahir, menurut profesor Psikologi Michael O'Hara, PhD, dari University of Iowa, dapat sangat membantu mengatasi masalah ini. Jika tidak ada teman yang tinggal di dekat Anda, cobalah mulai berteman dengan para ibu di daerah sekitar rumah. Atau, andalkan bantuan dari baby sitter.

4. Anda baru mengalami kejadian yang pahit
Perceraian atau kematian dari anggota keluarga dapat menambah risiko Anda untuk mengalami postpartum syndrome. Bahkan, perubahan drastis seperti baru pindah rumah juga dapat memberikan dampak yang serupa, begitu menurut Maria Muzik, MD, dari University of Michigan Health System. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil untuk menghindari adanya perubahan hidup terlalu besar (yang tentunya disengaja) selama kehamilan dan setelah melahirkan. Jika bisa, tunda rencana pindah rumah hingga Anda merasa lebih stabil.

5. Anda terlalu perfeksionis
Selalu mengharapkan segalanya berjalan sempurna bisa membuat seseorang jadi mudah frustrasi pada saat yang terjadi adalah sebaliknya. Itu sebabnya, menurut Kim Zittel, PhD, MSW, asisten profesor di bidang sosial dari Buffalo State College, New York, Anda perlu sedikit menurunkan standar.

"Para perfeksionis akan menuntut dirinya sendiri menjadi ibu yang sempurna. Ia juga mengharapkan pasangannya akan menjadi ayah teladan, dan anaknya adalah bayi yang manis bagaikan malaikat," tutur Zittel lagi.

Begitu hal ini tidak tercapai, para ibu ini akan mulai menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam depresi. Lebih baik, Anda mencoba untuk bersikap lebih realistis dan belajar untuk menerima segala hal dengan pikiran terbuka - Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues.

Bisakah Menyusui Setelah Operasi Caesar

Bisakah Menyusui Setelah Operasi Caesar
Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Bisakah Menyusui Setelah Operasi Caesar - Banyak ibu bertanya, dapatkah saya menyusui setelah melahirkan caesar? Jawabannya adalah YA! Tidak ada alasan untuk menunda memberikan ASI kepada bayi sekalipun Anda baru saja menjalani persalinan caesar. Setelah melahirkan, segera ingatkan dokter atau bidan, bahwa Anda ingin menyusui bayi sesegera mungkin.
Bahkan jika situasi memungkinkan, dokter biasanya akan langsung meletakkan bayi di dada ibu (skin to skin) saat masih di meja operasi. Hal ini tentu dengan memperhitungkan terlebih dahulu kondisi kesehatan ibu dan bayi

Menyusui akan menjadi moment berharga dan membentuk ikatan emosional antara ibu dan bayi. Apapun bentuk anestesi (pembiusan) yang Anda dapat, hal itu tidak dapat menghalangi proses pemberian ASI.

Beberapa anggapan ada yang mengatakan bahwa cairan ASI datang lebih lambat pasca operasi caesar. Bahkan sejumlah penelitian telah menunjukkan, beberapa bayi yang lahir melalui operasi caesar butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan berat badan ideal ketimbang bayi lainnya. Tetapi kondisi ini tidak akan berlangsung lama dan akan membaik setelah beberapa hari.

Penempatan posisi bayi pada payudara sangat penting untuk membantu proses menyusui dan mencegah nyeri puting. Pastikan tubuh bayi dekat dengan Anda (dada ke dada, dagu dekat payudara dan hidung jauh dari payudara).

Untuk melindungi luka bekas operasi Anda bisa menggunakan bantal sebagai alasnya. Letakan bayi disamping atau di bawah ketiak Anda.

Setelah operasi caesar penting bagi bayi untuk menerima kolostrum dan mulai belajar untuk menyusui. Memberikan ASI saat malam hari akan membantu mencegah pembengkakan payudara dan menjaga pasokan susu Anda.

Ketika harus menunggu


Tidak setiap ibu dapat dengan segera menyusui pasca menjalani operasi caesar. Anda mungkin membutuhkan waktu akibat efek dari anestesi (pembiusan) atau bayi Anda mungkin perlu dimasukkan ke dalam humidicrib untuk sementara waktu untuk menstabilkan kondisinya.

Ada satu hal penting yang dapat Anda lakukan sambil menunggu yakni dengan mengekspresikan kolostrum Anda. Kolostrum adalah 'cairan super' yang dihasilkan kelenjar susu beberapa hari pascamelahirkan dan mengandung lebih banyak protein dan zat-zat untuk pertahanan. Cairan ini berfungsi sebagai pencahar alami untuk mekonium - membantu buang air besar pertama kali pada bayi.

Bayi baru lahir tidak membutuhkan asupan makanan apa pun selain kolostrum. Cairan ini menjadi sangat penting jika Anda atau pasangan memiliki riwayat keluarga alergi atau intoleransi makanan - Bisakah Menyusui Setelah Operasi Caesar.

Minggu, 06 Mei 2012

Resiko Menjalani Operasi Caesar Bagi Ibu dan Bayi

Resiko Menjalani Operasi Caesar Bagi Ibu dan Bayi
Operasi Caesar
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Resiko Menjalani Operasi Caesar Bagi Ibu dan Bayi - Bedah caesar adalah salah satu pilihan metode persalinan yang dapat menimbulkan risiko, baik bagi ibu maupun bayi. Namun tak sedikit yang masih berasumsi bahwa metode ini aman dan tidak akan memicu risiko kesehatan khususnya bagi bayi.

Sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa bedah caesar tetaplah merupakan suatu prosedur persalinan yang sangat berisiko khususnya bayi.  Bahkan bedah caesar juga dinilai tidak banyak menolong bayi prematur yang tergolong small for gestational age (SGA) atau ukuran dan bobot badannya di bawah rata-rata. Penelitian di Amerika Serikat mengatakan bahwa bayi SGA yang dilahirkan melalui proses persalinan caesar mencatat kasus yang lebih tinggi sindrom gangguan pernafasan ketimbang bayi prematur yang lahir melalui vagina (normal).

Wakil direktur medis lembaga advokasi March of Dimes, Diane Ashton, MD, MPH, menyatakan temuan ini membalikkan kepercayaan selama ini bahwa persalinan caesar memiliki sedikit risiko atau bahkan tak menimbulkan risiko bagi kesehatan bayi.  Hasil penelitian ini juga sejalan dengan misi March of Dimes yang mendesak para tenaga medis untuk mengakhiri praktik persalinan yang tak perlu sebelum usia kehamilan mencapai 39 minggu.
"Meskipun dalam banyak contoh, operasi caesar secara medis diperlukan untuk kesehatan bayi atau ibu, penelitian ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus cara ini tidak bermanfaat untuk beberapa bayi," kata Ashton.

Riset yang dipublikasikan dalam 32nd Annual Society for Maternal-Fetal Medicine Meeting, The Pregnancy Meeting ini dipimpin oleh Erika Werner F., MD, MS, asisten profesor Maternal Fetal Medicine di Johns Hopkins School of Medicine, yang bekerjasama dengan Heather S. Lipkind, MD, MS, asisten profesor Maternal Fetal Medicine di Yale School of Medicine.

Dalam risetnya, peneliti melakukan review akte kelahiran sebanyak 2.560 bayi dengan ukuran dan berat badan kecil yang lahir secara prematur. Proses persalinan secara caesar umumnya dilakukan pada bayi-bayi yang didiagnosis mengalami hambatan pertumbuhan intrauterin yang tidak berkembang secara normal di dalam rahim.

Dr Werner dan timnya menemukan bahwa bayi yang menjalani operasi caesar saat usia kehamilan belum memasuki 34 minggu memiliki kemungkinan risiko 30 persen lebih tinggi mengalami sindrom gangguan pernafasan ketimbang bayi yang lahir melalui vagina pada usia kehamilan yang sama.

Tingginya angka kelahir prematur (sebelum 37 minggu), masih menjadi masalah kesehatan yang cukup serius dan menelan biaya sangat besar di Amerika Serikat, lebih dari 26 miliar Dollar AS per tahun, menurut laporan Institute of Medicine 2006. Ini adalah penyebab utama kematian bayi baru lahir, dan satu juta bayi di seluruh dunia meninggal setiap tahun sebagai akibat lahir secara prematur.

Sementara pada bayi yang mampu bertahan hidup, umumnya sering menghadapi masalah kesehatan seumur hidup, seperti masalah pernapasan, cerebral palsy, ketidakmampuan belajar dan lainnya.

Para peneliti dari The March of Dimes mengatakan, jika kondisi kehamilan sehat dan tidak ada komplikasi yang mengharuskan lahir lebih awal, wanita harus menunggu sampai waktu persalinan itu tiba dengan sendirinya, atau setidaknya sampai usia kehamilan memasuki 39 minggu.

Mengapa? peneliti berangapan bahwa banyak organ penting bayi, seperti otak dan paru-paru, yang belum sepenuhnya berkembang sempurna pada usia kehamilan dibawah 39 minggu - Resiko Menjalani Operasi Caesar Bagi Ibu dan Bayi.

Sabtu, 05 Mei 2012

Beberapa Nyeri Yang Biasa Terjadi Setelah Melahirkan

Beberapa Nyeri Yang Biasa Terjadi Setelah Melahirkan
Pascapersalinan
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Beberapa Nyeri Yang Biasa Terjadi Setelah Melahirkan - Pascabersalin tubuh ibu akan mengalami beberapa perubahan yang alami. Perubahan ini merupakan serangkaian proses yang diperlukan tubuh untuk  pemulihan kondisi fisik dan penyesuaian dari masa hamil menuju masa nifas dan menyusui. Ada beberapa perubahan yang sewajarnya dialami oleh para ibu pascabersalin dan merupakan sesuatu yang tidak perlu dicemaskan.

Namun demikian kurangnya informasi tentang proses perubahan yang terjadi tersebut akan menimbulkan rasa kuatir dan bahkan ibu  nifas merasa kurang nyaman akibat rasa nyeri yang kadang dirasakan. Oleh karena itu, perlu kita mengenal sejumlah penyebab nyeri pada ibu setelah melahirkan berikut ini :

1. Nyeri pada perut (rahim)

Pada saat hamil, rahim seorang ibu akan membesar sesuai ukuran janin yang dikandung. Begitu bayi lahir maka perlahan-lahan rahim akan menyusut dan mengecil hingga sebesar buah pir kecil. Proses kembalinya ke bentuk semula dari rahim ini disertai dengan rasa seperti kram pada perut.

Dalam kebidanan disebut dengan kontraksi rahim. Kontraksi rahim ini diperlukan agar rahim dapat segera mengecil dan pembuluh darah yang terluka saat lepasnya ari-ari dari dinding rahim dapat segera menutup kembali, sehingga tidak terjadi perdarahan. Kadang, sensasi nyeri seperti kram ini semakin terasa saat menyusui, ibu tak perlu cemas karena justru dengan rangsangan hisapan bayi akan membantu keluarnya hormon oksitosin yang membantu proses kontraksi rahim tersebut.

Maka, tidak mengherankan bila ibu menyusui akan lebih cepat pulih rahimnya dan terhindar dari risiko perdarahan juga. Gunakan gurita yang nyaman, sering buang air kecil dan lakukan relaksasi nafas bila nyeri atau kram tersebut muncul.

2. Nyeri payudara

Paska persalinan setelah dua atau tiga hari seorang ibu nifas akan merasakan payudaranya mulai sedikit tegang dan penuh. Sekitar payudara terasa nyeri sedikit dan membengkak. Pada keadaan ini, payudara telah memulai fungsinya memproduksi air susu bagi bayi. Produksi ASI semakin hari akan semakin banyak. Oleh karena itu, dibutuhkan penghisapan yang teratur dari bayi sejak lahir, yakni dengan inisiasi menyusu dini.

Pada beberapa ibu nifas, ada yang mengalami pembesaran kelenjar susu hingga di area sekitar ketiak. Tidak perlu khawatir itu bukan penyakit atau kelainan, namun karena aktivitas hormon yang memproduksi ASI bagi bayi. Bagian puting payudara juga akan sedikit keras dan sensitif.  Gunakan bra yang nyaman, lakukan kompres hangat pada sekitar payudara dan sering kosongkan ASI dengan menyusui  untuk meredakan keluhan nyeri.

3. Nyeri perineum dan bengkak pada vagina

Pada saat latihan duduk dan berjalan pascabersalin, ibu nifas mungkin akan mengalami keluhan sedikit nyeri pada sekitar jalan lahir baik bekas luka jahitan maupun keluhan bengkak atau lecet  pada vagina. Tidak perlu cemas, pada keadaan dimana bagian tubuh mengalami robekan maka saraf di sekitar luka akan menjadi sangat peka dan timbul nyeri, namun semakin aktif bergerak, rasa nyeri akan semakin berkurang.

Pada keadaaan bengkak atau lecet pada sekitar vagina  mungkin sementara akan sedikit mengganggu kenyamanan ibu, tak perlu cemas hal ini akibat penekanan kepala bayi saat lahir. Keadaan bengkak pada vagina secara perlahan akan mengempis dan kembali ke bentuk semula. Lakukan relaksasi nafas panjang saat latihan duduk atau jalan agar mengurangi nyeri. Yang perlu dilakukan adalah mengenakan pembalut dengan tepat, menjaga kebersihan luka jahitan, bila perlu lakukan rendam air hangat untuk mengurangi keluhan nyeri.

4. Nyeri hemoroid atau ambeien

Pada saat mengejan melahirkan tak jarang menimbulkan hemoroid (ambeien) yang diderita ibu sebelumnya menjadi keluar  dari dubur dan terasa nyeri. Dengan penanganan kompres rendam air hangat akan sangat membantu mengurangi nyeri. Bila memang diperlukan bidan dan dokter akan membantu menggunakan jelly pelumas untuk memasukkan kembali hemoroid tersebut. Tetap menjaga kebersihan area sekitar dubur dan jangan takut untuk buang air besar atau mengejan.

Semua penyebab nyeri tersebut dapat dikurangi dengan mengalihkan perhatian pada perawatan bagi buah hati ibu. Bila semakin terkonsentrasi pada rasa nyeri, maka keluhan akan semakin terasa mengganggu kenyamanan. Jalani semua dengan hati ikhlas sebagai seorang ibu. Terapi atau pengobatan nyeri tidak selalu dibutuhkan sejauh ibu mampu mengatasi dengan relaksasi dan memahami penyebabnya - Beberapa Nyeri Yang Biasa Terjadi Setelah Melahirkan.

Senin, 30 April 2012

Anak Autis Karena Ibu Merokok

Anak Autis Karena Ibu Merokok
Autis
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Anak Autis Karena Ibu Merokok - Wanita yang merokok selama kehamilan cenderung melahirkan bayi yang menderita salah satu jenis autisme yaitu gangguan Asperger.

"Autisme adalah istilah umum untuk beberapa jenis gangguan yang merusak kemampuan sosial dan komunikasi," ungkap Amy Kalkbrenner, asisten profesor di University of Wisconsin-Milwaukee, Joseph J. Zilber School of Public Health dan ketua tim peneliti.

"Apa yang kami lihat adalah beberapa gangguan pada spektrum autisme bisa jadi dipengaruhi oleh faktor seperti apakah seorang ibu merokok selama kehamilan."

Angka ibu yang merokok selama kehamilan masih tinggi di Amerika Serikat meskipun banyak yang tahu bahwa hal ini dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi bayi. Kalkbrenner pun menemukan bahwa 13 persen ibu yang anaknya dilibatkan dalam studi ini merokok selama kehamilan.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Health Perspectives ini, Kalkbrenner dan koleganya membandingkan data dari akte kelahiran ribuan anak dari 11 negara bagian dengan database anak yang didiagnosis menderita autisme yang dimiliki oleh CDC's Autism and Developmental Disabilities Monitoring Network (ADDMN).

Hasilnya, dari 633.989 anak yang lahir pada tahun 1992, 1994, 1996 dan 1998, 3.315 diantaranya diidentifikasi memiliki gangguan spektrum autisme pada usia 8 tahun.

"Studi ini tidak mengatakan secara pasti bahwa merokok merupakan faktor risiko autisme," kata Kalkbrenner seperti dilansir dari LiveScience, Senin (30/4/2012). "Namun studi ini menyatakan adanya kaitan antara merokok dengan tipe-tipe autisme tertentu". Kaitan itu pun membutuhkan studi yang lebih lanjut, tambahnya.

"CDC sendiri baru saja merilis data yang mengindikasikan bahwa 1 dari 88 anak-anak menderita gangguan spektrum autisme," katanya.

Karena autisme melibatkan spektrum yang luas dari kondisi dan interaksi genetika dengan lingkungan yang begitu kompleks, tidak ada studi yang bisa menjelaskan semua penyebab autisme, tambahnya. "Namun tujuan utama dari studi ini adalah untuk membantu menemukan salah satu jawabannya." - Anak Autis Karena Ibu Merokok

Kamis, 26 April 2012

Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker

Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker
Air susu ibu (ASI)
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker - Air susu ibu (ASI) diketahui mengandung berbagai nutrisi yang sangat berguna bagi bayi. Ternyata salah satu kandungan protein dari ASI ini memiliki sifat sebagai anti kanker.

Studi menunjukkan tingginya kadar protein TNF-related apoptosis inducing ligand (TRIAL) di dalam susu manusia merupakan salah satu sumber aktivitas anti kanker dari ASI.

Para peneliti mengambil sampel dari kolostrum (susu pertama yang keluar untuk bayi baru lahir) serta ASI dari perempuan yang baru menjadi ibu. Lalu peneliti juga mengambil sampel darah dari perempuan sehat serta susu formula.

Ibu-ibu yang terlibat dalam penelitian ini telah dites terlebih dahulu dan memenuhi syarat karena tidak menunjukkan tanda-tanda eklampsia, infeksi atau demam, sehingga bisa melahirkan bayi yang sehat.

Selanjutnya peneliti mengukur tingkat TRAIL dari kolostrum, ASI, darah (serum) dan susu formula. Ditemukan kolostrum dan ASI mengandung 100-400 kali lipat kadar TRAIL yang lebih tinggi dibanding darah, sedangkan pada susu formula tidak ditemukan TRAIL.

"TRAIL merupakan kandidat kuat untuk menjelaskan efek biologis secara menyeluruh dari menyusui dalam melawan kanker," ujar peneliti, seperti dikutip dari MedIndia, Kamis (26/4/2012).

Selain itu hasil studi ini juga menguatkan peran penting dalam pencegahan kanker pada anak, seperti kanker lymphoblastic leukemia, penyakit Hodgkins serta neuroblastoma yang banyak menyerang anak-anak.

Diketahui kanker anak terjadi sekitar 2-4 persen dari seluruh kasus kanker pada manusia dan menyebabkan 10 persen kematian pada anak. Kanker anak kemungkinan besar dapat disembuhkan jika ditemukan pada stadium dini.

Tapi sayangnya melakukan deteksi dini kanker anak tidaklah mudah, karena anak-anak belum dapat memahami dan menceritakan gejala yang dirasakannya. Karena itu peran orang-orang di sekitarnya sangat penting dalam mendeteksi adanya gejala-gejala kanker - Manfaat ASI Sebagai Anti Kanker.

Sabtu, 21 April 2012

Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak

Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak - Anak Anda seringkali mudah terserang flu dan batuk. Tapi memberikan obat flu dan batuk pada anak di bawah umur 6 tahun sangat berbahaya. Menurut American Academy of Pediatrics, pemberian obat pada anak belum terbukti efektif dan menyebabkan overdosis.

Tips menjauhkan obat dari jangkauan anak. Berikut 5 hal yang harus diperhatikan oleh ibu agar anak Anda aman dari obat-obatan yang dapat membahayakan kesehatannya seperti dilansir dari ivillage, Jumat (20/4/2012) antara lain:

1. Jangan menggunakan obat dingin pada anak-anak di bawah usia 6
Jika anak Anda berumur di bawah 6 tahun, jangan mengobati sakitnya dengan menggunakan obat batuk atau penurun demam.

2. Simpanlah obat-obatan di Tempat yang Jauh dari Jangkauan Anak-anak
Akan lebih mudah untuk menyimpan obat-obatan di laci meja yang terkunci agar anak tidak mudah menemukannya ketika sedang bermain.

3. Jangan Menyebut Obat sebagai Permen
Terkadang orang tua menyebut obat atau vitamin hisap dengan sebutan permen agar anak-anak mudah untuk meminumnya. Tetapi hal ini akan berbahaya bagi anak Anda ketika anak menemukan obat-obatan dan berada di luar pengawasan Anda.

4. Jangan Minum Obat di Depan Anak Anda
Rasa penasaran anak pada usia balita sangat tinggi. Anak cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua yang terlihat olehnya.

5. Menginformasikan Seluruh Penghuni Rumah untuk Berhati-hati
Anda mungkin benar-benar telah menjauhkan anak Anda dari obat-obatan. Tetapi jika ada orang lain yang tinggal di rumah Anda seperti pembantu atau pengasuh bayi, lebih baik Anda menginformasikan hal yang tidak boleh dilakukan kepada anak Anda mengenai obat-obatan - Tips Menjauhkan Obat Dari Jangkauan Anak.

Manfaat ASI Bagi Bayi Prematur

Manfaat ASI Bagi Bayi Prematur
Air Susu Ibu
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Manfaat ASI Bagi Bayi Prematur - Bayi yang lahir secara prematur harus mendapatkan penanganan khusus. Namun ternyata semakin cepat bayi prematur mendapatkan susu ASI maka semakin besar manfaat yang bisa didapatkannya.

Studi dari University of Oxford menemukan bayi tidak memiliki risiko yang tinggi terkena masalah parah di usus jika ia mendapatkan susu ASI lebih dini, ASI ini biasanya diberikan melalui tabung.

Penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Pediatrics didapatkan sekitar 400 bayi lahir 5 minggu lebih awal dari jadwal yang sebenarnya, dan sebagian besar dari bayi ini membutuhkan beberapa perawatan khusus karena adalah masalah yang bisa mengancam jiwa.

Seperti diketahui bayi lahir prematur berisiko tinggi rentan terhadap masalah usus yang parah termasuk kondisi necrotising enterocolitis (NEC), kekhawatiran kondisi ini dulu dicegah dengan menunda pemberian susu.

Dalam studi ini peneliti melibatkan bayi dari 54 rumah sakit di seluruh Inggris dan Irlandia. Sekitar setengah dari bayi ini diperkenalkan susu pada hari kedua kehidupan, sedangkan setengahnya lagi diberikan pada hari keenam.

Manfaat ASI bagi bayi prematur. Penelitian yang dipimpin oleh Dr Alison Leaf dan Professor Peter Brocklehurst menyimpulkan bahwa bayi yang mendapatkan susu lebih awal yaitu sekitar 24-48 jam pertama setelah lahir mendapatkan manfaat besar.

"Memberikan makan pada bayi menjadi tantangan tersendiri karena organ tubuhnya termasuk usus belum dewasa atau matang," ujar Dr Leaf dari Princess Anne Hospital di Southampton, seperti dikutip dari BBC, Sabtu (21/4/2012).

Sementara itu Profesor Brocklehurst dari Institute for Women's Health di University College London menuturkan memberikan makan lebih dini pada bayi yang memiliki risiko lebih tinggi membantunya mengurangi kebutuhan pemberian perawatan lewat intravena dan infus - Manfaat ASI Bagi Bayi Prematur.

Jumat, 20 April 2012

Ada 10 Jenis Kanker Payudara

Ada 10 Jenis Kanker Payudara
Kanker Payudara
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Ada 10 Jenis Kanker Payudara - Apa yang disebut dengan kanker payudara saat ini ternyata terdiri dari 10 jenis penyakit yang berbeda. Pengkategorian ini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dengan memberikan obat yang sesuai dengan jenis kanker payudara, juga memprediksi kelangsungan hidup pasien lebih akurat.

Penelitian yang dimuat jurnal Nature ini membandingkan kanker payudara yang ada di dunia saat ini. Menurut para peneliti, tes yang digunakan di rumah sakit saat ini cukup luas untuk memilah-milah kanker payudara. Temuan ini memberikan pemetaan kanker payudara lebih rinci sehingga memungkinkan untuk menemukan kanker payudara jenis tertentu.

"Kanker payudara bukanlah 1 jenis penyakit saja, melainkan terdiri dari 10 jenis penyakit yang berbeda. Temuan kami akan membuka jalan bagi dokter di masa depan untuk mendiagnosa jenis kanker payudara yang dimiliki seorang wanita, obat apa yang manjur atau tidak, dan terapi yang jauh lebih tepat daripada yang ada sekarang ini," kata pemimpin penelitian, Prof Carlos Caldas seperti dilansir BBC, Jumat (20/4/2012).

Saat ini, kanker payudara diklasifikasikan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskop dan tes penanda adanya tumor. Kanker yang memiliki 'reseptor estrogen' akan merespon terapi hormon tamoxifen, sedangkan yang memiliki 'reseptor Her2' dapat diobati dengan Herceptin.

Pada sebagian besar kanker payudara, lebih dari 70% kasus merespon terapi hormon. Namun reaksinya sangat bervariasi. Menurut prof Caldas, beberapa pengobatan bekerja dengan baik, sedangkan beberapa justru membuatnya menjadi parah. Maka jenis-jenis kanker payudara ini memerlukan klasifikasi yang lebih baik.

Prof Caldas mengamati sampel beku dari kanker payudara 2.000 orang wanita di rumah sakit Inggris dan Kanada. Ia bersama timnya melihat secara rinci genetika sel tumor yang telah bermutasi. Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel normal berubah menjadi kanker dengan cara yang berbeda dan dapat dikelompokkan menjadi 10 kategori. Peneliti menyebutnya IntClust 1 sampai dengan 10.

"Ini adalah penelitian terbesar untuk melihat secara rinci genetika tumor payudara. Temuan ini akan mengubah cara kita melihat kanker payudara dan berdampak sangat besar dalam mendiagnosis dan mengobati kanker payudara. Ini adalah sebuah penelitian yang sangat penting," kata Dr Harpal Kumar, CEO Cancer Research UK yang mendanai penelitian.

Para peneliti harus membuktikan terlebih dahulu bahwa pengelompokan 10 jenis kanker payudara ini benar-benar bermanfaat bagi pasien sebelum dapat digunakan oleh dokter secara luas. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu 3 - 5 tahun - Ada 10 Jenis Kanker Payudara.

Cara Menghindari Pembengkakan Payudara Saat Menyusui

Cara Menghindari Pembengkakan Payudara Saat Menyusui
Ibu Menyusui
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Cara Menghindari Pembengkakan Payudara Saat Menyusui - Menjadi suatu hal yang biasa bila payudara seorang ibu menjadi lebih besar dan berat ketika dalam masa menyusui, karena produksi ASI umumnya akan cenderung meningkat. Tapi permasalahannya, terkadang kepenuhan ini dapat berubah menjadi pembengkakan dan terasa sangat keras dan menyakitkan.

Pada kondisi ini, pembengkakan payudara biasanya disertai pula dengan demam ringan dan bahkan infeksi. Pembengkakan umumnya terjadi selama hari ketiga sampai kelima setelah melahirkan, tetapi bisa juga terjadi setiap saat.

Oleh karena itu, penting untuk mencoba mencegahnya sebelum hal ini benar-benar terjadi. Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk mencegah pembengkakan payudara, seperti dikutip situs womenshealth.gov, salah satu bagian dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat yang memfokuskan pada pelayanan kesehatan perempuan :

1. Sering-seringlah menyusui bayi ASI setelah proses persalinan. Biarkan bayi menyusu selama yang dia suka, sepanjang bayi Anda minum ASI dengan baik dan mengisap secara efektif. Dalam minggu-minggu pertama pasca melahirkan, Anda harus membangunkan bayi Anda untuk memberi makan setelah empat jam sejak awal pemberian makanan terakhir.

2. Bekerjasama atau meminta bantuan konsultan laktasi untuk memperbaiki cara menyusui.

3.  Menyusui lebih sering pada payudara yang terasa sakit untuk mengeluarkan ASI.  Agar payudara tetap bergerak bebas, dan mencegah jangan sampai payudara terlalu penuh.

4. Hindari  penggunaan dot yang terlalu berlebihan, dan gunakanlah botol untuk membantu proses pemberian ASI.

5. Pegang payudara dengan tangan secara lembut dan pompalah sedikit ASI untuk melunakkan bagian payudara, areola (daerah gelap di sekitar puting payudara), dan puting sebelum menyusui.

6. Pijatlah payudara secara lembut.

7. Gunakan kompres air dingin di antara waktu menyusui untuk membantu meringankan rasa sakit.

8. Jika Anda harus bekerja, cobalah untuk memompa ASI pada jadwal yang sama ketika Anda memberikan ASI di rumah, atau Anda dapat memompa setidaknya setiap empat jam.

9. Cukup istirahat, nutrisi yang tepat, dan cukupi kebutuhan cairan.

10. Kenakan pakaian yang nyaman dan gunakan bra yang tidak terlalu ketat.

Itulah 10 Cara Menghindari Pembengkakan Payudara Saat Menyusui.

Rabu, 18 April 2012

Wanita Usia Di Atas 40 Tahun Gampang Gemuk

Wanita Usia Di Atas 40 Tahun Gampang Gemuk
Berat Badan
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Wanita Usia Di Atas 40 Tahun Gampang Gemuk - Wanita yang sudah memiliki anak terlebih di atas usia 40 tahun cenderung lebih cepat gemuk dan sulit untuk menurunkan berat badan dibandingkan pria. Mengapa demikian?

Ahli gizi terkemuka di Amerika telah menemukan bahwa wanita menjadi lebih cepat gemuk setelah berusia 40-an tahun.

"80 persen wanita paruh baya rentan terhadap sarcopenic obesity," jelas Mark Icemoning, ahli gizi terkemuka di Amerika, seperti dilansir Geniusbeauty, Rabu (7/12/2011).

Sarcopenic obesity merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh mengalami peningkatan massa lemak sekaligus penurunan massa otot. Dalam kasus obesitas ini, penumpukan adiposa (jaringan lemak tubuh) terjadi karena hasil penurunan massa jaringan otot.

Wanita usia di atas 40 tahun gampang gemuk. Penelitian menunjukkan bahwa wanita akan kehilangan 30 hingga 50 persen dari massa otot total pada usia 45 tahun. Karena proses penuaan, metabolisme tubuh secara alami akan melambat dan mobilitas yang rendah mempercepat proses penggantian massa otot dengan lemak tubuh.

Penurunan massa otot membantu untuk mengurangi konsumsi kalori dan hampir setiap makanan diubah menjadi lemak. Sebagai akibatnya, peneliti memperkirakan wanita mendapatkan 2 kali ukuran ekstra dengan setiap 10 tahun usianya.

"Untuk alasan ini, diet untuk wanita usia 40-an tahun memiliki banyak fitur khusus. Salah satu rahasia adalah untuk tidak berlebihan dalam menghilangkan kelebihan lemak tubuh. Tubuh wanita harus berisi lemak dengan jumlah yang optimal," jelas Icemoning.

Jaringan adiposa atau jaringan lemak tubuh mampu memproduksi hormon wanita yang melindungi pembuluh darah dari penyempitan, tulang dari osteoporosis, dan memicu otak untuk bekerja secara aktif.

Rahasia lain yang wanita harus mempertimbangkan saat diet adalah pemeliharaan massa otot agar tetap normal. Untuk tujuan ini, protein yang cukup harus dimasukkan dalam menu.

Dan yang paling penting, Anda harus melakukan kegiatan fisik, yang akan membantu memelihara jaringan otot dan meningkatkan tingkat proses metabolisme sebesar 27 persen, yang secara signifikan mengurangi kemungkinan tambahan lemak - Wanita Usia Di Atas 40 Tahun Gampang Gemuk.

Tingginya Angka Kematian Karena Kanker Serviks

Tingginya Angka Kematian Karena Kanker Serviks
Cegah Kanker Serviks
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Tingginya Angka Kematian Karena Kanker Serviks - Kanker serviks atau leher rahim merupakan jenis kanker terbanyak di Indonesia setelah kanker payudara. Bahkan diperkirakan, setiap 1 jam 1 orang perempuan di Indonesia meninggal dunia kareka kanker serviks.

Menurut data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS), jenis kanker tertinggi di rumah sakit seluruh Indonesia pasien rawat inap tahun 2008 adalah kanker payudara (18,4 persen), disusul dengan kanker leher rahim atau serviks (10,3 persen).

Sedangkan menurut data Yayasan Kanker Indonesia (YKI) tahun 2006 berdasarkan patologi di 13 center, kanker serviks menempati urutan pertama dengan angka 16 persen, yang kemudian disusul dengan kanker payudara (15 persen). Artinya, perempuan Indonesia lebih berisiko terkena kanker.

"Kanker serviks dan payudara selalu urutan atas, berganti-gantian rangkingnya tapi tidak pernah turun," jelas Prof Dr dr Nila Djuwita Moeloek, SpM(K), Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam acara konferensi pers Pencanangan Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks dalam Rangka HUT YKI ke-35, di Kantor YKI, Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Sekitar sepertiga dari kasus-kasus kanker termasuk kanker serviks datang ke tempat pelayanan kesehatan pada stadium yang sudah lanjut, di mana kanker tersebut sudah menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh, sehingga biaya pengobatan semakin mahal dan angka kematian semakin tinggi.

Padahal, kanker serviks merupakan salah satu kanker yang bisa dicegah yaitu dengan imunisasi vaksin HPV dan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear atau IVA (inspeksi visual dengan menggunakan asam acetat).

"Sayangnya pengetahuan perempuan-perempuan Indonesia ini masih kurang. Kalau dilihat hanya 18 persen yang bisa sampai Perguruan Tinggi, bahkan masih ada 33 persen yang tidak tamat SD. Jadi apa yang mereka tahu tentang kesehatan," ujar Prof Nila.

Saat ini, menurut data nasional cakupan screening deteksi dini kanker serviks di Indonesia melalui Pap Smear atau IVA masih sangat rendah (sekitar 5 persen), padahal cakupan screening yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kanker serviks adalah 85 persen.

"Ini merupakan cakupan screening data nasional, sekitar 5 persen, terutama dari perempuan-perempuan yang datang untuk deteksi dini sendiri. Ini yang akan kita tingkatkan," jelas Dr Yurni Satria, Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan YKI.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pemerataan dan cakupan pelayanan deteksi dini kanker serviks melalui pelayanan Pap Smear atau IVA, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulain masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, YKI akan mencanangkan kegiatan 'Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks' bertepatan dengan Peringatan HUT YKI ke-35 yang jatuh pada 17 April 2012.

"Kita kan punya 68 cabang di seluruh Indonesia. Nanti dari YKI masing-masing cabang kita akan mengadakan pemeriksaan dan deteksi dini kanker serviks. Ada cost-nya tapi kecil. Kalau tanpa dihitung biaya menghargai petugasnya, IVA cuma RP 5.000, sedangkan Pap Smear sekitar Rp 50.000," lanjut Prof Nila - Tingginya Angka Kematian Karena Kanker Serviks.

Selasa, 17 April 2012

Olahraga Baik Untuk Penderita Kanker

Olahraga Baik Untuk Penderita Kanker
Olahraga
Artikel Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Olahraga Baik Untuk Penderita Kanker - Sebuah riset teranyar kembali menemukan manfaat olahraga khususnya pada pasien atau penderita kanker payudara. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa melakukan aktivitas fisik atau olahraga dapat meningkatkan kualitas hidup ppenderita kanker payudara yang tengah menjalani perawatan.

Dalam kajiannya, peneliti dari University of Miami memeriksa tingkat aktivitas fisik dan kesehatan mental/fisik dari 240 wanita dengan kanker payudara non-metastasis (kanker tidak menyebar ke bagian tubuh lain), yang dilibatkan untuk masa studi empat sampai 10 minggu pasca menjalani operasi.

Temuan menunjukkan, wanita dengan kanker payudara yang aktif secara fisik lebih jarang mengalami depresi, tidak mudah lelah dan kualitas hidup menjadi lebih baik selama perawatan kanker pasca menjalani operasi.

"Perempuan yang aktif secara fisik mungkin juga lebih percaya diri terhadap kemampuan mereka untuk melanjutkan kegiatan yang terkait dengan keluarga, rumah tangga, pekerjaan atau kehidupan sosial, yang memberikan kepuasan hidup untuk mereka," ujar pimpinan studi, Jamie Stagl, dari psikologi kesehatan klinis.

"Olahraga membuat mereka tidak mudah merasa capek, meningkat kualitas hidup dan mengurangi risiko depresi," tambahnya.

Peneliti yang sama sebelumnya juga telah menemukan bahwa manajemen stres dapat membantu meningkatkan pengobatan pasien kanker payudara. Temuan ini akan dipresentasi pada pertemuan tahunan Society of Behavioral Medicine, di New Orleans - Olahraga Baik Untuk Penderita Kanker.